Javascript must be enabled to continue!
PENGARUH KARAKTERISTIK BERAS TERHADAP HARGA BERAS DI KOTA TARAKAN
View through CrossRef
Ketersediaan beras sebagai komoditas pangan yang cukup baik secara kuantitas maupun kualitas, aman, beragam, bergizi, merata dan terjangkau merupakan persyaratan penting dalam terwujudnya ketahanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk :1) Mengetahui mutu karakteristik beras di Kota Tarakan; 2) Mengetahui pengaruh karakteristik beras terhadap harga beras di Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Guser Kota Tarakan. Responden berjumlah 90 yang ditentukan dengan metode Accident Sampling.nMetode analisis yang digunakan adalah kualitatif (deskriptif) dan kuantitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk menjelaskan karakteristik kualitas beras yang meliputi butir menir, butir patah, butir merah, butir rusak, butir mengapur, benda asing dan butir kepala. Sedangkan analisis kuantitatif menggunakan analisis regresi yang digunakan melihat pengaruh karakteristik beras terhadap harga jual beras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa butir menir, butir merah dan butir rusak rata-rata memenuhi standar mutu SNI, sedangkan benda asing, butir patah, butir mengapur dan butir kepala rata-rata dibawah standar mutu SNI. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa variabel butir menir, butr merah, butir rusak, butir patah, butir mengapur dan butir kepala berpengaruh signifikan terhadap harga beras, sedangkan butir patah dan benda asing tidak berpengaruh signifikan terhadap harga beras.
Title: PENGARUH KARAKTERISTIK BERAS TERHADAP HARGA BERAS DI KOTA TARAKAN
Description:
Ketersediaan beras sebagai komoditas pangan yang cukup baik secara kuantitas maupun kualitas, aman, beragam, bergizi, merata dan terjangkau merupakan persyaratan penting dalam terwujudnya ketahanan pangan.
Penelitian ini bertujuan untuk :1) Mengetahui mutu karakteristik beras di Kota Tarakan; 2) Mengetahui pengaruh karakteristik beras terhadap harga beras di Kota Tarakan.
Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Guser Kota Tarakan.
Responden berjumlah 90 yang ditentukan dengan metode Accident Sampling.
nMetode analisis yang digunakan adalah kualitatif (deskriptif) dan kuantitatif.
Analisis kualitatif digunakan untuk menjelaskan karakteristik kualitas beras yang meliputi butir menir, butir patah, butir merah, butir rusak, butir mengapur, benda asing dan butir kepala.
Sedangkan analisis kuantitatif menggunakan analisis regresi yang digunakan melihat pengaruh karakteristik beras terhadap harga jual beras.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa butir menir, butir merah dan butir rusak rata-rata memenuhi standar mutu SNI, sedangkan benda asing, butir patah, butir mengapur dan butir kepala rata-rata dibawah standar mutu SNI.
Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa variabel butir menir, butr merah, butir rusak, butir patah, butir mengapur dan butir kepala berpengaruh signifikan terhadap harga beras, sedangkan butir patah dan benda asing tidak berpengaruh signifikan terhadap harga beras.
Related Results
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
ANALISIS KORELASI ANTARA JUMLAH PENDUDUK DENGAN IMPOR BERAS INDONESIA
ANALISIS KORELASI ANTARA JUMLAH PENDUDUK DENGAN IMPOR BERAS INDONESIA
Perkembangan impor beras di Indonesia sudah dimulai pada awal kemerdekaan yaitu pada 1945 sampai 1960. Impor beras Indonesia mencapai 0,3 sampai 1 juta ton per tahun. Setelah itu t...
Analisis Permintaan Beras di Provinsi Maluku Utara
Analisis Permintaan Beras di Provinsi Maluku Utara
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis : (1). perkembangan harga beras, pendapatan masyarakat, dan jumlah penduduk serta permintaan konsumsi beras di Provinsi ...
Perbandingan Kadar Pati pada Beras Coklat Dibandingkan dengan Beras Putih Menggunakan Uji Iodida
Perbandingan Kadar Pati pada Beras Coklat Dibandingkan dengan Beras Putih Menggunakan Uji Iodida
Kasus global menyatakan Diabetes bukan hanya penyebab kematian dini di seluruh dunia, tetapi juga penyebab utama kebutaan, penyakit jantung, dan gagal ginjal. Beras (Oryza sativa) ...
DIVERSIFIKASI KONSUMSI PANGAN BERBASIS POTENSI LOKAL KOTA TARAKAN
DIVERSIFIKASI KONSUMSI PANGAN BERBASIS POTENSI LOKAL KOTA TARAKAN
Diversifikasi konsumsi pangan akan memberikan manfaat yang besar, apabila mampu menggali dan mengembangkan potensi sumber-sumber pangan lokal. Namun diversifikasi pangan pokok atau...
PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP BERAS PULEN DAN BERAS PERA DI PASAR BAUNTUNG, KOTA BANJARBARU
PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP BERAS PULEN DAN BERAS PERA DI PASAR BAUNTUNG, KOTA BANJARBARU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis beras paling banyak diminati oleh konsumen di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru (jenis beras pulen atau pera), Mendeskripsikan atribut ...
Perbandingan Kadar Pati pada Beras Merah Dibandingkan dengan Beras Putih Menggunakan Uji Iodida
Perbandingan Kadar Pati pada Beras Merah Dibandingkan dengan Beras Putih Menggunakan Uji Iodida
Diabetes Mellitus adalah penyakit yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa di dalam darah, erat kaitannya dengan mengkonsumsi karbohidrat yang berlebihan.
Karbohidrat merup...
Analisis Keunggulan Komparatif Beras Indonesia
Analisis Keunggulan Komparatif Beras Indonesia
Komoditas beras menjadi sumber pangan utama bagi 95 persen penduduk di Indonesia. Produksi padi tahun 2013 diperkirakan sebesar 70,87 juta ton gabah kering giling (GKG) setara deng...

