Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGEMBANGAN DESA WISATA EDUKASI INTERNET MARKETING DENGAN COMMUNITY BASED TOURISM DI KECAMATAN WAY RATAI, PESAWARAN, LAMPUNG [DEVELOPMENT OF EDUCATION TOURISM VILLAGE ON INTERNET MARKETING WITH COMMUNITY BASED TOURISM IN WAY RATAI, PESAWARAN, LAMPUNG]

View through CrossRef
<p>This Community Service Activity aims to develop a sustainable tourism competitiveness using the Community Based Tourism (CBT) model as a tourism strategic initiative that is able to accommodate economic, social, cultural and environmental benefits in a tourist destination. The CBT model offered is to converge Adventure Travel, Cultural Tourism, Ecotourism and Collaborative Information Technology into one unified tourism service, namely the Internet Marketing Educational Tourism Village. In addition, SD-Logic principles are also put forward where during the development of tourist villages, the service team always collaborates with many parties, including looking for a team of mobilizers or local heroes who have the power to mobilize and inspire the community. This community service activity is divided into three stages: (1) Mapping of Village Potential Landscapes, (2) Development of Tourism and Entrepreneurship Orientation, and (3) Development of Mindset, Skills and Mastery of Digital Economy Tools, which are divided into 6 main activities, and all of which can be implemented and get good results in terms of increasing knowledge and expertise. The results of this community service activity is the concept of an internet marketing educational tourism village with community based-tourism can be accepted and started to be implemented in the locus village. In the future, the PkM IIB Darmajaya team together with relevant stakeholders will collaboratively and participatively form a locus village tourism master plan so that it can be used as a guide for the direction of tourism village development.</p><p><strong>BAHASA INDONESIA ABSTRACT:</strong> Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk bertujuan untuk mengembangkan suatu daya saing kepariwisataan yang berkelanjutan dengan menggunakan model Community based Tourism (CBT) sebagai salah satu inisiatif strategi wisata yang mampu mengakomodir keuntungan ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan disuatu destinasi wisata. Model CBT yang ditawarkan adalah dengan mengkonvergensikan <em>Adventure Travel, Cultural Tourism, Ecotourism</em> dan <em>Collaborative Information Technology</em> menjadi satu kesatuan layanan kepariwisataan yaitu Desa Wisata Edukasi Internet Marketing. Selain itu juga prinsip-prinsip SD- Logic juga dikedepankan dimana pada saat pengembangan desa wisata, tim pengabdi selalu melakukan kolaborasi dengan banyak pihak termasuk mencari tim penggerak atau <em>local hero</em> daerah yang memiliki kekuatan untuk memobilisasi dan menginspirasi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terbagi menjadi tiga tahap yaitu (1) Pemetaan Bentang Potensi Desa, (2) Pengembangan Orientasi Kepariwisataan dan Kewirausahaan,  (3) Pengembangan Mindset, Skill dan Penguasaan Tools Digital Economy, yang dibagi menjadi 6 kegiatan utama, dan kesemuanya bisa terlaksana serta mendapatkan hasil yang baik dari sisi peningkatan pengetahuan dan keahlian. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah, Konsep desa wisata edukasi internet marketing dengan community based tourism dapat diterima dan mulai diimplementasikan di desa lokus walaupun masih perlu pendampingan lebih lanjut dan perlu melibatkan stakeholder pentahelix lainnya, Desa wisata juga perlu mengedepankan pengembangan paket wisata, dibandingkan penjualan tiket untuk masuk ke obyek wisata, karena lebih menguntungkan dan mampu mengendalikan eksternalitas dunia pariwisata dan untuk dapat efektif mengimplementasikan desa wisata edukasi internet marketing diperlukan tim penggerak awal yang akan menjadi local hero untuk dapat merubah mindset masyarakat desa. Kedepannya tim PkM IIB Darmajaya bersama dengan stakeholder terkait akan secara kolaboratif dan partisipatif membentuk masterplan kepariwisataan desa lokus sehingga dapat dijadikan pedoman arah pengembangan desa wisata.</p>
Title: PENGEMBANGAN DESA WISATA EDUKASI INTERNET MARKETING DENGAN COMMUNITY BASED TOURISM DI KECAMATAN WAY RATAI, PESAWARAN, LAMPUNG [DEVELOPMENT OF EDUCATION TOURISM VILLAGE ON INTERNET MARKETING WITH COMMUNITY BASED TOURISM IN WAY RATAI, PESAWARAN, LAMPUNG]
Description:
<p>This Community Service Activity aims to develop a sustainable tourism competitiveness using the Community Based Tourism (CBT) model as a tourism strategic initiative that is able to accommodate economic, social, cultural and environmental benefits in a tourist destination.
The CBT model offered is to converge Adventure Travel, Cultural Tourism, Ecotourism and Collaborative Information Technology into one unified tourism service, namely the Internet Marketing Educational Tourism Village.
In addition, SD-Logic principles are also put forward where during the development of tourist villages, the service team always collaborates with many parties, including looking for a team of mobilizers or local heroes who have the power to mobilize and inspire the community.
This community service activity is divided into three stages: (1) Mapping of Village Potential Landscapes, (2) Development of Tourism and Entrepreneurship Orientation, and (3) Development of Mindset, Skills and Mastery of Digital Economy Tools, which are divided into 6 main activities, and all of which can be implemented and get good results in terms of increasing knowledge and expertise.
