Javascript must be enabled to continue!
Rupaning Vrihannala
View through CrossRef
Rupaning Vrihannala merupakan sebuah tari kreasi baru yang bersumber pada cerita epos Mahabharata dalam kisah Wirataparwa. Karya ini disajikan dalam bentuk tari duet, oleh dua orang penari laki-laki dan perempuan, dan disajikan dalam bentuk tari lepas dengan struktur pertunjukan: pengawit, pengawak, pengecet, dan pakaad. Tari kreasi baru yang dikembangkan berbasis kearifan lokal Bali ini menampilkan kisah percintaan Arjuna dengan Dewi Utari pada masa penyamaran Panca Pandawa di Kerajaan Wirata. Tujuan penggaparan karya tari ini adalah untuk memvisualisasikan nilai-nilai kebenaran yang terdapat dalam ceritra Mahabrata khususnya terkait dengan kebijaksanaan tokoh Arjuna sebagai guru tari di Kerajaan Wirata. Kekaguman akan tokoh Arjuna yang bijaksana, ganteng, pintar memanah, dan romantis ini telah menginspirasi penciptaan tari kreasi baru ini. Romantisme percintaan tokoh Arjuna dengan Dewi Utari ini diiringi Gamelan Gong Kebyar ditunjang olah vokal gerong. Tari kreasi baru ini diciptakan dengan menggunakan metode penciptaan karya seni, yang dilakukan secara bertahap yakni ngerencana. nuasen, dan ngebah. Seluruh data yang telah dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan studi kepustakaan dianalisis menggunakan teori penciptaan karya seni, teori simbol, dan teori imajinasi. Proses penciptaan karya tari ini menghasilkan tari kreasi baru Rupaning Vrihannala, tentang percintaan Arjuna dan Dewi Utari ketika penyamarannya sebagai guru tari di Kerajaan Wirata. Untuk menunjang penokohan digunakan tata rias busana bernuansa Bali sebagai ciri khas, simbol budaya lokal. Kata kunci: Rupaning Vrihannala, proses penciptaan, struktur pertunjukan, tari kreasi baru.
Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar
Title: Rupaning Vrihannala
Description:
Rupaning Vrihannala merupakan sebuah tari kreasi baru yang bersumber pada cerita epos Mahabharata dalam kisah Wirataparwa.
Karya ini disajikan dalam bentuk tari duet, oleh dua orang penari laki-laki dan perempuan, dan disajikan dalam bentuk tari lepas dengan struktur pertunjukan: pengawit, pengawak, pengecet, dan pakaad.
Tari kreasi baru yang dikembangkan berbasis kearifan lokal Bali ini menampilkan kisah percintaan Arjuna dengan Dewi Utari pada masa penyamaran Panca Pandawa di Kerajaan Wirata.
Tujuan penggaparan karya tari ini adalah untuk memvisualisasikan nilai-nilai kebenaran yang terdapat dalam ceritra Mahabrata khususnya terkait dengan kebijaksanaan tokoh Arjuna sebagai guru tari di Kerajaan Wirata.
Kekaguman akan tokoh Arjuna yang bijaksana, ganteng, pintar memanah, dan romantis ini telah menginspirasi penciptaan tari kreasi baru ini.
Romantisme percintaan tokoh Arjuna dengan Dewi Utari ini diiringi Gamelan Gong Kebyar ditunjang olah vokal gerong.
Tari kreasi baru ini diciptakan dengan menggunakan metode penciptaan karya seni, yang dilakukan secara bertahap yakni ngerencana.
nuasen, dan ngebah.
Seluruh data yang telah dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan studi kepustakaan dianalisis menggunakan teori penciptaan karya seni, teori simbol, dan teori imajinasi.
Proses penciptaan karya tari ini menghasilkan tari kreasi baru Rupaning Vrihannala, tentang percintaan Arjuna dan Dewi Utari ketika penyamarannya sebagai guru tari di Kerajaan Wirata.
Untuk menunjang penokohan digunakan tata rias busana bernuansa Bali sebagai ciri khas, simbol budaya lokal.
Kata kunci: Rupaning Vrihannala, proses penciptaan, struktur pertunjukan, tari kreasi baru.

