Javascript must be enabled to continue!
Seksualitas dalam tubuh bergender
View through CrossRef
Media populer seperti film animasi atau anime menawarkan arena kontestasi. Penelitian ini menganalisis anime berjudul Kimi no Na Wa (2016) sebagai sebuah arena dengan melihat beberapa adegan tertentu. Tujuannya adalah untuk melihat bagaimana subjektivitas gender dan perbedaan seksual itu dibentuk di dalam anime ini. Dengan menggunakan metode psikoanalisis feminis film dari Laura Mulvey dan Kaja Silverman, penelitian ini menyimpulkan bahwa struktur naratif dalam anime ini masih dipengaruhi oleh male bias. Hal ini berpengaruh pada bagaimana pembentukan subjektivitas gender yang menjadikan perempuan sebagai objek tatapan sedangkan laki-laki sebagai subjek yang menatap. Selain itu, kamera yang bias gender berpotensi menciptakan tatapan yang sama dari penonton (terutama laki-laki heterseksual) kepada karakter perempuan. Ketika Taki bertransgresi ke tubuh Mitsuha, ia melakukan bentuk fetis untuk memuaskan hasratnya pada tubuh perempuan. Tetapi sebaliknya, ketika Mitsuha yang berada di tubuh Taki, hampir tidak adegan yang menunjukkan secara langsung bentuk fetis yang dilakukan perempuan terhadap tubuh laki-laki. Hal ini dimungkinkan karena tubuh perempuan bisa dibicarakan secara seksual namun pemikirannya dilarang untuk berpikiran seksual. Sebaliknya, tubuh laki-laki jarang untuk dibicarakan secara seksual tapi ia memiliki kebebasan untuk berpikir secara seksual. Pada akhirnya, struktur naratif anime ini seolah mereproduksi sistem patriarki masyarakat Jepang dalam pembentukan subjektivitas gender di sepanjang cerita. AbstractPopular media such as animation or anime offer a contested arena. This study analyzes the anime titled Kimi no Na Wa (2016) as an arena by looking at certain scenes. The aim is to see how gender subjectivity and sexual differences are formed in this anime. Using the film feminist psychoanalysis method from Laura Mulvey and Kaja Silverman, this study concludes that the narrative structure in this anime is still influenced by male bias. This has an effect on how the formation of gender subjectivity which makes women as the to be looked at while men as the bearer of the looking. In addition, gender-biased cameras have the potential to create the same gaze from the audience (especially male heterosexual) towards female characters. When Taki transgresses into Mitsuha's body, she performs a fetish form to satisfy her desires for a woman's body. But on the contrary, when Mitsuha was in Taki's body, there was hardly a scene that directly shows the fetish form that women do to a man's body. This is possible because women's bodies can be discussed sexually, but their thoughts are forbidden to have sexual thoughts. In contrast, a man's body is rarely talked about sexually but he has the freedom to think sexually. In the end, the narrative structure of this anime seems to reproduce the patriarchal system of Japanese society in the formation of gender subjectivity throughout the story.
Title: Seksualitas dalam tubuh bergender
Description:
Media populer seperti film animasi atau anime menawarkan arena kontestasi.
Penelitian ini menganalisis anime berjudul Kimi no Na Wa (2016) sebagai sebuah arena dengan melihat beberapa adegan tertentu.
Tujuannya adalah untuk melihat bagaimana subjektivitas gender dan perbedaan seksual itu dibentuk di dalam anime ini.
Dengan menggunakan metode psikoanalisis feminis film dari Laura Mulvey dan Kaja Silverman, penelitian ini menyimpulkan bahwa struktur naratif dalam anime ini masih dipengaruhi oleh male bias.
Hal ini berpengaruh pada bagaimana pembentukan subjektivitas gender yang menjadikan perempuan sebagai objek tatapan sedangkan laki-laki sebagai subjek yang menatap.
Selain itu, kamera yang bias gender berpotensi menciptakan tatapan yang sama dari penonton (terutama laki-laki heterseksual) kepada karakter perempuan.
Ketika Taki bertransgresi ke tubuh Mitsuha, ia melakukan bentuk fetis untuk memuaskan hasratnya pada tubuh perempuan.
Tetapi sebaliknya, ketika Mitsuha yang berada di tubuh Taki, hampir tidak adegan yang menunjukkan secara langsung bentuk fetis yang dilakukan perempuan terhadap tubuh laki-laki.
Hal ini dimungkinkan karena tubuh perempuan bisa dibicarakan secara seksual namun pemikirannya dilarang untuk berpikiran seksual.
Sebaliknya, tubuh laki-laki jarang untuk dibicarakan secara seksual tapi ia memiliki kebebasan untuk berpikir secara seksual.
