Javascript must be enabled to continue!
Representasi Sosial tentang Tragedi Semanggi pada Mahasiswa Unika Atma Jaya
View through CrossRef
Peristiwa Tragedi Semanggi terjadi pada tanggal 13 November 1998. Hampir setiap tahun terdapat kelompok mahasiswa Unika Atma Jaya melakukan aksi memperingati Tragedi Semanggi walaupun mereka tidak mengalami langsung peristiwa tersebut. Namun sebagian besar mahasiswa tidak ikut memperingati Tragedi Semanggi. Penelitian ini bertujuan memahami perbedaan keterlibatan dalam aksi peringatan Tragedi Semanggi melalui konsep representasi sosial, dengan pendekatan struktural. Pendekatan ini memandang bahwa isi representasi sosial suatu kelompok mencakup dua sistem, yaitu central core dan peripheral.
Metode penelitian ini berjenis kuantitatif dan melalui dua tahap. Tahap pertama bertujuan mengidentifikasi atribut representasi sosial tentang Tragedi Semanggi, dan tahap kedua bertujuan mengidentifikasi atribut mana yang berada di central core dan peripheral. Penelitian ini melibatkan 230 partisipan pada tahap pertama dan 206 partisipan pada tahap kedua, yang diperoleh melalui accidental sampling. Data penelitian diperoleh dengan kuesioner online dengan teknik word association pada tahap pertama dan teknik calling-into-question pada tahap kedua. Analisis data tahap pertama menggunakan content analysis, sedangkan pada tahap kedua menggunakan chi-square goodness of fit dengan ⅔ expected frequency.
Hasil penelitian menemukan 18 atribut representasi sosial tentang Tragedi Semanggi, yaitu: “korban”, “mahasiswa”, “situasi yang kacau”, “demonstrasi”, “aparat negara”, “perilaku kekerasan”, “perlawanan”, “pelanggaran hukum dan HAM”, “Atma Jaya”, “perasaan takut”, “masa lalu”, “pemerintah”, “reformasi”, “ketidakadilan”, “politik”, “belum selesai”, “orde baru”, “perasaan sedih”. Perbedaan antara kelompok partisipan aksi dan kelompok nonpartisipan aksi terletak pada atribut “belum selesai” dan “reformasi”.
Title: Representasi Sosial tentang Tragedi Semanggi pada Mahasiswa Unika Atma Jaya
Description:
Peristiwa Tragedi Semanggi terjadi pada tanggal 13 November 1998.
Hampir setiap tahun terdapat kelompok mahasiswa Unika Atma Jaya melakukan aksi memperingati Tragedi Semanggi walaupun mereka tidak mengalami langsung peristiwa tersebut.
Namun sebagian besar mahasiswa tidak ikut memperingati Tragedi Semanggi.
Penelitian ini bertujuan memahami perbedaan keterlibatan dalam aksi peringatan Tragedi Semanggi melalui konsep representasi sosial, dengan pendekatan struktural.
Pendekatan ini memandang bahwa isi representasi sosial suatu kelompok mencakup dua sistem, yaitu central core dan peripheral.
Metode penelitian ini berjenis kuantitatif dan melalui dua tahap.
Tahap pertama bertujuan mengidentifikasi atribut representasi sosial tentang Tragedi Semanggi, dan tahap kedua bertujuan mengidentifikasi atribut mana yang berada di central core dan peripheral.
Penelitian ini melibatkan 230 partisipan pada tahap pertama dan 206 partisipan pada tahap kedua, yang diperoleh melalui accidental sampling.
Data penelitian diperoleh dengan kuesioner online dengan teknik word association pada tahap pertama dan teknik calling-into-question pada tahap kedua.
Analisis data tahap pertama menggunakan content analysis, sedangkan pada tahap kedua menggunakan chi-square goodness of fit dengan ⅔ expected frequency.
