Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Uji Efek Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun Sembung terhadap Ikan Zebra

View through CrossRef
Abstract. Acute toxicity testing is an essential early stage in the development of natural compounds as potential drug candidates, aiming to assess the safety level of a compound shortly after the administration of a specific dose. Blumea balsamifera (daun sembung) is widely known in traditional medicine and possesses various pharmacological activities such as antidiarrheal, antibacterial, diaphoretic, expectorant, and tonic effects. This study aimed to evaluate the acute toxicity of the ethanolic extract of B. balsamifera leaves on zebrafish (Danio rerio) as the test organism. Zebrafish were selected due to their genetic similarity to humans, which is approximately 60–70%, making them relevant for toxicological studies. The zebrafish used in this study were around 3 months old, with a body length of approximately 2 ± 1 cm, maintained under controlled conditions with daily feeding, water temperature set at 26°C using a thermostat, pH maintained at 7.0, and natural light cycles. The acute toxicity test was conducted once, involving 7 fish per treatment group, following OECD guidelines (1992). The test was repeated once and observed every 24 hours for up to 96 hours, using extract concentrations of 62.5, 125, 250, 500, and 1000 ppm. The observed parameters included mortality and LC₅₀ value, which was calculated using probit regression analysis. Based on the percentage of fish mortality, the LC₅₀ value was determined to be 31.2528 μg/ml, which falls under the “slightly toxic” category according to the toxicity classification scale (10–100 ppm). Abstrak. Uji toksisitas akut merupakan tahap awal yang penting dalam pengembangan bahan alam sebagai kandidat obat, guna menilai tingkat keamanan suatu senyawa dalam waktu singkat setelah pemberian dosis tertentu. Daun sembung (Blumea balsamifera) dikenal luas dalam pengobatan tradisional dan memiliki berbagai aktivitas farmakologis seperti mengatasi diare, antibakteri, diaforetik, ekspektoran, dan tonikum. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi toksisitas akut ekstrak etanol daun sembung terhadap ikan zebra (Danio rerio) sebagai hewan uji. Ikan zebra dipilih karena memiliki kesamaan genetik sekitar 60–70% dengan manusia, sehingga relevan untuk studi toksikologi. Ikan zebra (zebrafish) yang digunakan sebagai hewan uji memiliki usia sekitar 3 bulan dengan panjang tubuh sekitar 2 ± 1 cm, dipelihara dengan pemberian makan setiap hari, suhu air terkontrol menggunakan termostat pada 26ºC, air dijaga pada pH 7,0, serta siklus terang secara alam. Pengujian toksisitas akut dilakukan satu kali dengan melibatkan 7 ekor ikan per kelompok perlakuan (OECD, 1992). Pengujian Uji toksisitas dilakukan sebanyak satu kali pengulangan dan diamati setiap 24 jam sampai dengan 96 jam menggunakan variasi konsentrasi ekstrak sebesar 62,5; 125; 250; 500; dan 1000 ppm. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak daun sembung terhadap ikan zebra dengan melihat parameter yang di amati yaitu kematian dan nilai LC₅₀ menggunakan regresi probit. Hasil dari persen kematian didapatkan hasil nilai LC₅₀ yang didapatkan sebesar 31,2528 μg/ml, yang tergolong dalam kategori sedikit toksik atau slightly toxic berdasarkan skala toksisitas (10–100 ppm).
Title: Uji Efek Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun Sembung terhadap Ikan Zebra
Description:
Abstract.
Acute toxicity testing is an essential early stage in the development of natural compounds as potential drug candidates, aiming to assess the safety level of a compound shortly after the administration of a specific dose.
Blumea balsamifera (daun sembung) is widely known in traditional medicine and possesses various pharmacological activities such as antidiarrheal, antibacterial, diaphoretic, expectorant, and tonic effects.
This study aimed to evaluate the acute toxicity of the ethanolic extract of B.
balsamifera leaves on zebrafish (Danio rerio) as the test organism.
Zebrafish were selected due to their genetic similarity to humans, which is approximately 60–70%, making them relevant for toxicological studies.
The zebrafish used in this study were around 3 months old, with a body length of approximately 2 ± 1 cm, maintained under controlled conditions with daily feeding, water temperature set at 26°C using a thermostat, pH maintained at 7.
0, and natural light cycles.
The acute toxicity test was conducted once, involving 7 fish per treatment group, following OECD guidelines (1992).
The test was repeated once and observed every 24 hours for up to 96 hours, using extract concentrations of 62.
5, 125, 250, 500, and 1000 ppm.
The observed parameters included mortality and LC₅₀ value, which was calculated using probit regression analysis.
Based on the percentage of fish mortality, the LC₅₀ value was determined to be 31.
2528 μg/ml, which falls under the “slightly toxic” category according to the toxicity classification scale (10–100 ppm).
Abstrak.
Uji toksisitas akut merupakan tahap awal yang penting dalam pengembangan bahan alam sebagai kandidat obat, guna menilai tingkat keamanan suatu senyawa dalam waktu singkat setelah pemberian dosis tertentu.
Daun sembung (Blumea balsamifera) dikenal luas dalam pengobatan tradisional dan memiliki berbagai aktivitas farmakologis seperti mengatasi diare, antibakteri, diaforetik, ekspektoran, dan tonikum.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi toksisitas akut ekstrak etanol daun sembung terhadap ikan zebra (Danio rerio) sebagai hewan uji.
Ikan zebra dipilih karena memiliki kesamaan genetik sekitar 60–70% dengan manusia, sehingga relevan untuk studi toksikologi.
Ikan zebra (zebrafish) yang digunakan sebagai hewan uji memiliki usia sekitar 3 bulan dengan panjang tubuh sekitar 2 ± 1 cm, dipelihara dengan pemberian makan setiap hari, suhu air terkontrol menggunakan termostat pada 26ºC, air dijaga pada pH 7,0, serta siklus terang secara alam.
Pengujian toksisitas akut dilakukan satu kali dengan melibatkan 7 ekor ikan per kelompok perlakuan (OECD, 1992).
Pengujian Uji toksisitas dilakukan sebanyak satu kali pengulangan dan diamati setiap 24 jam sampai dengan 96 jam menggunakan variasi konsentrasi ekstrak sebesar 62,5; 125; 250; 500; dan 1000 ppm.
Hasil menunjukkan bahwa ekstrak daun sembung terhadap ikan zebra dengan melihat parameter yang di amati yaitu kematian dan nilai LC₅₀ menggunakan regresi probit.
Hasil dari persen kematian didapatkan hasil nilai LC₅₀ yang didapatkan sebesar 31,2528 μg/ml, yang tergolong dalam kategori sedikit toksik atau slightly toxic berdasarkan skala toksisitas (10–100 ppm).

