Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pustulosis Eksantema Generalisata Akut

View through CrossRef
Abstract: Acute generalised exanthematous pustulosis (AGEP) is a variant of severe drug allergic eruption that usually occurs very acutely (one day after antibiotic consumption, with a mean of 11 days in other cases), associated with fever. Early lesions are edematous and erythemaous patches followed by nonfollicular pustules. Laboratory examination showed leukocytosis dominated by neutrophils, occasionally by eosinophils. We reported a female of 64 years old with AGEP in the arms, neck, chest, back, and thighs that occurred one day after consumption of a decongestant drug, that became worsened with the eruption of pustules associated with fever one day after consumption of tetracycline, paracetamol, and diphenhydramine. Dermatological status showed nonfollicular pustules on erythematous skin, either discrete or confluenced. Gram examination of the pustules revealed PMN leucocytes. Routine blood examination showed leukocytosis 20,200/mm3. Blood smear showed eosinophil 0%, basophil 0.1%, neutrophil 90.4%, lymphocyte 7.3%, and monocyte 2.2%. Moreover, IgE total was 2,930 IU/ml. The patient was treated with methylprednisolon 62.5 mg intravenous and then the dose was tappered gradually. The patient improved at days 10 followed by desquamation. Conclusion: In this case, diagnosis of AGEP was based on anamnesis, physical examination, and other supporting tests. Steroid therapy resulted in satisfying improvement.Keywords: AGEP, allergic drug eruptionAbstrak: Pustulosis eksantema generalisata akut (PEGA) adalah varian erupsi alergi obat tipe berat. Erupsi PEGA biasanya terjadi tiba-tiba (satu hari setelah mengonsumsi antibiotik, rerata 11 hari pada kasus lainnya), dan disertai demam. Lesi awal berupa bercak merah yang diikuti munculnya pustul nonfolikular pada kulit yang eritematosa dan edematosa. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan leukositosis dengan dominasi neutrofil, kadang eosinofil. Kami melaporkan kasus PEGA pada seorang perempuan, 64 tahun di daerah lengan, leher, dada, punggung, dan paha yang timbul sejak satu hari setelah mengonsumsi obat pilek. Keluhan semakin parah dengan munculnya bintil bernanah disertai demam sehari setelah mengonsumsi tetrasiklin, parasetamol, dan difenhidramin. Status dermatologik didapatkan pustul nonfolikular di atas kulit yang eritematosa, sebagian pustul diskret dan sebagian kecil berkonflues. Pemeriksaan Gram dari cairan pustul mendapatkan leukosit PMN. Pemeriksaan darah rutin memperlihatkan: leukosit 20.200/mm3. Apusan darah tepi didapatkan: eosinofil 0%, basofil 0,1%, neutrofil 90,4%, limfosit 7,3%, monosit 2,2%. Pemeriksaan IgE total 2.930 IU/ml. Pasien diterapi metilprednisolon 62,5 mg intravena, selanjutnya dosis diturunkan secara bertahap. Perbaikan pasien tampak pada hari perawatan ke-10 diikuti terjadinya deskuamasi. Simpulan: Telah dilaporkan kasus PEGA dengan diagnosis ditegakkan berdasar anamnesis, pemeriksaan fisik, dan penunjang. Terapi steroid menunjukkan hasil yang memuaskanKata kunci: pustulosis eksantema generalisata akut, erupsi alergi obat
Title: Pustulosis Eksantema Generalisata Akut
Description:
Abstract: Acute generalised exanthematous pustulosis (AGEP) is a variant of severe drug allergic eruption that usually occurs very acutely (one day after antibiotic consumption, with a mean of 11 days in other cases), associated with fever.
Early lesions are edematous and erythemaous patches followed by nonfollicular pustules.
Laboratory examination showed leukocytosis dominated by neutrophils, occasionally by eosinophils.
We reported a female of 64 years old with AGEP in the arms, neck, chest, back, and thighs that occurred one day after consumption of a decongestant drug, that became worsened with the eruption of pustules associated with fever one day after consumption of tetracycline, paracetamol, and diphenhydramine.
Dermatological status showed nonfollicular pustules on erythematous skin, either discrete or confluenced.
Gram examination of the pustules revealed PMN leucocytes.
Routine blood examination showed leukocytosis 20,200/mm3.
Blood smear showed eosinophil 0%, basophil 0.
1%, neutrophil 90.
4%, lymphocyte 7.
3%, and monocyte 2.
2%.
Moreover, IgE total was 2,930 IU/ml.
The patient was treated with methylprednisolon 62.
5 mg intravenous and then the dose was tappered gradually.
The patient improved at days 10 followed by desquamation.
Conclusion: In this case, diagnosis of AGEP was based on anamnesis, physical examination, and other supporting tests.
Steroid therapy resulted in satisfying improvement.
Keywords: AGEP, allergic drug eruptionAbstrak: Pustulosis eksantema generalisata akut (PEGA) adalah varian erupsi alergi obat tipe berat.
Erupsi PEGA biasanya terjadi tiba-tiba (satu hari setelah mengonsumsi antibiotik, rerata 11 hari pada kasus lainnya), dan disertai demam.
Lesi awal berupa bercak merah yang diikuti munculnya pustul nonfolikular pada kulit yang eritematosa dan edematosa.
Pemeriksaan laboratorium menunjukkan leukositosis dengan dominasi neutrofil, kadang eosinofil.
Kami melaporkan kasus PEGA pada seorang perempuan, 64 tahun di daerah lengan, leher, dada, punggung, dan paha yang timbul sejak satu hari setelah mengonsumsi obat pilek.
Keluhan semakin parah dengan munculnya bintil bernanah disertai demam sehari setelah mengonsumsi tetrasiklin, parasetamol, dan difenhidramin.
Status dermatologik didapatkan pustul nonfolikular di atas kulit yang eritematosa, sebagian pustul diskret dan sebagian kecil berkonflues.
Pemeriksaan Gram dari cairan pustul mendapatkan leukosit PMN.
Pemeriksaan darah rutin memperlihatkan: leukosit 20.
200/mm3.
Apusan darah tepi didapatkan: eosinofil 0%, basofil 0,1%, neutrofil 90,4%, limfosit 7,3%, monosit 2,2%.
Pemeriksaan IgE total 2.
930 IU/ml.
Pasien diterapi metilprednisolon 62,5 mg intravena, selanjutnya dosis diturunkan secara bertahap.
Perbaikan pasien tampak pada hari perawatan ke-10 diikuti terjadinya deskuamasi.
Simpulan: Telah dilaporkan kasus PEGA dengan diagnosis ditegakkan berdasar anamnesis, pemeriksaan fisik, dan penunjang.
Terapi steroid menunjukkan hasil yang memuaskanKata kunci: pustulosis eksantema generalisata akut, erupsi alergi obat.