Pada akhirnya, struktur naratif anime ini seolah mereproduksi sistem patriarki masyarakat Jepang dalam pembentukan subjektivitas gender di sepanjang cerita.
AbstractPopular media such as animation or anime offer a contested arena.
This study analyzes the anime titled Kimi no Na Wa (2016) as an arena by looking at certain scenes.
The aim is to see how gender subjectivity and sexual differences are formed in this anime.
Using the film feminist psychoanalysis method from Laura Mulvey and Kaja Silverman, this study concludes that the narrative structure in this anime is still influenced by male bias.
This has an effect on how the formation of gender subjectivity which makes women as the to be looked at while men as the bearer of the looking.
In addition, gender-biased cameras have the potential to create the same gaze from the audience (especially male heterosexual) towards female characters.
When Taki transgresses into Mitsuha's body, she performs a fetish form to satisfy her desires for a woman's body.
But on the contrary, when Mitsuha was in Taki's body, there was hardly a scene that directly shows the fetish form that women do to a man's body.
This is possible because women's bodies can be discussed sexually, but their thoughts are forbidden to have sexual thoughts.
In contrast, a man's body is rarely talked about sexually but he has the freedom to think sexually.
In the end, the narrative structure of this anime seems to reproduce the patriarchal system of Japanese society in the formation of gender subjectivity throughout the story.
Related Results
FILM KUCUMBU TUBUH INDAHKU DALAM PERSPEKTIF FENOMENOLOGI TUBUH MERLEAU-PONTY
FILM KUCUMBU TUBUH INDAHKU DALAM PERSPEKTIF FENOMENOLOGI TUBUH MERLEAU-PONTY
Abstrak: Penelitian ini berangkat dari permasalahan relasi tubuh dan jiwa yang telah diperdebatkan selama berabad-abad oleh para pemikir Barat. Salah satu film yang cukup menyita p...
ANALISIS KEMAMPUAN SPASIAL MATEMATIS DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER SISWA MADRASAH ALIYAH
ANALISIS KEMAMPUAN SPASIAL MATEMATIS DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER SISWA MADRASAH ALIYAH
Kemampuan spasial matematis merupakan satu di antara hal penting dalam pembelajaran matematika. Dengan kemampuan ini akan memudahkan siswa dalam proses belajar mengajar pada mater...
AMBIGUITAS TUBUH PEREMPUAN DALAM PRAKTIK SURROGATE MOTHER DALAM NOVEL A HOUSE FOR HAPPY MOTHER KARYA AMULYA MALLADI
AMBIGUITAS TUBUH PEREMPUAN DALAM PRAKTIK SURROGATE MOTHER DALAM NOVEL A HOUSE FOR HAPPY MOTHER KARYA AMULYA MALLADI
The research was aimed at describing the ambiguity of women’s bodies involved in surrogate motherhood in the novel "A House for Happy Mothers" by Amulya Malladi. The theory in this...
Pengetahuan Siswa SD Mengenai Seksualitas dan Variabel yang Memengaruhinya
Pengetahuan Siswa SD Mengenai Seksualitas dan Variabel yang Memengaruhinya
Abstrak
Penelitian ini bertujuan menjelaskan hubungan pendidikan seks dalam keluarga dan akses informasi melalui media sosial dengan pengetahuan mengenai seksualitas. Penelitian i...
Implementasi Pendidikan Seksualitas PAUD Berbasis Agama
Implementasi Pendidikan Seksualitas PAUD Berbasis Agama
This article reviews the literature on the Implementation of Faith-Based Sexuality Education focusing on Early Childhood Education (ECED) schools in Indonesia. This systematic lite...
Seksualitas: Media Pemuasan Hasrat (Perspektif Kosmologi Hindu)
Seksualitas: Media Pemuasan Hasrat (Perspektif Kosmologi Hindu)
Seksualitas adalah komponen identitas personal individu yang tidak terpisahkan dan berkembang dan semakin matang sepanjang kehidupan individu. Seksualitas tidak sama dengan seks. S...
REPRESENTASI SEKSUALITAS DALAM MUSIC VIDEO HYUNA LIP & HIP
REPRESENTASI SEKSUALITAS DALAM MUSIC VIDEO HYUNA LIP & HIP
Ketidakadilan representasi perempuan dapat dilihat pada Music Video Hyuna yang berjudul Lip & Hip. Tatapan laki-laki atau male gaze sebagai penonton membangun fantasi terhadap ...
Penciptaan Teater Tubuh
Penciptaan Teater Tubuh
ABSTRACT The  process  of creative  of theatrical  body is an offer of renewal  theatre  by exploring and processing  the body, which become the main  key in theatre pro...

