Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

NAMA-NAMA TEMPAT MAKAN DI KABUPATEN DEMAK: BENTUK DAN REFLEKSI SOSIOKULTURAL

View through CrossRef
Bahasa mempunyai hubungan yang erat dengan kebudayaan. Peranan bahasa yang dapat mencerminkan kebudayaan dapat terwujud dari nama atau penamaan. Penamaan muncul karena adanya karakteristik yang melatar belakangi penamaan tersebut. Data dalam penelitian ini adalah nama-nama tempat makan di Kabupaten Demak. Sekurang-kurangnya terdapat 40 nama tempat makan di Kabupaten Demak. Sumber data diperoleh dari google maps dengan bantuan kata kunci “tempat makan di Demak”. Data kemudian dianalisis menggunakan teori penamaan Chaer (1995). Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif, dengan tiga alur yaitu (1) reduksi data, untuk mengklasifikasikan data nama-nama tempat makan di Kabupaten Demak. (2) penyajian data, data disajikan dengan menganalisis proses pembentukan dan makna nama-nama tempat makan di Kabupaten Demak, dan (3) penarikan simpulan, penarikan kesimpulan dilakukan untuk memahami refleksi sosiokultural pembentukan nama-nama tempat makan di Kabupaten Demak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penamaan nama tempat makan di Kabupaten Demak diklasifikasi berdasarkan beberapa kategori yang melatarbelakangi penamaan tersebut, yaitu peniruan bunyi, penyebutan bagian, penyebutan sifat khas, penemu atau pembuat, tempat asal, bahan, keserupaan, pemendekan, dan penamaan baru. Selain itu bahasa yang digunakan dalam penamaan tempat makan tersebut adalah bahasa lokal, bahasa Indonesia, dan terdapat pengaruh dari bahasa asing.
Universitas Airlangga
Title: NAMA-NAMA TEMPAT MAKAN DI KABUPATEN DEMAK: BENTUK DAN REFLEKSI SOSIOKULTURAL
Description:
Bahasa mempunyai hubungan yang erat dengan kebudayaan.
Peranan bahasa yang dapat mencerminkan kebudayaan dapat terwujud dari nama atau penamaan.
Penamaan muncul karena adanya karakteristik yang melatar belakangi penamaan tersebut.
Data dalam penelitian ini adalah nama-nama tempat makan di Kabupaten Demak.
Sekurang-kurangnya terdapat 40 nama tempat makan di Kabupaten Demak.
Sumber data diperoleh dari google maps dengan bantuan kata kunci “tempat makan di Demak”.
Data kemudian dianalisis menggunakan teori penamaan Chaer (1995).
Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif, dengan tiga alur yaitu (1) reduksi data, untuk mengklasifikasikan data nama-nama tempat makan di Kabupaten Demak.
(2) penyajian data, data disajikan dengan menganalisis proses pembentukan dan makna nama-nama tempat makan di Kabupaten Demak, dan (3) penarikan simpulan, penarikan kesimpulan dilakukan untuk memahami refleksi sosiokultural pembentukan nama-nama tempat makan di Kabupaten Demak.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penamaan nama tempat makan di Kabupaten Demak diklasifikasi berdasarkan beberapa kategori yang melatarbelakangi penamaan tersebut, yaitu peniruan bunyi, penyebutan bagian, penyebutan sifat khas, penemu atau pembuat, tempat asal, bahan, keserupaan, pemendekan, dan penamaan baru.
Selain itu bahasa yang digunakan dalam penamaan tempat makan tersebut adalah bahasa lokal, bahasa Indonesia, dan terdapat pengaruh dari bahasa asing.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Perbandingan Bentuk dan Makna Nama Tempat Di Bali Berdasarkan Prasasti Bali Kuno
Perbandingan Bentuk dan Makna Nama Tempat Di Bali Berdasarkan Prasasti Bali Kuno
Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan (1) nama tempat yang ada di Bali berdasarkan prasasti Bali Kuno, (2) perbandingan bentuk nama tempat di Bali berdasarkan prasasti Bali Ku...
Penamaan dan Makna Asosiatif Kuliner Spesifik Mie Area Malang Raya
Penamaan dan Makna Asosiatif Kuliner Spesifik Mie Area Malang Raya
Penelitian ini merupakan penelitian semantik yang membahas tentang penamaan dan makna asosiatif pada kuliner spesifik mie area Malang Raya. Tujuan dari penelitian ini yakni, mendes...
MAKNA NAMA HAJI PADA ETNIK MADURA
MAKNA NAMA HAJI PADA ETNIK MADURA
Penelitian ini dilakukan sebagai lanjutan atas hasil penelitian sebelumnya tentang bentuk-bentuk nama haji pada etnik Madura yang cenderung berupa nama-nama Nabi dalam Islam (Idris...
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESTETIKA VESPA MODIFIKASI KOMUNITAS VESPA BONDOWOSO  Syarief Abdurahman Arrahim1, I Wayan Sudiarta2, I Gst Ngr. Sura Ardana31,2,3Program Studi Pendidikan Seni RupaFakultas Ba...
Harapan Orang tua Memberi Nama Anak di Daerah Mandailing
Harapan Orang tua Memberi Nama Anak di Daerah Mandailing
Abstrak Nama merupakan identitas yang sangat penting karena nama merupakan atribut yang sangat pribadi, yang memiliki fungsi sebagai identifikasi seseorang. Oleh karena itu, bagi o...
Pergeseran ekoleksikon nama orang Bali: Studi kasus kajian ekolinguistik
Pergeseran ekoleksikon nama orang Bali: Studi kasus kajian ekolinguistik
Sistem penamaan manusia memiliki hubungan yang erat dengan budaya dan kebiasaan. Budaya masyarakat akan memengaruhi sistem penamaan manusia dari masa ke masa. Penelitian ini bertuj...
PROBLEMATIKA DALAM PENULISAN NAMA GEOGRAFIS BAHASA INDONESIA DAN RUSIA
PROBLEMATIKA DALAM PENULISAN NAMA GEOGRAFIS BAHASA INDONESIA DAN RUSIA
Perseteruan antara Rusia dan Ukraina dalam beberapa tahun terakhir yang memuncak pada awal tahun 2022 cukup menyita perhatian masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Masyarakat Indon...

Back to Top