Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

STRATEGI KOMUNIKASI PEMERINTAH DALAM MENINGKATKAN TRANSPARANSI KEUANGAN DESA WADAS KABUPATEN KARAWANG

View through CrossRef
Adanya peraturan dalam Undang-Undang NO 6 Tahun 2014 tentang penyelenggaraan pemerintahan desa telah memberikan payung hukum bagi masyarakat untuk memperoleh informasi publik, namun dalam praktiknya, pemerintah desa seringkali menghadapi kendala dalam memenuhi hak tersebut. Kurangnya kapasitas sumber daya manusia dan keterbatasan teknologi yang tersedia menjadi beberapa faktor yang menghambat terwujudnya transparansi dalam pengelolaan pemerintahan desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pemerintah Desa Wadas dalam menyampaikan informasi mengenai laporan keuangan dengan menggunakan teori komunikasi Lasswell yang terdapat lima unsur proses komunikasi, yaitu komunikator, pesan, media, penerima/komunikan serta efek/feedback. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil riset ini menunjukkan bahwa seluruh para aparat Desa Wadas dapat berperan sebagai pihak komunikator dalam menyampaikan pesan Informasi mengenai Pendapatan Desa dan Informasi Belanja Desa. Penyampaian pesan informasi dilakukan melalui media Siskeudes, Media Sosial Desa, Musrenbangdes, Baliho APBDes, Simpel Desa.  Sedangkan Masyarakat Desa Wadas, BPD dan Inspektorat Desa sebagai pihak komunikan. Namun, dari beberapa strategi yang dilakukan terdapat kurangnya feedback yang diberikan oleh masyarakat melalui berbagai media yang digunakan oleh Desa Wadas.
Title: STRATEGI KOMUNIKASI PEMERINTAH DALAM MENINGKATKAN TRANSPARANSI KEUANGAN DESA WADAS KABUPATEN KARAWANG
Description:
Adanya peraturan dalam Undang-Undang NO 6 Tahun 2014 tentang penyelenggaraan pemerintahan desa telah memberikan payung hukum bagi masyarakat untuk memperoleh informasi publik, namun dalam praktiknya, pemerintah desa seringkali menghadapi kendala dalam memenuhi hak tersebut.
Kurangnya kapasitas sumber daya manusia dan keterbatasan teknologi yang tersedia menjadi beberapa faktor yang menghambat terwujudnya transparansi dalam pengelolaan pemerintahan desa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pemerintah Desa Wadas dalam menyampaikan informasi mengenai laporan keuangan dengan menggunakan teori komunikasi Lasswell yang terdapat lima unsur proses komunikasi, yaitu komunikator, pesan, media, penerima/komunikan serta efek/feedback.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi.
Hasil riset ini menunjukkan bahwa seluruh para aparat Desa Wadas dapat berperan sebagai pihak komunikator dalam menyampaikan pesan Informasi mengenai Pendapatan Desa dan Informasi Belanja Desa.
Penyampaian pesan informasi dilakukan melalui media Siskeudes, Media Sosial Desa, Musrenbangdes, Baliho APBDes, Simpel Desa.
  Sedangkan Masyarakat Desa Wadas, BPD dan Inspektorat Desa sebagai pihak komunikan.
Namun, dari beberapa strategi yang dilakukan terdapat kurangnya feedback yang diberikan oleh masyarakat melalui berbagai media yang digunakan oleh Desa Wadas.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Wadas Melawan: Perjuangan Nilai di Frontier
Wadas Melawan: Perjuangan Nilai di Frontier
Studi ini merupakan bagian kecil catatan memori perjuangan nilai di atas dan dalam permukaan bumi yang dilakukan oleh Warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah dari...
Konflik Negara dan Masyarakat : Isu Wadas dalam Prespektif Politik Kewargaan
Konflik Negara dan Masyarakat : Isu Wadas dalam Prespektif Politik Kewargaan
Artikel ini menjelaskan konflik antara negara dan masyarakat yang sering terjadi di Indonesia, sebagai negara dengan sumberdaya alam yang melimpah seharusnya Indoensia mampu memanf...
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...
UPAYA PENINGKATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PENGELOLAAN DANA DESA DALAM MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT
UPAYA PENINGKATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PENGELOLAAN DANA DESA DALAM MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT
Abstrak UU No. 19 Tahun 2023 tentang APBN dan Permendes No. 7 Tahun 2023 tentang Rincian Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2024 mencakup Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 202...
Mekanisme Pelaporan Keuangan di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Subang
Mekanisme Pelaporan Keuangan di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Subang
Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) kabupaten Subang merupakan badan pemerintah yang bergerak dibidang pengelolaan keuangan pemerintahan daerah kabupaten Subang. Laporan keuan...
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN DANA DESA (DESA SARIYOSO KABUATEN WONOSOBO)
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN DANA DESA (DESA SARIYOSO KABUATEN WONOSOBO)
Pentingnya reformasi pengelolaan dana desa di Desa Sariyoso di dasari beberapa pertimbangan strategis terutama menyangkut beberapa persoalan antara lain: Pertama, rendahnya efektiv...

Back to Top