Javascript must be enabled to continue!
SEBARANLONGITUDINAL FITOPLANKTONDI SUNGAIMARO, KABUPATENMERAUKE, PROVINSI PAPUA
View through CrossRef
Sungai Maro merupakan salah satu sungai besar di Kabupaten Merauke, berfungsi sebagai habitat ikan hias yang bernilai ekonomis penting yaitu ikan arwana (Scleropages jardinii) dan kakap batu (Datnioide aquadraticus). Wilayah sekitar sungai merupakan rawa-rawa yang merupakan habitat ikan arwana terutama di wilayah tengah sampai hulu sungai. Fitoplankton merupakan produser dan pakan alami beberapa jenis ikan di SungaiMaro. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sebaran longitudinal fitoplankton yang ada di SungaiMaro, Kabupaten Merauke. Penelitian ini dilakukan dengan survei dan pengambilan contoh dilakukan pada bulan Desember 2007 di lima stasiun pengamatan pada lokasi pemijahan ikan arwana di ruas Sungai Maro. Parameter yang dianalisis adalah komposisijenis dan kelimpahan fitoplankton. Hasil pengamatan di lima stasiun pengamatan, ditemukan lima kelas fitoplankton yang terdiri atas kelas Chlorophyceae (14 genus), Cyanophyceae (satu genus), Bacillariophyceae (tujuh genus), Dinophyceae (dua genus), dan Euglenaphyceae (satu genus), dengan kelimpahan fitoplankton berkisar 49.294- 66.396 ind./L. Persentase fitoplankton tertinggi dari ruas atas sampai bawah adalah Staurastrum dominan dari Stasiun Barkey danWeloyah, Synedra di Stasiun Mouwer dan Toray, Ulothrix di Stasiun Kaliwanggo. Sedangkan urutan keberadaan kelas fitoplankton dari ruas atas sampai bawah di SungaiMaro adalah Chlorophyceae di StasiunBarkey, Weloyah, dan Mouwer, kemudian Bacillariophyceae di Stasiun Toray dan Chlorophyceae di Stasiun Kaliwanggo. Maro River is one of big river inMerauke Regency and serve as ornamental fish habitat of arowana (Sleropages jardinii) and Datnioides aquadraticus that economically has high value. Around of this river are wetland area that is arwana habitat mainly at middle and upper river. Phytoplankton is natural feed producer for several fishes species at Maro River. Aim of this paper was to know longitudinal distribution of phytoplankton atMaro River. The research was conducted by survey method and sampling was conducted in December 2007 at 5 sampling stations on arwana fish spawning sites located at Maro River. The parameters were analyzed include composition and abundance of phytoplankton. Result showed that at five sampling stations were found 5 classes of phytoplankton which consists of the class Chlorophyceae (14 genera), Cyanophyceae (1 genera), Bacillariophyceae (7 genera), Dinophyceae (2 genera), and Euglenaphyceae (1 genera) with the abundance of phytoplankton ranges from 49,294- 66,396 ind./L. The highest percentage of phytoplankton in each station was found from upper to lower segment was Staurastrum found at Barkey and Weloyah Synedra at Mouwer and Toray, Ulothrix at Kaliwanggo. While the presence of phytoplankton class was found from upper to lower on Maro River was Chlorophyceae at Barkey, Weloyah, andMouwer, Bacillariophyceae at Toray and Chlorophyceae at Kaliwanggo.
Agency for Marine and Fisheries Research and Development
Title: SEBARANLONGITUDINAL FITOPLANKTONDI SUNGAIMARO, KABUPATENMERAUKE, PROVINSI PAPUA
Description:
Sungai Maro merupakan salah satu sungai besar di Kabupaten Merauke, berfungsi sebagai habitat ikan hias yang bernilai ekonomis penting yaitu ikan arwana (Scleropages jardinii) dan kakap batu (Datnioide aquadraticus).
Wilayah sekitar sungai merupakan rawa-rawa yang merupakan habitat ikan arwana terutama di wilayah tengah sampai hulu sungai.
Fitoplankton merupakan produser dan pakan alami beberapa jenis ikan di SungaiMaro.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sebaran longitudinal fitoplankton yang ada di SungaiMaro, Kabupaten Merauke.
Penelitian ini dilakukan dengan survei dan pengambilan contoh dilakukan pada bulan Desember 2007 di lima stasiun pengamatan pada lokasi pemijahan ikan arwana di ruas Sungai Maro.
Parameter yang dianalisis adalah komposisijenis dan kelimpahan fitoplankton.
Hasil pengamatan di lima stasiun pengamatan, ditemukan lima kelas fitoplankton yang terdiri atas kelas Chlorophyceae (14 genus), Cyanophyceae (satu genus), Bacillariophyceae (tujuh genus), Dinophyceae (dua genus), dan Euglenaphyceae (satu genus), dengan kelimpahan fitoplankton berkisar 49.
294- 66.
396 ind.
/L.
Persentase fitoplankton tertinggi dari ruas atas sampai bawah adalah Staurastrum dominan dari Stasiun Barkey danWeloyah, Synedra di Stasiun Mouwer dan Toray, Ulothrix di Stasiun Kaliwanggo.
