Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MODERNISM AND WESTERN LITERARY INFLUENCES IN CHAIRIL ANWAR AND SUTAN TAKDIR ALISYAHBANA

View through CrossRef
ABSTRACT This article explores the extent to which Western literature, particularly from Britain and the United States, influenced the development of modern Indonesian literature in the 20th century. The study employs a literature review and intertextual reading approach, involving the examination of theories on modernism and cultural interaction, as well as an analysis of Indonesian literary works that show Western influences, especially those by Chairil Anwar and Sutan Takdir Alisyahbana. The analysis draws on Sarwoto’s framework to map the development of Indonesian literary discourse in the context of modernity, ideology, and cultural identity. The discussion focuses on the adoption of Western literary styles, themes, and narrative structures. Modernism in Indonesian literature is understood as the result of tensions between local traditions and global cultural currents that have developed since the colonial period. Chairil Anwar is known for his expressive and individualistic style, reflecting existentialist influences, while Sutan Takdir Alisyahbana emphasizes rationality and renewal, in line with the spirit of modern humanism. Both figures did not merely adopt Western influences passively but adapted them to the Indonesian socio-cultural context. As a result, a distinctive form of modern Indonesian literature emerged—one that bridges local cultural heritage with universal ideas. This study demonstrates that modern Indonesian literature is the product of dynamic interactions between internal and external forces and contributes to a deeper understanding of literature as a product of global cultural exchange. ABSTRAK Artikel ini membahas sejauh mana sastra Barat, khususnya dari Inggris dan Amerika, memengaruhi perkembangan sastra Indonesia modern pada abad ke-20. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka dan pembacaan intertekstual, dengan tahapan yang mencakup penelaahan teori-teori modernisme dan interaksi budaya, serta analisis karya sastra Indonesia yang menunjukkan pengaruh Barat, terutama tulisan Chairil Anwar dan Sutan Takdir Alisyahbana. Analisis dilakukan dengan merujuk pada kerangka Sarwoto untuk memetakan perkembangan wacana sastra Indonesia dalam konteks modernitas, ideologi, dan identitas budaya. Pembahasan difokuskan pada gaya penulisan, tema, dan struktur naratif yang diadopsi dari tradisi sastra Barat. Modernisme dalam sastra Indonesia dipahami sebagai hasil dari ketegangan antara tradisi lokal dan arus budaya global yang berkembang sejak masa kolonial. Chairil Anwar dikenal karena gaya ekspresif dan individualistisnya yang mencerminkan semangat eksistensialisme, sedangkan Sutan Takdir Alisyahbana mengedepankan rasionalitas dan semangat pembaruan, sejalan dengan ide-ide humanisme modern. Keduanya tidak hanya menyerap pengaruh luar, tetapi juga menyesuaikannya dengan realitas sosial budaya Indonesia. Hasilnya adalah corak sastra modern Indonesia yang khas, yang menjembatani warisan budaya lokal dengan ide-ide universal. Studi ini menunjukkan bahwa sastra Indonesia modern lahir dari interaksi dinamis antara pengaruh internal dan eksternal, serta memberikan kontribusi penting dalam pemahaman sastra sebagai produk dari pertukaran budaya global.
Title: MODERNISM AND WESTERN LITERARY INFLUENCES IN CHAIRIL ANWAR AND SUTAN TAKDIR ALISYAHBANA
Description:
ABSTRACT This article explores the extent to which Western literature, particularly from Britain and the United States, influenced the development of modern Indonesian literature in the 20th century.
The study employs a literature review and intertextual reading approach, involving the examination of theories on modernism and cultural interaction, as well as an analysis of Indonesian literary works that show Western influences, especially those by Chairil Anwar and Sutan Takdir Alisyahbana.
The analysis draws on Sarwoto’s framework to map the development of Indonesian literary discourse in the context of modernity, ideology, and cultural identity.
The discussion focuses on the adoption of Western literary styles, themes, and narrative structures.
Modernism in Indonesian literature is understood as the result of tensions between local traditions and global cultural currents that have developed since the colonial period.
Chairil Anwar is known for his expressive and individualistic style, reflecting existentialist influences, while Sutan Takdir Alisyahbana emphasizes rationality and renewal, in line with the spirit of modern humanism.
Both figures did not merely adopt Western influences passively but adapted them to the Indonesian socio-cultural context.
As a result, a distinctive form of modern Indonesian literature emerged—one that bridges local cultural heritage with universal ideas.
This study demonstrates that modern Indonesian literature is the product of dynamic interactions between internal and external forces and contributes to a deeper understanding of literature as a product of global cultural exchange.
ABSTRAK Artikel ini membahas sejauh mana sastra Barat, khususnya dari Inggris dan Amerika, memengaruhi perkembangan sastra Indonesia modern pada abad ke-20.
Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka dan pembacaan intertekstual, dengan tahapan yang mencakup penelaahan teori-teori modernisme dan interaksi budaya, serta analisis karya sastra Indonesia yang menunjukkan pengaruh Barat, terutama tulisan Chairil Anwar dan Sutan Takdir Alisyahbana.
Analisis dilakukan dengan merujuk pada kerangka Sarwoto untuk memetakan perkembangan wacana sastra Indonesia dalam konteks modernitas, ideologi, dan identitas budaya.
Pembahasan difokuskan pada gaya penulisan, tema, dan struktur naratif yang diadopsi dari tradisi sastra Barat.
Modernisme dalam sastra Indonesia dipahami sebagai hasil dari ketegangan antara tradisi lokal dan arus budaya global yang berkembang sejak masa kolonial.
Chairil Anwar dikenal karena gaya ekspresif dan individualistisnya yang mencerminkan semangat eksistensialisme, sedangkan Sutan Takdir Alisyahbana mengedepankan rasionalitas dan semangat pembaruan, sejalan dengan ide-ide humanisme modern.
Keduanya tidak hanya menyerap pengaruh luar, tetapi juga menyesuaikannya dengan realitas sosial budaya Indonesia.
Hasilnya adalah corak sastra modern Indonesia yang khas, yang menjembatani warisan budaya lokal dengan ide-ide universal.
Studi ini menunjukkan bahwa sastra Indonesia modern lahir dari interaksi dinamis antara pengaruh internal dan eksternal, serta memberikan kontribusi penting dalam pemahaman sastra sebagai produk dari pertukaran budaya global.