The results of this community service activity is the concept of an internet marketing educational tourism village with community based-tourism can be accepted and started to be implemented in the locus village.
In the future, the PkM IIB Darmajaya team together with relevant stakeholders will collaboratively and participatively form a locus village tourism master plan so that it can be used as a guide for the direction of tourism village development.
</p><p><strong>BAHASA INDONESIA ABSTRACT:</strong> Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk bertujuan untuk mengembangkan suatu daya saing kepariwisataan yang berkelanjutan dengan menggunakan model Community based Tourism (CBT) sebagai salah satu inisiatif strategi wisata yang mampu mengakomodir keuntungan ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan disuatu destinasi wisata.
Model CBT yang ditawarkan adalah dengan mengkonvergensikan <em>Adventure Travel, Cultural Tourism, Ecotourism</em> dan <em>Collaborative Information Technology</em> menjadi satu kesatuan layanan kepariwisataan yaitu Desa Wisata Edukasi Internet Marketing.
Selain itu juga prinsip-prinsip SD- Logic juga dikedepankan dimana pada saat pengembangan desa wisata, tim pengabdi selalu melakukan kolaborasi dengan banyak pihak termasuk mencari tim penggerak atau <em>local hero</em> daerah yang memiliki kekuatan untuk memobilisasi dan menginspirasi masyarakat.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terbagi menjadi tiga tahap yaitu (1) Pemetaan Bentang Potensi Desa, (2) Pengembangan Orientasi Kepariwisataan dan Kewirausahaan,  (3) Pengembangan Mindset, Skill dan Penguasaan Tools Digital Economy, yang dibagi menjadi 6 kegiatan utama, dan kesemuanya bisa terlaksana serta mendapatkan hasil yang baik dari sisi peningkatan pengetahuan dan keahlian.
Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah, Konsep desa wisata edukasi internet marketing dengan community based tourism dapat diterima dan mulai diimplementasikan di desa lokus walaupun masih perlu pendampingan lebih lanjut dan perlu melibatkan stakeholder pentahelix lainnya, Desa wisata juga perlu mengedepankan pengembangan paket wisata, dibandingkan penjualan tiket untuk masuk ke obyek wisata, karena lebih menguntungkan dan mampu mengendalikan eksternalitas dunia pariwisata dan untuk dapat efektif mengimplementasikan desa wisata edukasi internet marketing diperlukan tim penggerak awal yang akan menjadi local hero untuk dapat merubah mindset masyarakat desa.
Kedepannya tim PkM IIB Darmajaya bersama dengan stakeholder terkait akan secara kolaboratif dan partisipatif membentuk masterplan kepariwisataan desa lokus sehingga dapat dijadikan pedoman arah pengembangan desa wisata.
</p>.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., &amp; Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PENGEMBANGAN DESA WISATA GONDANG SEBAGAI WISATA EDUKASI DI KECAMATAN LIMBANGAN KABUPATEN KENDAL
PENGEMBANGAN DESA WISATA GONDANG SEBAGAI WISATA EDUKASI DI KECAMATAN LIMBANGAN KABUPATEN KENDAL
Desa Gondang Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal, adalah salah satu desa yang berpotensi untuk dikembangan menjadi Desa Wisata sebagai Wisata Edukasi. Kekuatan daya tarik yang dim...
UPAYA PENINGKATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PENGELOLAAN DANA DESA DALAM MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT
UPAYA PENINGKATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PENGELOLAAN DANA DESA DALAM MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT
Abstrak UU No. 19 Tahun 2023 tentang APBN dan Permendes No. 7 Tahun 2023 tentang Rincian Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2024 mencakup Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 202...
Upaya Peningkatan Fasilitas Wisata di Desa Wisata Dayeuhkolot, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang
Upaya Peningkatan Fasilitas Wisata di Desa Wisata Dayeuhkolot, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang
Modern lifestyle trends have significantly increased public interest in travel, driving a rise in tourist visits to both regional and international destinations. This growing deman...
Peran Pemerintah Desa Bukit Batu Dalam Pengembangan Desa Wisata Di Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis
Peran Pemerintah Desa Bukit Batu Dalam Pengembangan Desa Wisata Di Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis
Pelanggaran ketentraman dan ketertiban umum masih sering terjadi dan belum dapat ditangani Pengembangan Desa wisata di Desa kerap belum berjalan dengan baik oleh pemerintah Desa di...
Wisata Edukasi Berbasis Ekonomi Kreatif Ecobrick
Wisata Edukasi Berbasis Ekonomi Kreatif Ecobrick
Tren desa wisata pasca pandemik Covid-19 di Indonesia meningkat seiring munculnya new economic tourism. Namun, kontradiktif dengan pengembangan desa wisata di Kabupaten Bogor yang ...
PENGEMBANGAN AGROWISATA DESA MULYOSARI DI TENGAH KEHIDUPAN MASYARAKAT MENUJU DESA MANDIRI
PENGEMBANGAN AGROWISATA DESA MULYOSARI DI TENGAH KEHIDUPAN MASYARAKAT MENUJU DESA MANDIRI
ABSTRAK Pengembangan Agrowisata Desa Mulyosari ini dilakukan di kawasan  Desa Mulyosari yang berada pada lereng Gunung Wilis Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung  yang m...

Back to Top