Related Results

Psoriasis Pustular Generalisata yang Diterapi dengan Kortikosteroid Sistemik
Psoriasis Pustular Generalisata yang Diterapi dengan Kortikosteroid Sistemik
Psoriasis pustular generalisata atau yang sering juga disebut Von Zumbusch merupakan bentuk psoriasis inflamatori yang jarang terjadi dan secara klinis berkarakteristik demam yang ...
Gambaran Derajat Dehidrasi dan Gangguan Fungsi Ginjal pada Diare Akut
Gambaran Derajat Dehidrasi dan Gangguan Fungsi Ginjal pada Diare Akut
Latar belakang. Diare akut merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup banyak ditemukan pada bayi dan anak. Gejala utamanya dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh sehin...
OTITIS MEDIA AKUT DENGAN KOMPLIKASI MASTOIDITIS AKUT DAN LABIRINTITIS AKUT PADA DEWASA
OTITIS MEDIA AKUT DENGAN KOMPLIKASI MASTOIDITIS AKUT DAN LABIRINTITIS AKUT PADA DEWASA
Otitis media akut (OMA) merupakan penyakit infeksi pada telinga tengah yang disebabkan oleh bakteri. Walaupun OMA paling sering terjadi pada usia 6 bulan sampai 3 tahun, tetapi dap...
APLIKASI SIHEPA (SIAGA HEPATITIS AKUT) PADA ANAK SEKOLAH
APLIKASI SIHEPA (SIAGA HEPATITIS AKUT) PADA ANAK SEKOLAH
Kasus dugaan hepatitis akut saat ini sudah memasuki wilayah Indonesia.WHO (World Health Organization) menetapkan kasus Hepatitis Akut ini sebagai Kejadian Luar Biasa. Untuk mencega...
Safra Kesesi ve Safra Yolu İnfeksiyöz Hastalıkları
Safra Kesesi ve Safra Yolu İnfeksiyöz Hastalıkları
Safra kesesi ve safra yolu enfeksiyon hastalıkları, özellikle akut kolesistit ve akut kolanjit gibi durumları içerir. Akut kolesistit, safra kesesinin ani iltihaplanmasıdır ve gene...
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN PADA PASIEN POST OPERASI APENDISITIS DENGAN MASALAH NYERI AKUT
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN PADA PASIEN POST OPERASI APENDISITIS DENGAN MASALAH NYERI AKUT
Latar Belakang: Apendisitis merupakan peradangan pada apendiks (Umbai cacing). Salah satu penatalaksanaan apendisitis adalah dengan pembedahan apendiktomi. Keluhan yang sering timb...
Bulantı ve Kusma ile Kendini Gösteren İki Rabdomiyoliz Vakası
Bulantı ve Kusma ile Kendini Gösteren İki Rabdomiyoliz Vakası
Çok farklı nedenlerden kaynaklanabilen rabdomiyolizin travmalara bağlı olarak da görülebildiği kanıtlanmıştır. Şiddetli fiziki saldırılar sonrasında rabdomiyoliz ile ilişkili akut ...

Back to Top