Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

INTERFERENSI FONOLOGIS BAHASA BANJAR HULU PADA MASYARAKAT BANJAR DALAM BERBAHASA INDONESIA

View through CrossRef
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap interferensi yang terjadi pada Bahasa Indonesia saat seorang penutur asli Bahasa Banjar Hulu bertutur dengan Bahasa Indonesia. Terdapat beberapa bentuk interferensi fonologis yang terjadi. Penelitian ini juga mengungkap bagaimana kaidah dari interferensi tersebut sehingga masyarakat luas tidak akan merasa asing lagi akan interferensi yang terjadi ini dan dapat memaklumi fenomena interferensi kebahasaan itu sendiri sebagai suatu fenomena normal. Penelitian ini berupa penelitian kualitatif deskriptif yang akan memaparkan tentang bentuk interferensi fonologis seperti apa yang terjadi pada Bahasa Indonesia oleh penutur Bahasa Banjar Hulu dengan menggunakan fitur distingtif sebagai alat ukur untuk menemukan bagaimana bentuk dari interferensi fonologis tersebut. Ditemukan adanya proses fonologis (1) bunyi /ǝ/ menjadi /a/, (2) bunyi /e/ menjadi /i/, (3) bunyi /o/ menjadi /ʊ/, dan (4) bunyi /k/ menjadi /ʔ/. Penempatan bunyi-bunyi tersebut bisa berada dimana saja kecuali bunyi /k/ menjadi /ʔ/ yang berada di akhir kata yang diawali dengan bunyi konsonan.   Kata kunci: interferensi bahasa Indonesia, bahasa Banjar Hulu, proses fonologis, fitur distingtif Abstract This research is written to reveal interferences in the Indonesian language when a Hulu Banjarese native spoke in Bahasa. There are a few kinds of phonological interferences which happened. This research also revealed the pattern of those phonological interferences in case people will not have a strange feeling about it and accept it as a normal phenomenon. This research is qualitative descriptive research that uses distinctive features theory to reveal the phonological interferences, including the shape and the pattern of the phonological interferences in the Indonesian language spoken by Hulu Banjarese native speakers. This research shows four phonological processes heading to the phonological interferences in the Indonesian language spoken by Hulu Banjarese native speakers. (1) sound /ǝ/ being /a/, (2) sound /e/ being /i/, (3) sound /o/ being /ʊ/, and (4) sound /k/ being /ʔ/. Those sounds can be placed everywhere except sound /k/ being /ʔ/, which is placed at the end of the word and start with consonants.   Keywords:      Indonesian language interferences, Hulu Banjarese, phonological process, distinctive features
Title: INTERFERENSI FONOLOGIS BAHASA BANJAR HULU PADA MASYARAKAT BANJAR DALAM BERBAHASA INDONESIA
Description:
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap interferensi yang terjadi pada Bahasa Indonesia saat seorang penutur asli Bahasa Banjar Hulu bertutur dengan Bahasa Indonesia.
Terdapat beberapa bentuk interferensi fonologis yang terjadi.
Penelitian ini juga mengungkap bagaimana kaidah dari interferensi tersebut sehingga masyarakat luas tidak akan merasa asing lagi akan interferensi yang terjadi ini dan dapat memaklumi fenomena interferensi kebahasaan itu sendiri sebagai suatu fenomena normal.
Penelitian ini berupa penelitian kualitatif deskriptif yang akan memaparkan tentang bentuk interferensi fonologis seperti apa yang terjadi pada Bahasa Indonesia oleh penutur Bahasa Banjar Hulu dengan menggunakan fitur distingtif sebagai alat ukur untuk menemukan bagaimana bentuk dari interferensi fonologis tersebut.
Ditemukan adanya proses fonologis (1) bunyi /ǝ/ menjadi /a/, (2) bunyi /e/ menjadi /i/, (3) bunyi /o/ menjadi /ʊ/, dan (4) bunyi /k/ menjadi /ʔ/.
Penempatan bunyi-bunyi tersebut bisa berada dimana saja kecuali bunyi /k/ menjadi /ʔ/ yang berada di akhir kata yang diawali dengan bunyi konsonan.
  Kata kunci: interferensi bahasa Indonesia, bahasa Banjar Hulu, proses fonologis, fitur distingtif Abstract This research is written to reveal interferences in the Indonesian language when a Hulu Banjarese native spoke in Bahasa.
There are a few kinds of phonological interferences which happened.
This research also revealed the pattern of those phonological interferences in case people will not have a strange feeling about it and accept it as a normal phenomenon.
This research is qualitative descriptive research that uses distinctive features theory to reveal the phonological interferences, including the shape and the pattern of the phonological interferences in the Indonesian language spoken by Hulu Banjarese native speakers.
This research shows four phonological processes heading to the phonological interferences in the Indonesian language spoken by Hulu Banjarese native speakers.
(1) sound /ǝ/ being /a/, (2) sound /e/ being /i/, (3) sound /o/ being /ʊ/, and (4) sound /k/ being /ʔ/.
Those sounds can be placed everywhere except sound /k/ being /ʔ/, which is placed at the end of the word and start with consonants.
  Keywords:      Indonesian language interferences, Hulu Banjarese, phonological process, distinctive features.

