Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Struktur Koreografi Tari Rara Abhinaya sebagai Tari Penyambutan Tamu Di Kabupaten Madiun

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur koreografi pada tari Rara Abhinaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian diambil dari observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan analisis data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian struktur koreografi tari Rara Abhinaya ini menunjukkan ada 24 unsur gerak (kepala, badan, tangan, dan kaki), 12 motif gerak, dan 16 ragam gerak tari, iringan gamelan lengkap laras pelog pathet 5, tata rias dengan rias korektif cantik, tata busana seperti Gambyong Pareanom hanya terdapat perbedaan Bolero dan hiasan kepala, tema mengenai kepemim­pinan Retno Djumilah, dan properti yang digunakan sampur. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru maupun peneliti selanjutnya agar mampu mengembangkan dan melestarikan karya-karya seni daerah lainnya. Kata kunci: struktur koreografi, gerak tari, tari Rara Abhinaya Choreographic Structure of Rara Abhinaya Dance as a Guest Welcoming Dance in Madiun Regency The research aims to describe the choreographic structure of the Rara Abhinaya dance. It is a qualitative descriptive study. The data sources include observation, interviews, and documentation, with data analysis using source triangulation and technique triangulation. The results of the research on the choreographic structure of the Rara Abhinaya dance show 24 movement elements (head, body, hands, and feet), 12 movement motifs, and 16 dance movement variations, accompanied by a complete gamelan ensemble in the pelog scale, pathet 5, makeup arrangement with beautiful corrective makeup, costume arrangement similar to Gambyong Pareanom with the only difference being the Bolero and head ornaments, themed on the leadership of Retno Djumilah, and the use of a sampur as a property. The research results are expected to serve as a reference for teachers and future researchers to be able to develop and preserve other regional artistic works. Keywords: dance, structure, choreography, Rara Abhinaya dance
Title: Struktur Koreografi Tari Rara Abhinaya sebagai Tari Penyambutan Tamu Di Kabupaten Madiun
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur koreografi pada tari Rara Abhinaya.
Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.
Sumber data penelitian diambil dari observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan analisis data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik.
Hasil penelitian struktur koreografi tari Rara Abhinaya ini menunjukkan ada 24 unsur gerak (kepala, badan, tangan, dan kaki), 12 motif gerak, dan 16 ragam gerak tari, iringan gamelan lengkap laras pelog pathet 5, tata rias dengan rias korektif cantik, tata busana seperti Gambyong Pareanom hanya terdapat perbedaan Bolero dan hiasan kepala, tema mengenai kepemim­pinan Retno Djumilah, dan properti yang digunakan sampur.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru maupun peneliti selanjutnya agar mampu mengembangkan dan melestarikan karya-karya seni daerah lainnya.
Kata kunci: struktur koreografi, gerak tari, tari Rara Abhinaya Choreographic Structure of Rara Abhinaya Dance as a Guest Welcoming Dance in Madiun Regency The research aims to describe the choreographic structure of the Rara Abhinaya dance.
It is a qualitative descriptive study.
The data sources include observation, interviews, and documentation, with data analysis using source triangulation and technique triangulation.
The results of the research on the choreographic structure of the Rara Abhinaya dance show 24 movement elements (head, body, hands, and feet), 12 movement motifs, and 16 dance movement variations, accompanied by a complete gamelan ensemble in the pelog scale, pathet 5, makeup arrangement with beautiful corrective makeup, costume arrangement similar to Gambyong Pareanom with the only difference being the Bolero and head ornaments, themed on the leadership of Retno Djumilah, and the use of a sampur as a property.
The research results are expected to serve as a reference for teachers and future researchers to be able to develop and preserve other regional artistic works.
Keywords: dance, structure, choreography, Rara Abhinaya dance.

Related Results

Optimalisasi Pendistribusian Zakat dalam Meningkatkan Kesejahteraan Mustahik di BAZNAS Kabupaten Madiun
Optimalisasi Pendistribusian Zakat dalam Meningkatkan Kesejahteraan Mustahik di BAZNAS Kabupaten Madiun
Zakat is a potential resource for Muslim development. There are many zakat management institutions. However, many of them are still not optimal in their distribution. One of them i...
ELEMEN ESTETIS KOREOGRAFI TARI CANG-CANG DI KAYUAGUNG KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR
ELEMEN ESTETIS KOREOGRAFI TARI CANG-CANG DI KAYUAGUNG KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR
Abstrak Tari Cang-Cang merupakan tarian khusus dalam upacara adat perkawinan yang diperuntukan bagi kedua belah mempelai yang ada di Kayuagung. Elemen estetis koreografi tari Cang...
KREATIVITAS JONET SRI KUNCORO DALAM KARYA TARI AMBABAR BATIK
KREATIVITAS JONET SRI KUNCORO DALAM KARYA TARI AMBABAR BATIK
Abstrak Karya Tari Ambabar Batik merupakan koreografi kelompok yang terinspirasi dari corak – corak kain Batik. Peemasalahan yang diambil adalah elemen-elemen koreografi Karya T...
Implementasi Rancangan Pendeteksi Gempa Bumi Menggunakan Android Dan Arduino
Implementasi Rancangan Pendeteksi Gempa Bumi Menggunakan Android Dan Arduino
Desa Lau Gumba merupakan Desa yang terletak di Kecamatan Brastagi Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara yang cukup di kenal karena memiliki objek wisata yang cukup menarik untuk d...
REKONSTRUKSI TARI BEDHAYA SUKOHARJO OLEH M. TH. SRI MULYANI
REKONSTRUKSI TARI BEDHAYA SUKOHARJO OLEH M. TH. SRI MULYANI
Artikel ini dimaksudkan untuk menjelaskan bahwa Rekonstruksi tari Bedhaya Sukoharjo oleh M.Th. Sri Mulyani yang fungsinya sebagai penyambutan tamu resmi, telah mengalami rekonstruk...
PRESENTATION FORM OF MAYANG RONTEK DANCE BY SETU AS A GUEST WELCOMING DANCE (CEREMONIAL) IN MOJOKERTO DISTRICT
PRESENTATION FORM OF MAYANG RONTEK DANCE BY SETU AS A GUEST WELCOMING DANCE (CEREMONIAL) IN MOJOKERTO DISTRICT
Penelitian ini berfokus pada bagaimana bentuk penyajian dan fungsi Tari Mayang Rontek sebagai tari penyambutan tamu (Seremonial) di Kabupaten Mojokerto. Tujuan penelitian ini untuk...
ANALISIS KOREOGRAFI TARI PEUMULIA JAMEE CIPTAAN YUSLIZAR SEBAGAI TARI PENYAMBUTAN DI SANGGAR CUT NYAK DHIEN PROVINSI ACEH
ANALISIS KOREOGRAFI TARI PEUMULIA JAMEE CIPTAAN YUSLIZAR SEBAGAI TARI PENYAMBUTAN DI SANGGAR CUT NYAK DHIEN PROVINSI ACEH
Tujuan penelitian ini mengkaji tentang analisis koreografi Tari Peumulia Jamee diciptaan Yulizar, seorang koreografer yang berasal dari Sanggar Cut Nyak Dhien Banda Aceh. Tari ini ...
KOREOGRAFI RASA GUNDAH GEOMETRIS KARYA EKO SUPENDI
KOREOGRAFI RASA GUNDAH GEOMETRIS KARYA EKO SUPENDI
Abstrak Rasa Gundah Geometris karya Eko Supendi merupakan koreografi kelompok pengembangandari koreografi Daun Kelor. Permasalahan yang diambil adalahelemen-elemen koreografi Rasa...

Back to Top