Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM MASJID PARIPURNA DALAM RANGKA PENINGKATAN FUNGSI MASJID

View through CrossRef
Kebijakan masjid paripurna berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2016, tentunya akan menimbulkan persoalan tersendiri terkait implementasi dan kendala-kendala yang dihadapi serta upaya yang dilakukan oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru dalam mengimplementasikan aturan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui implementasi Kebijakan Masjid Paripurna yang dilakukan Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru dalam meningkatkan fungsi masjid. dan Untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru dalam mengimplementasikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara.Hasil penelitian ini adalah implementasi kebijakan Masjid Paripurna di Kota Pekanbaru belum optimal kecuali kendala-kendala yang dihadapi oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru dalam mengimplementasikan Kebijakan Masjid Paripurna bisa terselesaikan dengan baik. Berdasarkan kesimpulan pembahasan pelaksanaan fungsi Masjid Paripurna Tingkat Kecamatan yaitu idarah dalam hal Perilaku hubungan antar organisasi yang melibatkan stakeholder belum berjalan maksimal. Perilaku implementor (aparat/birokrat) tingkat bawah, serta Perilaku kelompok sasaran belum menciptakan kerjasama yang baik. Selanjutnya tidak berjalanya surat menyurat, keuangan, perencanaan sehingga dapat dikatakan tidak adanya sikap kemandirian pengurus. Selain itu implementasi masjid paripurna di Kota Pekanbaru kenyataan terdapat beberapa kendala yaitu jarang ada suatu kondisi terjadinya komunikasi dan koordinasi yang sempurna, lembaga pelaksana tidak mandiri dilihat dari hasil perbandingan dari beberapa Masjid Paripurna Tingkat Kecamatan, kurangnya partisipasi masyarakat, serta Kurangnya sumber daya manusia, sarana dan prasarana penunjang yang memadai tapi masih kurang.
Title: IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM MASJID PARIPURNA DALAM RANGKA PENINGKATAN FUNGSI MASJID
Description:
Kebijakan masjid paripurna berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2016, tentunya akan menimbulkan persoalan tersendiri terkait implementasi dan kendala-kendala yang dihadapi serta upaya yang dilakukan oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru dalam mengimplementasikan aturan tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui implementasi Kebijakan Masjid Paripurna yang dilakukan Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru dalam meningkatkan fungsi masjid.
dan Untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru dalam mengimplementasikan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.
Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara.
Hasil penelitian ini adalah implementasi kebijakan Masjid Paripurna di Kota Pekanbaru belum optimal kecuali kendala-kendala yang dihadapi oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru dalam mengimplementasikan Kebijakan Masjid Paripurna bisa terselesaikan dengan baik.
Berdasarkan kesimpulan pembahasan pelaksanaan fungsi Masjid Paripurna Tingkat Kecamatan yaitu idarah dalam hal Perilaku hubungan antar organisasi yang melibatkan stakeholder belum berjalan maksimal.
Perilaku implementor (aparat/birokrat) tingkat bawah, serta Perilaku kelompok sasaran belum menciptakan kerjasama yang baik.
Selanjutnya tidak berjalanya surat menyurat, keuangan, perencanaan sehingga dapat dikatakan tidak adanya sikap kemandirian pengurus.
Selain itu implementasi masjid paripurna di Kota Pekanbaru kenyataan terdapat beberapa kendala yaitu jarang ada suatu kondisi terjadinya komunikasi dan koordinasi yang sempurna, lembaga pelaksana tidak mandiri dilihat dari hasil perbandingan dari beberapa Masjid Paripurna Tingkat Kecamatan, kurangnya partisipasi masyarakat, serta Kurangnya sumber daya manusia, sarana dan prasarana penunjang yang memadai tapi masih kurang.

Related Results

in Analisis Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Masjid Paripurna di Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru
in Analisis Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Masjid Paripurna di Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru
Pada Kecamatan Payung Sekaki ada lima masjid paripurna yaitu Masjid Paripurna Al-Mujahidin yang merupakan masjid paripurna untuk tingkat Kecamatan dan Masjid Paripurna Baitussalam,...
KOMPARASI TATA MASSA DAN RUANG PADA MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA CIREBON DAN MASJID GEDHE KAUMAN YOGYAKARTA
KOMPARASI TATA MASSA DAN RUANG PADA MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA CIREBON DAN MASJID GEDHE KAUMAN YOGYAKARTA
Abstrak- Penyebaran Islam di Indonesia meninggalkan keberagaman budaya akibat adanya akulturasi khususnya di Pulau Jawa. Di antaranya adalah ritual-ritual atau aktivitas asli Jawa ...
Analisis Strategi Dakwah Pengurus Masjid Al-Firdaus dalam Menghadapi Era Society 5.0
Analisis Strategi Dakwah Pengurus Masjid Al-Firdaus dalam Menghadapi Era Society 5.0
Abstract. The presence of Era Society 5.0 creates new habits in the use of technology as problem solving in all aspects of life to provide convenience for the community, incl...
Smart Mosque: Pembuatan Website dan Laporan Keuangan Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan
Smart Mosque: Pembuatan Website dan Laporan Keuangan Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan
Pelaporan keuangan Masjid belum ada peraturan yang mewajibkan dan ditetapkan dalam pelaporan keuangan berbeda halnya perusahan, pemerintah dan lembaga Zakat. Olehnya itu Ta’mir Mas...
ANALISIS PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI MASJID
ANALISIS PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI MASJID
Latar belakang: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu komponen penting dalam pembangunan kesehatan sehingga dapat terwujudnya derajat kesehatan secara optimal...
Evaluasi manajemen majelis taklim menuju ketakwaan sempurna
Evaluasi manajemen majelis taklim menuju ketakwaan sempurna
In the implementation of the taklim majelis in addition to the ideal criteria in the institution and organization of the taklim, a set of supporters is also needed as mandated in t...

Back to Top