Javascript must be enabled to continue!
TOKOH BHIMA DALAM ARKEOLOGI KLASIK
View through CrossRef
Tokoh Bhima memang dapat ditinjau dari bermacam-macam segi. Lebih-lebih tanya-jawab antara Bhima dan Dewaruci merupakan sumber kawruh kasampurnan (ilmu kesempurnaan) bagi orang Jawa. Sekarang ini Ibu Sumarti Suprayitno menguraikan tokoh Bhima dalam kaitannya dengan masyarakat sastra dan budaya Jawa. Uraian atau ceramah ini sangat menarik karena tokoh Bhima memang sudah dikenal sejak jaman dahulu, khususnya dalam sastra Jawa Kuno, baik di dalam wiracarita Mahabharata maupun di dalam cerita Nawaruci. Demikian pula lbu Sumarti Suprayitno telah berhasil membanding cerita Bhima-Dewaruci dengan motif yang sama dalam Wanaparwa, saat Markandeya mengunjungi Pandawa di hutan dan memberi berbagai wejangan kepada mereka. Markandeya menceritakan pengalamannya ketika ia masuk ke dalam perut seorang anak kecil yang duduk di atas dahan pohon beringin dan kemudian mengeluarkannya melalui mulutnya dan menyatakan bahwa ia sebenarnya adalah dewa Narayana atau Wisnu. Di dalam perut anak kecil tersebut Markandeya dapat melihat seluruh alam semesta.
Title: TOKOH BHIMA DALAM ARKEOLOGI KLASIK
Description:
Tokoh Bhima memang dapat ditinjau dari bermacam-macam segi.
Lebih-lebih tanya-jawab antara Bhima dan Dewaruci merupakan sumber kawruh kasampurnan (ilmu kesempurnaan) bagi orang Jawa.
Sekarang ini Ibu Sumarti Suprayitno menguraikan tokoh Bhima dalam kaitannya dengan masyarakat sastra dan budaya Jawa.
Uraian atau ceramah ini sangat menarik karena tokoh Bhima memang sudah dikenal sejak jaman dahulu, khususnya dalam sastra Jawa Kuno, baik di dalam wiracarita Mahabharata maupun di dalam cerita Nawaruci.
Demikian pula lbu Sumarti Suprayitno telah berhasil membanding cerita Bhima-Dewaruci dengan motif yang sama dalam Wanaparwa, saat Markandeya mengunjungi Pandawa di hutan dan memberi berbagai wejangan kepada mereka.
Markandeya menceritakan pengalamannya ketika ia masuk ke dalam perut seorang anak kecil yang duduk di atas dahan pohon beringin dan kemudian mengeluarkannya melalui mulutnya dan menyatakan bahwa ia sebenarnya adalah dewa Narayana atau Wisnu.
Di dalam perut anak kecil tersebut Markandeya dapat melihat seluruh alam semesta.
Related Results
Bhima dan “Toya Pawitra” dalam Cerita Dewa Ruci
Bhima dan “Toya Pawitra” dalam Cerita Dewa Ruci
Abstract. Bhima and "Toya Pawitra" in The Dewa Ruci Story.A number of statues and also reliefs of Bhima were found at the slope of mountains nearby the terrace sanctuaries from the...
Religiusitas Bhima dalam Teks Dewa Ruci
Religiusitas Bhima dalam Teks Dewa Ruci
<p><em>The text of Dewa Ruci tells about the journey of the character Bhima in carrying out his swadarma as a student of Guru Drona to fulfill the task of finding tirth...
ANALISIS KARAKTER TOKOH UTAMA WANITA DALAM CERPEN MENDIANG KARYA S.N. RATMANA
ANALISIS KARAKTER TOKOH UTAMA WANITA DALAM CERPEN MENDIANG KARYA S.N. RATMANA
Penelitian ini membahas tentang analisis karakter tokoh utama wanita dalam cerpen Mendiang karya S.N. Ratmana. Masalah penelitian ini yaitu bagaimanakah karakter tokoh utama wanita...
KARAKTER TOKOH PADA NOVEL “DI BAWAH LANGIT” KARYA OPICK TOMBO ATI DAN TAUFIQURRAHMAN AL-AZIZY
KARAKTER TOKOH PADA NOVEL “DI BAWAH LANGIT” KARYA OPICK TOMBO ATI DAN TAUFIQURRAHMAN AL-AZIZY
Latar belakang dalam pemilihan judul ini, yaitu karena isi cerita pada novel tersebut sangat berkesan sekali bagi orang yang sudah membaca novel tersebut dan banyak orang yang meng...
PERKEMBANGAN, CABARAN DAN SUMBANGAN ARKEOLOGI AWAM DI MALAYSIA
PERKEMBANGAN, CABARAN DAN SUMBANGAN ARKEOLOGI AWAM DI MALAYSIA
Arkeologi awam di Malaysia telah berkembang dengan ketara melalui integrasi pelbagai amalan. Arkeologi awam merujuk kepada usaha untuk melibatkan masyarakat dalam pemuliharaan, men...
TOKOH PEREMPUAN DALAM CERPEN KUCING MATI KARYA AGUS FAHRI HUSEIN
TOKOH PEREMPUAN DALAM CERPEN KUCING MATI KARYA AGUS FAHRI HUSEIN
ABSTRAKMasalah dalam penelitian ini adalah tentang tokoh perempuan dan watak tokoh perempuan dalam cerita pendek berjudul “Kucing Mati†karya Agus Fahri Husein yang dimuat dala...
STRUKTUR DRAMATIK PERTUNJUKAN DRAMA KLASIK SANGGAR TEATER MINI LAKON DEWA RUCI KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI
STRUKTUR DRAMATIK PERTUNJUKAN DRAMA KLASIK SANGGAR TEATER MINI LAKON DEWA RUCI KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI
ABSTRAK
Pada dasarnya nilai pendidikan karakter mempunyai tiga bagian yang saling bekaitan, yaitu pengetahuan moral, penghayatan moral dan perilaku moral. Oleh karena...
IDENTIFIKASI TINGGALAN ARKEOLOGI PADA CERUK LOKO LEMO DI DESA POREHU
IDENTIFIKASI TINGGALAN ARKEOLOGI PADA CERUK LOKO LEMO DI DESA POREHU
Pada masa Holosen, manusia sudah mulai mengenal tempat tinggal dengan memanfaatkan gua atau ceruk sebagai tempat berlindung dari serangan musuh, binatang buas atau bencana alam. Se...

