Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Sakola Kaoetamaan Istri: Rejuvenasi Filosofi Pemikiran Raden Dewi Sartika dan Relevansinya terhadap Pendidikan, Bimbingan dan Konseling

View through CrossRef
Abstract: This article aims to rejuvenate Raden Dewi Sartika's educational philosophy. The scope of this research includes Sundanese philosophy and Dewi Sartika's educational philosophy. The research method used is library research from relevant sources obtained from the internet, books and journals. The results of the study show that Dewi Sartika's educational philosophy is explored from the panca waluya gate (the five perfection gates) which includes cageur, bageur, clever and wanter. Cageur or healthy is a person who is able to regulate himself in relation to himself, others, and the social environment. Bageur or good is the crystallization of morals originating from religious teachings and values. Pinter or smart as part of the cognitive dimension. Wanter or dare is shown in individual self-confidenceAbstrak: Artikel ini bertujuan untuk merejuvenasi filosofi Pendidikan Raden Dewi Sartika. Ruang lingkup penelitian ini mencakup filosofi sunda dan filosofi Pendidikan Dewi Sartika. Metode penelitian yang digunakan Library research atau riset pustaka dari sumber-sumber yang relevan diperoleh dari internet, buku-buku, dan jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filosofi Pendidikan Dewi Sartika digali dari gapura panca waluya (gerbang lima kesempurnaan) yang mencakup cageur, bageur, pinter dan wanter. Cageur atau sehat adalah pribadi yang mampu mengatur diri dalam hubungannya dengan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sosial. Bageur atau baik merupakan kristalisasi dari akhlak yang bersumber dari ajaran dan nilai-nilai agama. Pinter atau pintar sebagai bagian dari dimensi kognitif. Wanter atau berani ditunjukkan dalam kepercayaan diri individu.
Title: Sakola Kaoetamaan Istri: Rejuvenasi Filosofi Pemikiran Raden Dewi Sartika dan Relevansinya terhadap Pendidikan, Bimbingan dan Konseling
Description:
Abstract: This article aims to rejuvenate Raden Dewi Sartika's educational philosophy.
The scope of this research includes Sundanese philosophy and Dewi Sartika's educational philosophy.
The research method used is library research from relevant sources obtained from the internet, books and journals.
The results of the study show that Dewi Sartika's educational philosophy is explored from the panca waluya gate (the five perfection gates) which includes cageur, bageur, clever and wanter.
Cageur or healthy is a person who is able to regulate himself in relation to himself, others, and the social environment.
Bageur or good is the crystallization of morals originating from religious teachings and values.
Pinter or smart as part of the cognitive dimension.
Wanter or dare is shown in individual self-confidenceAbstrak: Artikel ini bertujuan untuk merejuvenasi filosofi Pendidikan Raden Dewi Sartika.
Ruang lingkup penelitian ini mencakup filosofi sunda dan filosofi Pendidikan Dewi Sartika.
Metode penelitian yang digunakan Library research atau riset pustaka dari sumber-sumber yang relevan diperoleh dari internet, buku-buku, dan jurnal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa filosofi Pendidikan Dewi Sartika digali dari gapura panca waluya (gerbang lima kesempurnaan) yang mencakup cageur, bageur, pinter dan wanter.
Cageur atau sehat adalah pribadi yang mampu mengatur diri dalam hubungannya dengan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sosial.
Bageur atau baik merupakan kristalisasi dari akhlak yang bersumber dari ajaran dan nilai-nilai agama.
Pinter atau pintar sebagai bagian dari dimensi kognitif.
Wanter atau berani ditunjukkan dalam kepercayaan diri individu.

Related Results

MANAJEMEN “SEKOLAH KAOETAMAAN ISTRI” RADEN DEWI SARTIKA DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN KAUM WANITA SUNDA
MANAJEMEN “SEKOLAH KAOETAMAAN ISTRI” RADEN DEWI SARTIKA DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN KAUM WANITA SUNDA
Abstract This study aims to reveal information about his struggle in improving the quality of education of Sundanese women, more specifically in their skills. The vision carried by...
Representation of Gender Ideology in the Novel Raden Dewi Sartika by E. Rokajat Asura
Representation of Gender Ideology in the Novel Raden Dewi Sartika by E. Rokajat Asura
The novel Raden Dewi Sartika is a graphic novel by E. Rokajat Asura. Through this novel the author represents the struggle of the character Raden Dewi Sartika in fighting for women...
Telaah Landasan Filsafat Ilmu Epistemologi dalam Perspektif Bimbingan Konseling dan Bimbingan Konseling Islam (Sebuah Studi Komparasi)
Telaah Landasan Filsafat Ilmu Epistemologi dalam Perspektif Bimbingan Konseling dan Bimbingan Konseling Islam (Sebuah Studi Komparasi)
The aim of this study to provide a more completely understanding about foundations of philoshophical science in Islamic guidance and counseling by examination from viewpoint of epi...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
URGENSI MANAJEMEN DALAM PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
URGENSI MANAJEMEN DALAM PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Permasalahan terkait dengan manajemen pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah masih ditemukan dari berbagai sudut permasalahan, hal ini tergambarkan berdasarkan fenomena yang ...
FAKTOR FAKTOR PENGHAMBAT PELAKSANAAN EVALUASI BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH MENENGAH ATAS KOTA TANGERANG
FAKTOR FAKTOR PENGHAMBAT PELAKSANAAN EVALUASI BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH MENENGAH ATAS KOTA TANGERANG
Evaluasi program bimbingan adalah usaha menilai efisiensi dan efektivitas pelayanan bimbingan itu sendiri, khususnya seluruh kegiatan dalam rangka program bimbingan yang dikelola o...
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PENERAPAN ETIKA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PENERAPAN ETIKA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru bimbingan dan konseling (BK) dalam penerapan etika bimbingan dan konseling. Metode studi literatur digunakan dalam penelitian ini...
Penguatan Pendidikan Karakter Siswa Melalui Manajemen Bimbingan Dan Konseling Islam
Penguatan Pendidikan Karakter Siswa Melalui Manajemen Bimbingan Dan Konseling Islam
Kearifan keberagaman nilai dan budaya kehidupan sosial inilah yang menjadikan pendidikan karakter begitu penting dalam pembangunan peradaban bangsa. Subsistem administrasi, pengaja...

Back to Top