Related Results

ANALISIS INTERFERENSI DALAM BAHASA SEHARI-HARI PADA MEDIA SOSIAL (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)
ANALISIS INTERFERENSI DALAM BAHASA SEHARI-HARI PADA MEDIA SOSIAL (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)
Penelitian ini menguraikan penggunaan bahasa pada media sosial. Bahasa digunakan sebagai alat komunikasi dan interaksi bagi sesama pengguna media sosial. Kebanyakan pengguna media ...
Interferensi Morfologis Verba Bahasa Dawan Dalam Pemakaian Bahasa Indonesia Tulis Siswa Kelas VIII SLTP
Interferensi Morfologis Verba Bahasa Dawan Dalam Pemakaian Bahasa Indonesia Tulis Siswa Kelas VIII SLTP
Interferensi merupakan suatu gejala dalam proses belajar bahasa kedua karena faktor sistem kebahasaan yang telah dikuasai oleh pembelajar yang sedang belajar bahasa kedua. Gejala i...
MINI RISET : Kesalahan Berbahasa Akibat Interferensi Tata Bahasa Jawa Pada Subjek “Rama Dirga Pahlevi” Anak Kelas 1 SD
MINI RISET : Kesalahan Berbahasa Akibat Interferensi Tata Bahasa Jawa Pada Subjek “Rama Dirga Pahlevi” Anak Kelas 1 SD
TULISAN INI ADALAH HASIL MINI RISET YANG BERTUJUAN MENGUJI HIPOTESIS PASCA PENELITIAN YANG SESUNGGUHNYA. Simpulan penelitian ini sebagai berikut.(1)Ketika seseorang atau siswa seda...
INTERFERENSI BAHASA JAWA TERHADAP MAHARAH AL-KALAM DI MAN 1 JEMBER
INTERFERENSI BAHASA JAWA TERHADAP MAHARAH AL-KALAM DI MAN 1 JEMBER
Maharah al-Kalam (keterampilan berbicara Bahasa Arab) merupakan tujuan fundamental dalam pembelajaran Bahasa Arab. Namun, siswa di Jember, yang memiliki latar belakang budaya Jawa ...
Bentuk Tuturan Interferensi Bahasa Mahasiswa IAIN Ambon pada Peristiwa Tutur Bahasa Indonesia
Bentuk Tuturan Interferensi Bahasa Mahasiswa IAIN Ambon pada Peristiwa Tutur Bahasa Indonesia
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan bentuk interferensi yang dilakukan oleh mahasiswa IAIN Ambon pada pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini meru...
INTERFERENSI BAHASA LAMAHOLOT DIALEK LEWOAWAN TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA PADA MASYARAKAT DESA LEWOAWANG
INTERFERENSI BAHASA LAMAHOLOT DIALEK LEWOAWAN TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA PADA MASYARAKAT DESA LEWOAWANG
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan jenis-jenis interferensi berdasarkan unsur-unsur kebahasaan yang terlibat sebagai akibat dari adanya pengaruh bahasa Lamaholot d...
INTERFERENSI SINTAKSIS BAHASA INDONESIA KE DALAM BAHASA INGGRIS PADA ABSTRAK SKRIPSI MAHASISWA IAI IBRAHIMY GENTENG BANYUWANGI
INTERFERENSI SINTAKSIS BAHASA INDONESIA KE DALAM BAHASA INGGRIS PADA ABSTRAK SKRIPSI MAHASISWA IAI IBRAHIMY GENTENG BANYUWANGI
Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris adalah bahasa yang berasal dari rumpun yang berbeda sehingga memiliki banyak perbedaan pada aspek tata bahasa yang harus disikapi dengan hati-ha...

Back to Top