Javascript must be enabled to continue!
Pendekatan Etnosains dalam Pembelajaran IPAS untuk Literasi Sains Inklusif di Sekolah Dasar : Tinjauan Literatur
View through CrossRef
Pendidikan sains di tingkat dasar memiliki peran yang krusial dalam membentuk pemahaman yang kokoh terhadap dunia sekitar. Kebutuhan akan literasi sains yang inklusif semakin meningkat, menuntut pendekatan holistik yang memperhitungkan realitas sosial, budaya, dan lingkungan tempat siswa belajar. Dalam konteks ini, pendekatan etnosains menawarkan kerangka kerja yang berpotensi untuk memperkaya pengalaman belajar sains siswa dengan mempertimbangkan konteks budaya dan sosial mereka. Tinjauan literatur ini menyajikan temuan-temuan dari berbagai kajian penelitian terkait dengan pendekatan etnosains dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Analisis terhadap literatur menunjukkan bahwa implementasi pendekatan etnosains dapat membantu meningkatkan literasi sains siswa dengan memperhatikan kebutuhan khusus mereka, memfasilitasi pengembangan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah, serta memperkaya pengalaman belajar melalui integrasi pengetahuan lokal, tradisional, dan kontekstual. Namun, tantangan dalam implementasi pendekatan ini, seperti pemahaman yang mendalam tentang keberagaman budaya siswa dan pengembangan kurikulum yang relevan, juga perlu diperhatikan. Dengan memperhitungkan temuan-temuan ini, penelitian lanjutan dapat mengembangkan strategi dan praktik terbaik dalam penerapan pendekatan etnosains dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar, menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan bermakna bagi semua siswa
South Sulawesi Education Development
Title: Pendekatan Etnosains dalam Pembelajaran IPAS untuk Literasi Sains Inklusif di Sekolah Dasar : Tinjauan Literatur
Description:
Pendidikan sains di tingkat dasar memiliki peran yang krusial dalam membentuk pemahaman yang kokoh terhadap dunia sekitar.
Kebutuhan akan literasi sains yang inklusif semakin meningkat, menuntut pendekatan holistik yang memperhitungkan realitas sosial, budaya, dan lingkungan tempat siswa belajar.
Dalam konteks ini, pendekatan etnosains menawarkan kerangka kerja yang berpotensi untuk memperkaya pengalaman belajar sains siswa dengan mempertimbangkan konteks budaya dan sosial mereka.
Tinjauan literatur ini menyajikan temuan-temuan dari berbagai kajian penelitian terkait dengan pendekatan etnosains dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
Analisis terhadap literatur menunjukkan bahwa implementasi pendekatan etnosains dapat membantu meningkatkan literasi sains siswa dengan memperhatikan kebutuhan khusus mereka, memfasilitasi pengembangan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah, serta memperkaya pengalaman belajar melalui integrasi pengetahuan lokal, tradisional, dan kontekstual.
Namun, tantangan dalam implementasi pendekatan ini, seperti pemahaman yang mendalam tentang keberagaman budaya siswa dan pengembangan kurikulum yang relevan, juga perlu diperhatikan.
Dengan memperhitungkan temuan-temuan ini, penelitian lanjutan dapat mengembangkan strategi dan praktik terbaik dalam penerapan pendekatan etnosains dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar, menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan bermakna bagi semua siswa.
Related Results
E-Modul Berbasis Pendekatan Etnosains Pada Pembelajaran Ipas Materi Perubahan Wujud Zat Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
E-Modul Berbasis Pendekatan Etnosains Pada Pembelajaran Ipas Materi Perubahan Wujud Zat Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
Pada pembelajaraan IPAS, guru kurang menggunakan media pembelajaran yang bervariasi, guru hanya menggunakan media visual berupa gambar sehingga peserta didik merasa bosan dan tidak...
Analisis Implementasi Model Pembelajaran berbasis Etnosains dalam Pembelajaran Tematik di Madrasah Ibtidaiyah
Analisis Implementasi Model Pembelajaran berbasis Etnosains dalam Pembelajaran Tematik di Madrasah Ibtidaiyah
Pembelajaran Etnosains merupakan salah satu terobosan baru dalam dunia pendidikan yang menggabungkan antara budaya dengan sains. Etnosains mengangkat budaya dan kearifan lo...
Profil Kemampuan Literasi Sains Siswa SMP di Kota Purwokerto Ditinjau dari Aspek Konten, Proses, dan Konteks Sains
Profil Kemampuan Literasi Sains Siswa SMP di Kota Purwokerto Ditinjau dari Aspek Konten, Proses, dan Konteks Sains
Literasi sains menurut PISA (Prgram for international student assessment) adalah kemampuan menggunakan pengetahuan ilmiah, mengidentifikasi pertanyaan dan menggambarkan bukti-bukti...
PENERAPAN MODEL GUIDED INQUIRY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU DI KELAS II SEKOLAH DASAR
PENERAPAN MODEL GUIDED INQUIRY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU DI KELAS II SEKOLAH DASAR
Pembelajaran tematik dengan model inkuiri terbimbing bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada aspek afektif, kognitif, psikomotorik. Penelitian ini dilatarbelakangi ol...
Analisis Penerapan Literasi Sains dalam Pembelajaran IPAS di Kelas IV Sekolah Dasar
Analisis Penerapan Literasi Sains dalam Pembelajaran IPAS di Kelas IV Sekolah Dasar
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengkaji bagaimana penerapan literasi sains diterapkan dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas IV A SDN Pi...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Etnosains sebagai Basis Pembelajaran Biokonservasi
Etnosains sebagai Basis Pembelajaran Biokonservasi
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan global berupa degradasi keanekaragaman hayati dan rendahnya kesadaran generasi muda terhadap urgensi konservasi lingkungan. Upaya pel...
Analisis Kebutuhan Pengembangan Modul IPAS yang Berbasis Etnosains Kelas V di Sekolah Dasar
Analisis Kebutuhan Pengembangan Modul IPAS yang Berbasis Etnosains Kelas V di Sekolah Dasar
Dalam pembelajaran IPA guru hanya memproyeksikan pembelajaran melalui Powerpoint dan video pembelajaran yang diambil dari Youtube, sehingga bahan bacaan untuk siswa sangat kurang. ...