Related Results

Chairil Anwar Service Literature Practices, 1942-1949
Chairil Anwar Service Literature Practices, 1942-1949
Chairil Anwar's literary resistance practices in 1942-1949 were supported by ‘literary habitus’--foreign and local literature, literary totality, and literary rationality-- as a fo...
EKSPRESI AMIR HAMZAH DAN CHAIRIL ANWAR DALAM PUISI-PUISI PERCINTAAN (The Expression of Amir Hamzah and Chairil Anwar in Romantic-Poetry)
EKSPRESI AMIR HAMZAH DAN CHAIRIL ANWAR DALAM PUISI-PUISI PERCINTAAN (The Expression of Amir Hamzah and Chairil Anwar in Romantic-Poetry)
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep  kekasih dalam puisi Amir Hamzah “Dalam Matamu” dan puisi Chairil Anwar “Sajak Putih”  serta konsep pengkhianatan kekasih dalam puisi...
H.L.A. Hart’ın Hukuk Teorisi Bağlamında Hâkimin Takdir Yetkisi ile İdarenin Takdir Yetkisinin Karşılaştırmalı Analizi
H.L.A. Hart’ın Hukuk Teorisi Bağlamında Hâkimin Takdir Yetkisi ile İdarenin Takdir Yetkisinin Karşılaştırmalı Analizi
Takdir yetkisi, bütün hukuk sistemlerinde var olan bir yetki olmasına karşın sürekli tartışılan bir konudur. Özellikle takdir yetkisinin sınırları ve denetimi konularına ilişkin do...
Analisis Puisi “Kesabaran” Karya Chairil Anwar Dengan Pendekatan Stuktural
Analisis Puisi “Kesabaran” Karya Chairil Anwar Dengan Pendekatan Stuktural
The poem "Patience" by Chairil Anwar became one of the literary works that inspired many people. This poem describes one's patience and sincerity in facing life's trials. This pape...
STRATEGI PENERJEMAHAN PUISI-PUISI CHAIRIL ANWAR OLEH RAFFEL DALAM BUKU THE COMPLETE PROSE AND POETRY OF CHAIRIL ANWAR
STRATEGI PENERJEMAHAN PUISI-PUISI CHAIRIL ANWAR OLEH RAFFEL DALAM BUKU THE COMPLETE PROSE AND POETRY OF CHAIRIL ANWAR
This article discusses Indonesian—Poetry translation. The purpose of this article is to describe the strategies of translating poetry of Chairil Anwar by Raffel Raffel in “The Comp...
Imagery In The Poem “Siap Sedia” By Chairil Anwar
Imagery In The Poem “Siap Sedia” By Chairil Anwar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis imaji yang terdapat dalam puisi Siap Sedia karya Chairil Anwar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ...
Jalan Baru Memaknai Hubungan Filsafat dan Agama dalam Pemikiran Al-Kindidan Sutan Takdir Alisyahbana
Jalan Baru Memaknai Hubungan Filsafat dan Agama dalam Pemikiran Al-Kindidan Sutan Takdir Alisyahbana
This qualitative research aims to explore the ideas of Al-Kindi and Sutan Takdir Alisyahbana on the relationship between philosophy and religion. Philosophy and religion are often ...

Back to Top