Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh Perbedaan dan Konsentrasi Penambahan Gula terhadap Sifat Fisik dan Organoleptik Es Krim
View through CrossRef
Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbedaan dan konsentrasi penambahan gula terhadap sifat fisik dan organoleptik es krim. Bahan yang digunakan adalah susu segar, gula pasir, gula jawa dan bahan pembentuk es krim lainnya. Perlakuan yang diuji dalam penelitian ini ada 5 yaitu P0 (100 % gula pasir), P1 (gula pasir 75 % + gula jawa 25 %), P2 (gula pasir 50 % + gula jawa 50 %), P3 (gula pasir 25 % + gula jawa 75 %) dan P4 (100 % gula jawa). Percobaan ini menggunakan rancangan acak lengkap dan dinilai oleh 20 orang panelis untuk menentukan sifat organoleptik dari produk es krim. Pengukuran sifat fisik terdiri dari ovverun dan daya leleh. Pengukuran data organoleptik meliputi variabel warna, tekstur, rasa, aroma dan kesukaan. Untuk menentukan perbedaan perlakuan dilakukan dengan uji DMRT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh nyata (P0,05) terhadap warna, aroma, rasa, tekstur dan kesukaan es krim. Sedangkan untuk ovverun dan daya leleh tidak terdapat perbedaan nyata (P0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan persentase gula jawa gula jawa pada es krim dapat meningkatkan karakteristik warna, rasa, aroma, tekstur dan kesukaan. Penambahan 100 % gula jawa dalam pembuatan es krim akan menghasilkan kualitas es krim terbaik.
Title: Pengaruh Perbedaan dan Konsentrasi Penambahan Gula terhadap Sifat Fisik dan Organoleptik Es Krim
Description:
Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbedaan dan konsentrasi penambahan gula terhadap sifat fisik dan organoleptik es krim.
Bahan yang digunakan adalah susu segar, gula pasir, gula jawa dan bahan pembentuk es krim lainnya.
Perlakuan yang diuji dalam penelitian ini ada 5 yaitu P0 (100 % gula pasir), P1 (gula pasir 75 % + gula jawa 25 %), P2 (gula pasir 50 % + gula jawa 50 %), P3 (gula pasir 25 % + gula jawa 75 %) dan P4 (100 % gula jawa).
Percobaan ini menggunakan rancangan acak lengkap dan dinilai oleh 20 orang panelis untuk menentukan sifat organoleptik dari produk es krim.
Pengukuran sifat fisik terdiri dari ovverun dan daya leleh.
Pengukuran data organoleptik meliputi variabel warna, tekstur, rasa, aroma dan kesukaan.
Untuk menentukan perbedaan perlakuan dilakukan dengan uji DMRT.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh nyata (P0,05) terhadap warna, aroma, rasa, tekstur dan kesukaan es krim.
Sedangkan untuk ovverun dan daya leleh tidak terdapat perbedaan nyata (P0,05).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan persentase gula jawa gula jawa pada es krim dapat meningkatkan karakteristik warna, rasa, aroma, tekstur dan kesukaan.
Penambahan 100 % gula jawa dalam pembuatan es krim akan menghasilkan kualitas es krim terbaik.
Related Results
Perbedaan Pemberian Larutan Gula Pasir dan Larutan Gula Aren Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu Tikus Wistar Jantan (Rattus Norvegicus)
Perbedaan Pemberian Larutan Gula Pasir dan Larutan Gula Aren Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu Tikus Wistar Jantan (Rattus Norvegicus)
Gula tergolong karbohidrat sederhana karena dapat larut dalam air dan langsung diserap oleh tubuh untuk diubah menjadi energi. Jenis gula yang digunakan pada penelitian ini yaitu g...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Konsentrasi Penambahan Gula Merah Terhadap Sifat Kimia dan Organoleptik Dendeng Ikan Lemuru (<em>Sardinelle longiceps</em>)
Konsentrasi Penambahan Gula Merah Terhadap Sifat Kimia dan Organoleptik Dendeng Ikan Lemuru (<em>Sardinelle longiceps</em>)
Pada pembuatan dendeng, penambahan gula memberikan rasa manis yang dapat menambah kelezatan dan juga dapat menurunkan kadar air produk serta dapat menambah daya tahan bahan terhada...
Kualitas Gula Aren Khas Buleleng, Gula Kelapa Khas Klungkung, dan Gula Lontar Khas Karangasem dalam Pembuatan Rujak Gula Bali
Kualitas Gula Aren Khas Buleleng, Gula Kelapa Khas Klungkung, dan Gula Lontar Khas Karangasem dalam Pembuatan Rujak Gula Bali
Kebiasaan masyarakat bali yang cukup gemar mengonsumsi rujak semakin membuat eksistensi rujak gula bali semakin melejit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas gula are...
Pengaruh Basis Krim Tipe A/M dan M/A Dalam Sediaan Krim Ekstrak Etanol Batang Bajakah Tampala
Pengaruh Basis Krim Tipe A/M dan M/A Dalam Sediaan Krim Ekstrak Etanol Batang Bajakah Tampala
Bajakah Tampala (Spatholobus littoralis Hassk.) adalah tumbuhan asli Indonesia yang tumbuh di Kalimantan Tengah. Tumbuhan ini terbukti mengandung senyawa metabolit sekunder seperti...
PENGARUH KONSENTRASI GULA DAN CMC (CARBOXYMETHYL CELLULOSE) TERHADAP KADAR AIR DAN SIFAT ORGANOLEPTIK FRUIT LEATHER SIWALAN (BORASSUS FLABELLIFER L.)
PENGARUH KONSENTRASI GULA DAN CMC (CARBOXYMETHYL CELLULOSE) TERHADAP KADAR AIR DAN SIFAT ORGANOLEPTIK FRUIT LEATHER SIWALAN (BORASSUS FLABELLIFER L.)
Siwalan (Borassus flabellifer L.) merupakan salah satu jenis palmae yang dapat tumbuh subur di lingkungan kering, termasuk Indonesia. Fruit leather dapat dijadikan alternatif pema...
UJI SIFAT FISIK DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN BIDARA (ZIZIPHUS SPINA-CHRISTI L.) TERHADAP PROPIONIBACTERIUM ACNES ATCC 6919
UJI SIFAT FISIK DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN BIDARA (ZIZIPHUS SPINA-CHRISTI L.) TERHADAP PROPIONIBACTERIUM ACNES ATCC 6919
Jerawat merupakan suatu penyakit peradangan kronik dari bagian polisebasea yang ditandai dengan munculnya komedo, papula, pustula, nodul, dan kista. Bidara memiliki kandungan fenol...
Uji Daya Terima Dan Analisis Protein Es Krim Dengan Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera)
Uji Daya Terima Dan Analisis Protein Es Krim Dengan Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera)
Moringa is a type of functional food that contains many nutrients both macro nutrients and micronutrients that have been widely used in combating malnutrition in children and effor...