Sedangkan urutan keberadaan kelas fitoplankton dari ruas atas sampai bawah di SungaiMaro adalah Chlorophyceae di StasiunBarkey, Weloyah, dan Mouwer, kemudian Bacillariophyceae di Stasiun Toray dan Chlorophyceae di Stasiun Kaliwanggo.
Maro River is one of big river inMerauke Regency and serve as ornamental fish habitat of arowana (Sleropages jardinii) and Datnioides aquadraticus that economically has high value.
Around of this river are wetland area that is arwana habitat mainly at middle and upper river.
Phytoplankton is natural feed producer for several fishes species at Maro River.
Aim of this paper was to know longitudinal distribution of phytoplankton atMaro River.
The research was conducted by survey method and sampling was conducted in December 2007 at 5 sampling stations on arwana fish spawning sites located at Maro River.
The parameters were analyzed include composition and abundance of phytoplankton.
Result showed that at five sampling stations were found 5 classes of phytoplankton which consists of the class Chlorophyceae (14 genera), Cyanophyceae (1 genera), Bacillariophyceae (7 genera), Dinophyceae (2 genera), and Euglenaphyceae (1 genera) with the abundance of phytoplankton ranges from 49,294- 66,396 ind.
/L.
The highest percentage of phytoplankton in each station was found from upper to lower segment was Staurastrum found at Barkey and Weloyah Synedra at Mouwer and Toray, Ulothrix at Kaliwanggo.
While the presence of phytoplankton class was found from upper to lower on Maro River was Chlorophyceae at Barkey, Weloyah, andMouwer, Bacillariophyceae at Toray and Chlorophyceae at Kaliwanggo.
Related Results
Sexava nubila (Orthoptera: Tettigoniidae): Ledakan dan Kerusakannya pada Tanaman Kelapa Sawit / Sexava nubila (Orthoptera: Tettigoniidae): Outbreak and Its Damage on Oil palm
Sexava nubila (Orthoptera: Tettigoniidae): Ledakan dan Kerusakannya pada Tanaman Kelapa Sawit / Sexava nubila (Orthoptera: Tettigoniidae): Outbreak and Its Damage on Oil palm
<p>Oil palm (Elaeis guineensis) is one of the major estate crops in West Papua in terms of total area and production. Thousand hectares of oil palm plantations in Manokwari, ...
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INDEKS KEDALAMAN KEMISKINAN DI PROVINSI PAPUA TAHUN 2017 – 2022
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INDEKS KEDALAMAN KEMISKINAN DI PROVINSI PAPUA TAHUN 2017 – 2022
Abstrak
Provinsi Papua memiliki beragam potensi yang dapat menunjang perekonomian. Akan tetapi, Provinsi Papua masih belum mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki ditandai oleh ...
Seeking for Recovering Their Identity: The Melanesian-Papua Treading Returning Roadmap
Seeking for Recovering Their Identity: The Melanesian-Papua Treading Returning Roadmap
The study describes 5 main areas, namely, (1)"Hidden Structure" that in the Social Meaning of Melanesian-Papua Cultural highlights Papuanistiecs and Melanesianology; (2) The Presti...
Implementasi Kebijakan Bangga Papua (Bangun Generasi dan Keluarga Papua Sejahtera) di Kabupaten Asmat Provinsi Papua
Implementasi Kebijakan Bangga Papua (Bangun Generasi dan Keluarga Papua Sejahtera) di Kabupaten Asmat Provinsi Papua
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis dan mendeskripsikan tentang implementasi kebijakan BANGGA Papua (Bangun Generasi dan Keluarga Papua Sejahtera) di Kabupaten ...
Analisis Terhadap Inpres Nomor 9 Tahun 2020 dalam Kaitannya Penyelenggaraan PON Papua 2021
Analisis Terhadap Inpres Nomor 9 Tahun 2020 dalam Kaitannya Penyelenggaraan PON Papua 2021
Salah satu kebijakan pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat di Papua adalah dengan dikeluarkannya Intruksi Presiden Nomor 9 tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahte...
Analisis Terhadap Inpres Nomor 9 Tahun 2020 dalam Kaitannya Penyelenggaraan PON Papua 2021
Analisis Terhadap Inpres Nomor 9 Tahun 2020 dalam Kaitannya Penyelenggaraan PON Papua 2021
Salah satu kebijakan pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat di Papua adalah dengan dikeluarkannya Intruksi Presiden Nomor 9 tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahte...
BABI DALAM BUDAYA PAPUA (Pig in The Papua Culture)
BABI DALAM BUDAYA PAPUA (Pig in The Papua Culture)
The pig is an integral part of the culture in the highlands of Papua. Nevertheless, to this day still happening cross of opinion among experts about when the first swine entered in...
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN BANGGA PAPUA (BANGUN GENERASI DAN KELUARGA PAPUA SEJAHTERA) DI KABUPATEN ASMAT PROVINSI PAPUA
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN BANGGA PAPUA (BANGUN GENERASI DAN KELUARGA PAPUA SEJAHTERA) DI KABUPATEN ASMAT PROVINSI PAPUA
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui implementasi kebijakan BANGGA Papua di kabupaten Asmat Provinsi Papua. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif de...