Hasil penelitian menemukan 18 atribut representasi sosial tentang Tragedi Semanggi, yaitu: “korban”, “mahasiswa”, “situasi yang kacau”, “demonstrasi”, “aparat negara”, “perilaku kekerasan”, “perlawanan”, “pelanggaran hukum dan HAM”, “Atma Jaya”, “perasaan takut”, “masa lalu”, “pemerintah”, “reformasi”, “ketidakadilan”, “politik”, “belum selesai”, “orde baru”, “perasaan sedih”.
Perbedaan antara kelompok partisipan aksi dan kelompok nonpartisipan aksi terletak pada atribut “belum selesai” dan “reformasi”.
Related Results
PPM PENINGKATAN PRODUKTIFITAS SEMANGGI SUROBOYO DI KELURAHAN SEMEMI, KECAMATAN BENOWO SURABAYA
PPM PENINGKATAN PRODUKTIFITAS SEMANGGI SUROBOYO DI KELURAHAN SEMEMI, KECAMATAN BENOWO SURABAYA
Mitra dalam Program Pemberdayaan Masyarakat ini adalah Bapak Lodji yang mengeluti usaha budidaya semanggi di Dusun Kendung Kelurahan Sememi Kecamatan Benowo Surabaya. Permasalahan...
PENGEMBANGAN DIGITAL MARKETING PADA UMKM KAMPUNG SEMANGGI
PENGEMBANGAN DIGITAL MARKETING PADA UMKM KAMPUNG SEMANGGI
Kampung Semanggi memiliki beberapa UMKM yang berkaitan dengan semanggi seperti pecel semanggi, kue semanggi, peyek semanggi dan usaha kecil lainnya. Mitra dalam program pengabdian ...
Perancangan Photobook Untuk Melestarikan Kuliner Pecel Semanggi Khas Kota Surabaya
Perancangan Photobook Untuk Melestarikan Kuliner Pecel Semanggi Khas Kota Surabaya
Pecel semanggi adalah makanan khas Surabaya yang terbuat dari daun semanggi yang dikukus dan dinikmati dengan saus yang terbuat dari ketela rambat. Kehadiran penjual semanggi saat ...
ANALISIS BUSINESS MODEL CANVAS PADA PENGEMBANGAN USAHA KOMUNITAS KAMPUNG SEMANGGI KOTA SURABAYA
ANALISIS BUSINESS MODEL CANVAS PADA PENGEMBANGAN USAHA KOMUNITAS KAMPUNG SEMANGGI KOTA SURABAYA
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan bisnis komunitas Kampung Semanggi di Surabaya melalui penerapan Business Model Canvas (BMC). Kampung Semanggi adalah contoh bis...
Pendampingan UMKM sebagai Upaya Strategis dalam Meningkatkan Pemasaran dan Identitas Usaha Semanggi
Pendampingan UMKM sebagai Upaya Strategis dalam Meningkatkan Pemasaran dan Identitas Usaha Semanggi
Abstrak Semanggi merupakan tumbuhan air yang telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan pangan. Desa Sawo adalah salah satu produsen semanggi di wilayah Surabaya, namu...
Hubungan Pengetahuan Batuk dan Common Cold dengan Perilaku Swamedikasi Batuk dan Common Cold pada Mahasiswa Kedokteran, Jakarta Utara
Hubungan Pengetahuan Batuk dan Common Cold dengan Perilaku Swamedikasi Batuk dan Common Cold pada Mahasiswa Kedokteran, Jakarta Utara
Pendahuluan: Swamedikasi yang salah akan menimbulkan dampak negatif. Pengetahuan adalah salah satu faktor pembentuk tindakan seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ga...
Potensi Fitoestrogen Semanggi Merah Sebagai Nutraceutical untuk Mengatasi Sindrom Menopause
Potensi Fitoestrogen Semanggi Merah Sebagai Nutraceutical untuk Mengatasi Sindrom Menopause
Sindrom menoupause merupakan disfungsi seksual yang dialami oleh wanita pada akhir siklus menstruasi yang terjadi akibat penurunan kadar estrogen dalam darah. Oleh karena itu, dipe...