Related Results

EFEK ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN BROKOLI (Brassica oleracea var. italica) TERHADAP PERTUMBUHAN Propionibacterium acnes SECARA IN VITRO
EFEK ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN BROKOLI (Brassica oleracea var. italica) TERHADAP PERTUMBUHAN Propionibacterium acnes SECARA IN VITRO
Akne vulgaris merupakan penyakit inflamasi pada kulit yang pernah diderita oleh 80 – 100% orang di dunia. Akne vulgaris dapat timbul karena adanya peradangan oleh bakteri Propionib...
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL DAUN BAKUNG (Crinum asiaticum L.) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus)
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL DAUN BAKUNG (Crinum asiaticum L.) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus)
Penderita diabetes melitus dewasa ini terus meningkat seiring dengan meningkatnya tingkat kemakmuran dan berubah nya gaya hidup.Pengobatan diabetes melitus menggunakan obat konvens...
Aktivitas Antidiabetes Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Andrographis Paniculata dan Vernonia Amygdalina
Aktivitas Antidiabetes Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Andrographis Paniculata dan Vernonia Amygdalina
Diabetes mellitus merupakan sekelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia kronik yang diakibatkan oleh defek pada sekresi insulin, aksi insulin atau keduanya. Da...
PENENTUAN SPF( Sun Protection Factor ) EKSTRAK ETANOL DAUN ASAM JAWA (Tamarindus indica L.)
PENENTUAN SPF( Sun Protection Factor ) EKSTRAK ETANOL DAUN ASAM JAWA (Tamarindus indica L.)
Ultraviolet merupakan radikal bebas yang jika berlebihan masuk kedalam kulit dapat menyebabkan kerusakan kulit. Senyawa kimia yang mengandung antioksidan tabir surya dapat melindun...
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
Proses panen nenas akan menghasilkan limbah berupa daun nenas sebesar 2 sampai 3 kg per tanaman. Karena daun nanas tidak dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak, jadi biasanya peta...
Uji Toksisitas Subkronis Ekstrak Etanol Daun Pucuk Merah (Syzygium Myrtifolium Walp.) Terhadap Fungsi Hati Dan Ginjal
Uji Toksisitas Subkronis Ekstrak Etanol Daun Pucuk Merah (Syzygium Myrtifolium Walp.) Terhadap Fungsi Hati Dan Ginjal
Untuk pengembangan obat bahan alam dari ekstrak etanol daun pucuk merah (Syzygium myrtifolium Walp) harus dilakukan serangkaian uji keamanan secara praklinik agar diketahui keamana...

Back to Top