Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERBEDAAN SIKAP ILMIAH SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TRAINING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION

View through CrossRef
This study aims to analyze the differences in scientific attitudes of students using inquiry training learning models with direct instruction learning models. This research is a quasi-experimental study. In this study there are two classes that are used as an experimental class and a control class, the experimental class is a class that is treated with learning with inquiry training models, while the control class is a class using the direct instruction learning model. The instrument used consisted of a questionnaire to measure students' scientific attitudes in the posttest, as well as an observation sheet. The results of this study indicate that the average value of the scientific attitude of learning in the experimental class is 75.01 with a standard deviation of 7.373, while in the control class is 71.60 with a standard deviation of 7.935. The results of this research suggest that inquiry training learning model is a solution and an alternative choice for teachers in improving students' scientific attitudes. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan sikap ilmiah siswa menggunakan model pembelajaran inquiry training dengan model pembelajaran direct instruction. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Dalam penelitian ini terdapat dua kelas yang digunakan sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol, kelas eksperimen merupakan kelas yang diberi perlakuan pembelajaran dengan model inquiry training, sedangkan kelas kontrol adalah kelas dengan menggunakan model pembelajaran direct instruction. Instrumen yang digunakan terdiri dari berupa angket untuk mengukur sikap ilmiah siswa dalam posttest, serta lembar observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata nilai sikap ilmiah belajar pada kelas eksperimen sebesar 75,01 dengan simpangan baku sebesar 7,373, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 71,60 dengan simpangan baku sebesar 7,935. Hasil penelitan ini menyarankan bahwa model pembelajaran inquiry training merupakan solusi dan alternatif pilihan guru dalam meningkatkan sikap ilmiah siswa. Kata Kunci: Sikap Ilmiah, Inquiry Training, Direct Instruction
Title: PERBEDAAN SIKAP ILMIAH SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TRAINING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION
Description:
This study aims to analyze the differences in scientific attitudes of students using inquiry training learning models with direct instruction learning models.
This research is a quasi-experimental study.
In this study there are two classes that are used as an experimental class and a control class, the experimental class is a class that is treated with learning with inquiry training models, while the control class is a class using the direct instruction learning model.
The instrument used consisted of a questionnaire to measure students' scientific attitudes in the posttest, as well as an observation sheet.
The results of this study indicate that the average value of the scientific attitude of learning in the experimental class is 75.
01 with a standard deviation of 7.
373, while in the control class is 71.
60 with a standard deviation of 7.
935.
The results of this research suggest that inquiry training learning model is a solution and an alternative choice for teachers in improving students' scientific attitudes.
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan sikap ilmiah siswa menggunakan model pembelajaran inquiry training dengan model pembelajaran direct instruction.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment).
Dalam penelitian ini terdapat dua kelas yang digunakan sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol, kelas eksperimen merupakan kelas yang diberi perlakuan pembelajaran dengan model inquiry training, sedangkan kelas kontrol adalah kelas dengan menggunakan model pembelajaran direct instruction.
Instrumen yang digunakan terdiri dari berupa angket untuk mengukur sikap ilmiah siswa dalam posttest, serta lembar observasi.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata nilai sikap ilmiah belajar pada kelas eksperimen sebesar 75,01 dengan simpangan baku sebesar 7,373, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 71,60 dengan simpangan baku sebesar 7,935.
Hasil penelitan ini menyarankan bahwa model pembelajaran inquiry training merupakan solusi dan alternatif pilihan guru dalam meningkatkan sikap ilmiah siswa.
Kata Kunci: Sikap Ilmiah, Inquiry Training, Direct Instruction.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Pengaruh Model Pembelajaran Guided Inquiry terhadap Sikap Ilmiah Siswa Sekolah Dasar
Pengaruh Model Pembelajaran Guided Inquiry terhadap Sikap Ilmiah Siswa Sekolah Dasar
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pada model pembelajaran Guided Inquiry terhadap sikap ilmiah siswa kelas V sekolah dasar khususnya materi perubahan sifat benda. Pen...
Model Pembelajaran Project Based Learning terhadap Pemahaman Konsep IPA dan Sikap Ilmiah Siswa Kelas IV SD
Model Pembelajaran Project Based Learning terhadap Pemahaman Konsep IPA dan Sikap Ilmiah Siswa Kelas IV SD
Penyampaian materi pembelajaran, guru masih menggunakan metode ceramah dan tidak diimbangi dengan model yang inovatif serta media yang mendukung, guru hanya menggunakan papan tulis...
Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Melalui Inovasi Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing
Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Melalui Inovasi Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing
Pembelajaran merupakan suatu sistem yang terdiri atas berbagai kompnen yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Pendidikan yang demokratis harus mampu menciptakan interaksi a...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PERSEPSI SISWA TERHADAP KUALITAS E-LEARNING MADRASAH DAN PEMBELAJARAN DARING KIMIA MENGGUNAKAN E-LEARNING MADRASAH
PERSEPSI SISWA TERHADAP KUALITAS E-LEARNING MADRASAH DAN PEMBELAJARAN DARING KIMIA MENGGUNAKAN E-LEARNING MADRASAH
E-Learning Madrasah (ELM) adalah suatu Learning Management Sistem  (LMS) yang dibuat oleh Kementerian Agama untuk memfasilitasi pembelajaran jarak jauh. Penelitian ini bertujuan un...
Pengaruh Model Pembelajaran Blended Learning dan Kreativitas Siswa Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VII
Pengaruh Model Pembelajaran Blended Learning dan Kreativitas Siswa Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VII
Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar siswa antara siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran (blended learning) dan me...

Back to Top