Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pemberdayaan Kader Jumantik Sebagai Strategi Edukatif dalam Pencegahan DBD di Desa Pakunden, Ponorogo

View through CrossRef
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia karena iklim tropis yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan DBD serta membentuk kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di Kelurahan Pakunden, Ponorogo. Program ini menerapkan pendekatan edukasi kesehatan melalui ceramah interaktif, media audiovisual, dan leaflet cetak, yang kemudian dilanjutkan dengan pembentukan serta pemberdayaan kader Jumantik. Sebanyak dua puluh kader Posyandu berpartisipasi dalam kegiatan ini. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk menilai pengetahuan peserta sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan: sebelum kegiatan, 68% peserta memiliki tingkat pengetahuan rendah, sedangkan setelah intervensi, 88% peserta mencapai tingkat pemahaman tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang dipadukan dengan pemberdayaan kader Jumantik efektif dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pencegahan DBD. Penguatan peran kader Jumantik diharapkan dapat mendorong pengendalian DBD berbasis masyarakat dan mendukung pembangunan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan.
Title: Pemberdayaan Kader Jumantik Sebagai Strategi Edukatif dalam Pencegahan DBD di Desa Pakunden, Ponorogo
Description:
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia karena iklim tropis yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan DBD serta membentuk kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di Kelurahan Pakunden, Ponorogo.
Program ini menerapkan pendekatan edukasi kesehatan melalui ceramah interaktif, media audiovisual, dan leaflet cetak, yang kemudian dilanjutkan dengan pembentukan serta pemberdayaan kader Jumantik.
Sebanyak dua puluh kader Posyandu berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Evaluasi dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk menilai pengetahuan peserta sebelum dan sesudah intervensi.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan: sebelum kegiatan, 68% peserta memiliki tingkat pengetahuan rendah, sedangkan setelah intervensi, 88% peserta mencapai tingkat pemahaman tinggi.
Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang dipadukan dengan pemberdayaan kader Jumantik efektif dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pencegahan DBD.
Penguatan peran kader Jumantik diharapkan dapat mendorong pengendalian DBD berbasis masyarakat dan mendukung pembangunan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan.

Related Results

PERAN KADER JUMANTIK TERHADAP PERILAKU KELUARGA DALAM PENCEGAHAN DBD DI DESA AMOITO JAYA KECAMATAN WOLASI KABUPATEN KONAWE SELATAN
PERAN KADER JUMANTIK TERHADAP PERILAKU KELUARGA DALAM PENCEGAHAN DBD DI DESA AMOITO JAYA KECAMATAN WOLASI KABUPATEN KONAWE SELATAN
Juru Pemantau Jentik (Jumantik) merupakan kader yang berasal dari masyarakat di suatu daerah, yang pembentukannya dan pengawasan kinerja bertanggungjawab sepenuhnya oleh pemerintah...
OPTIMALISASI 3M DAN JUMANTIK OLEH REMAJA SEBAGAI UPAYA PREVENTIF PENYEBARAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI TEMANGGUNG
OPTIMALISASI 3M DAN JUMANTIK OLEH REMAJA SEBAGAI UPAYA PREVENTIF PENYEBARAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI TEMANGGUNG
Angka kesakitan DBD di Temanggung yaitu 19.1/100.000 penduduk. Puskesmas Dharmarini Temanggung, merupakan salah satu dengan angka kejadian tertinggi DBD pada tahun 2018 yaitu denga...
EVALUASI PROGRAM PENGENDALIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)
EVALUASI PROGRAM PENGENDALIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)
Program pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan upaya pemberantasan DBD dengan melakukan beberapa kegiatan pencegahan salah satunya 3M Plus. DBD merupakan penyakit yang ...
DESA SIAGA DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)
DESA SIAGA DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)
Insidens Demam Berdarah Dengue (DBD) meningkat setiap tahunnya di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Semarang. Selain itu, munculnya kasus-kasus DBD di wilayah ya...
HUBUNGAN PERSEPSI KADER KESEHATAN TENTANG SEKOLAH KADER DENGAN KEPUASAN KADER KESEHATAN DI DUSUN SOKA SELOHARJO PUNDONG BANTUL TAHUN 2024
HUBUNGAN PERSEPSI KADER KESEHATAN TENTANG SEKOLAH KADER DENGAN KEPUASAN KADER KESEHATAN DI DUSUN SOKA SELOHARJO PUNDONG BANTUL TAHUN 2024
Persepsi sekolah kader memiliki dampak signifikan terhadap tingkat kepuasan kader kesehatan. Pelatihan dan pemeliharaan kader kesehatan merupakan faktor penting dalam meningkatkan ...
HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN PELATIHAN DENGAN KINERJA KADER DI POSYANDU JAMBUKULON KLATEN
HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN PELATIHAN DENGAN KINERJA KADER DI POSYANDU JAMBUKULON KLATEN
Posyandu bertugas membantu kepala desa dalam peningkatan pelayanan Kesehatan Masyarakat desa. Kader sebagai tangan panjang tenaga kesehatan di masyarakat memiliki peran yang pentin...
GAMBARAN KARAKTERISTIK KADER POSYANDU DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2012
GAMBARAN KARAKTERISTIK KADER POSYANDU DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2012
Cakupan D/S sebesar 39,20 %, cakupan K/S 100 %, danĀ  cakupan N/S 26,47 % . Pencapaian indikator Posyandu di Desa Singaparna tidak terlepas dari peran kader posyandu yang ada di des...
Pemberdayaan Masyarakat Sebagai Pembantu Jumantik di Desa Panjer
Pemberdayaan Masyarakat Sebagai Pembantu Jumantik di Desa Panjer
ABSTRAKJumlah kasus infeksi demam berdarah dengue semakin meningkat dan memicu masalah kesehatan global. Pemerintah telah mencanangkan program satu Jumantik satu keluarga untuk men...

Back to Top