Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Tari Cakra Wimba: Transformasi Cakra Tubuh Manusia Dalam Karya Tari

View through CrossRef
Karya tari Cakra Wimba merupakan sebuah karya tari kreasi baru yang mengangkat tentang cakra dalam tubuh manusia yang terdiri dari tujuh cakra utama, yaitu Cakra Muladhara, Cakra Swadhistana, Cakra Manipura, Cakra Anahata, Cakra Visudha, Cakra Ajna, dan Cakra Sahasrara. Pada karya ini mentransformasikan tujuh bagian cakra ke dalam gerak tari mulai dari proses penyeimbangan, pembangkitan, hingga mendapatkan keseimbangan cakra dalam diri. Cakra Wimba berasal dari Bahasa Jawa Kuna yang terdiri dari dua kata, “Cakra” berarti roda, sedangkan “Wimba” yang berarti sinar atau cahaya. Tarian ini bertemakan religi yang dibawakan secara berkelompok dengan menggunakan tujuh orang penari putri. Metode penciptaan yang digunakan yaitu Angripta Sesolahan (menciptakan tari-tarian) yang tahapannya terdiri dari ngarencana, nuasen, makalin, nelesin, dan ngebah. Tari Cakra Wimba menggunakan media aplikasi Musical Instrumen Digital Interface (MIDI) sebagai musik pengiringnya dengan menggunakan sampel gamelan Semar Pegulingan Saih Pitu yang berdurasi 11 menit. Sisi kebaruan dalam karya ini terdapat pada pergantian kostum dari segi desain angkin warna putih yang dibuka secara cepat dengan durasi waktu 1 detik sehingga berfungsi menjadi angkin dan kamen sesuai dengan warna cakra yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Selain itu, terdapat juga gerak-gerak baru yang dijadikan identitas dari karya ini, yaitu agem, nyelendo, manggilingan, ngipek cakra, ngembat, dan ngitir.  
Title: Tari Cakra Wimba: Transformasi Cakra Tubuh Manusia Dalam Karya Tari
Description:
Karya tari Cakra Wimba merupakan sebuah karya tari kreasi baru yang mengangkat tentang cakra dalam tubuh manusia yang terdiri dari tujuh cakra utama, yaitu Cakra Muladhara, Cakra Swadhistana, Cakra Manipura, Cakra Anahata, Cakra Visudha, Cakra Ajna, dan Cakra Sahasrara.
Pada karya ini mentransformasikan tujuh bagian cakra ke dalam gerak tari mulai dari proses penyeimbangan, pembangkitan, hingga mendapatkan keseimbangan cakra dalam diri.
Cakra Wimba berasal dari Bahasa Jawa Kuna yang terdiri dari dua kata, “Cakra” berarti roda, sedangkan “Wimba” yang berarti sinar atau cahaya.
Tarian ini bertemakan religi yang dibawakan secara berkelompok dengan menggunakan tujuh orang penari putri.
Metode penciptaan yang digunakan yaitu Angripta Sesolahan (menciptakan tari-tarian) yang tahapannya terdiri dari ngarencana, nuasen, makalin, nelesin, dan ngebah.
Tari Cakra Wimba menggunakan media aplikasi Musical Instrumen Digital Interface (MIDI) sebagai musik pengiringnya dengan menggunakan sampel gamelan Semar Pegulingan Saih Pitu yang berdurasi 11 menit.
Sisi kebaruan dalam karya ini terdapat pada pergantian kostum dari segi desain angkin warna putih yang dibuka secara cepat dengan durasi waktu 1 detik sehingga berfungsi menjadi angkin dan kamen sesuai dengan warna cakra yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.
Selain itu, terdapat juga gerak-gerak baru yang dijadikan identitas dari karya ini, yaitu agem, nyelendo, manggilingan, ngipek cakra, ngembat, dan ngitir.
 .

Related Results

FUNGSI TAPA PEPE DALAM TRADISI HINDU JAWA
FUNGSI TAPA PEPE DALAM TRADISI HINDU JAWA
Tapa Pepe merupakan sebuah metode penyatuan antara Atman dengan Brahman melalui metode meditasi dengan memusatkan kepada sumber matahari. Tapa Pepe memfokuskan konsentrasinya pada ...
FILM KUCUMBU TUBUH INDAHKU DALAM PERSPEKTIF FENOMENOLOGI TUBUH MERLEAU-PONTY
FILM KUCUMBU TUBUH INDAHKU DALAM PERSPEKTIF FENOMENOLOGI TUBUH MERLEAU-PONTY
Abstrak: Penelitian ini berangkat dari permasalahan relasi tubuh dan jiwa yang telah diperdebatkan selama berabad-abad oleh para pemikir Barat. Salah satu film yang cukup menyita p...
AKSARA JAWA SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA TARI AKSARA TUBUH OLEH BOBY ARI SETIAWAN
AKSARA JAWA SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA TARI AKSARA TUBUH OLEH BOBY ARI SETIAWAN
<p align="center"><strong>ABSTRAK</strong></p><p> </p><p>“Aksara Jawa Sebagai Ide Penciptaan Karya Tari Aksara Tubuh Oleh Boby Ari Setiawa...
INOVASI GERAK TARI JAIPONGAN DI KLINIK TARI GONDO ART PRODUCTION MENGGUNAKAN METODE KONSTRUKSI JAQUELINE SMITH
INOVASI GERAK TARI JAIPONGAN DI KLINIK TARI GONDO ART PRODUCTION MENGGUNAKAN METODE KONSTRUKSI JAQUELINE SMITH
Proses Inovasi Gerak Tari Jaipongan yang terjadi dikalangan generasi muda lebih digemari dari pada bentuk tari Jaipongan bentuk ketuk tilu. Hal menjadi permasalahan penting bagi pa...
KONSEP GARAPAN TARI TURAK DEWA MUSIRAWAS
KONSEP GARAPAN TARI TURAK DEWA MUSIRAWAS
Terbentuknya sebuah karya tari tidak terlepas pada konsep-konsep yang melatarbelakanginya. Konsep garapan tari tidak serta merta hadir dan dapat terwujud dengan mudah. Ada banyak p...
PELESTARIAN TARI GALOMBANG DUO BALEH MELALUI PENCIPTAAN TARI TATAGOK
PELESTARIAN TARI GALOMBANG DUO BALEH MELALUI PENCIPTAAN TARI TATAGOK
The existence of the "Galombang Duo Baleh" Dance among the young generation of cultural heirs in Nagari Pitalah is in an alarming condition. It is clear that the lack of interest o...
KONSEP GARAP TARI SAMBUT KAPO ILIM
KONSEP GARAP TARI SAMBUT KAPO ILIM
Abstrak: Karya tari yang berjudul “ Tari Sambut Kapo Ilim” merupakan karya yang terinsprirasi dari Tari Setabik yang berasal dari Musi Banyuasin. Terbentuknya sebuah karya tari ini...
KREATIVITAS WAHYU JATMIKO DALAM TARI BEDHAYA MEDANG KAMULAN DI SANGGAR KRIDHA RASA TUNGGAL KABUPATEN NGANJUK
KREATIVITAS WAHYU JATMIKO DALAM TARI BEDHAYA MEDANG KAMULAN DI SANGGAR KRIDHA RASA TUNGGAL KABUPATEN NGANJUK
Tari Bedhaya Medang Kamulan merupakan tari bedhaya peringatan kemenangan Mpu Sindok. Penelitian ini mengungkap masalah yang berkaitan dengan tari Bedhaya Medang Kamulan karya Wahyu...

Back to Top