Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Studi Literatur Beberapa Tumbuhan Suku Asteraceae yang Memiliki Efek Antidepresan

View through CrossRef
Abstract. Depression is a common disease as anyone can experience it from time to time during their lifetime. Synthetic antidepressant drugs have been developed continuously to produce more effective drugs with minimal side effects. The use of medicinal plants is widespread in developing countries. Asteraceae is one of the plant tribes known for its various secondary metabolites that possess various pharmacological activities, including in the central nervous system. This research aims to determine the antidepressant activity of multiple plants of Asteraceae tribes and the contents that deliver the antidepressant effects. This study started with conducting a literature study using “antidepressants” and “Asteraceae” as keywords through many reputable international journal publishers such as Science Direct (Elsevier), PubMed, and Hindawi. The criteria used were research articles published in the last ten years. The research was conducted through several stages: literature search and retrieve, literature review, data extraction and synthesis, and reporting. It can be concluded that Chrysactinia mexicana A. Gray, Tanacetum parthenium L. Schultz-Bip, Anthemis wiedemanniana Fisch. & Mey, Centaurea kurdica Reichardt, Taraxacum officinale, Xanthium orientale subsp. italicum (Moretti) Greuter, Artemisia indica Linn, and Synedrella nodiflora (L.) Gaertn have antidepressant activities that are mediated by its flavonoids, sesquiterpene lactones, and pentacyclic triterpenes. Abstrak. Depresi umum terjadi sebab dapat dialami oleh siapapun dari waktu ke waktu selama masa hidupnya. Obat-obatan antidepresan sintetik terus dikembangkan untuk melahirkan obat yang efektif dengan profil efek samping seminimal mungkin. Pada waktu bersamaan penggunaan tanaman obat umum ditemukan di negara-negara berkembang. Suku Asteraceae (kenikir-kenikiran) merupakan salah satu suku tumbuhan yang kaya akan kandungan berbagai metabolit sekunder yang teruji memiliki berbagai aktivitas farmakologis, salah satunya pada sistem saraf pusat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui aktivitas antidepresan dari beberapa tumbuhan suku Asteraceae beserta kandungannya yang dapat memberikan efek antidepresan. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan studi literatur. Penelusuran artikel dilakukan menggunakan kata kunci “antidepressants” dan “Asteraceae” bersumber dari jurnal internasional sejumlah penerbit bereputasi seperti Science Direct (Elsevier), PubMed, dan Hindawi. Kriteria literatur yang digunakan adalah artikel berbentuk studi eksperimental yang terbit pada sepuluh tahun terakhir. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu pencarian dan pengambilan literatur, review literatur, ekstraksi dan sintesis data, dan pelaporan. Dapat disimpulkan bahwa Chrysactinia mexicana A. Gray, Tanacetum parthenium L. Schultz-Bip, Anthemis wiedemanniana Fisch. & Mey, Centaurea kurdica Reichardt, Taraxacum officinale, Xanthium orientale subsp. italicum (Moretti) Greuter, Artemisia indica Linn, dan Synedrella nodiflora (L.) Gaertn memiliki aktivitas antidepresan yang dimediasi oleh kandungan flavonoid, seskuiterpen lakton, dan triterpen pentasiklik.
Title: Studi Literatur Beberapa Tumbuhan Suku Asteraceae yang Memiliki Efek Antidepresan
Description:
Abstract.
Depression is a common disease as anyone can experience it from time to time during their lifetime.
Synthetic antidepressant drugs have been developed continuously to produce more effective drugs with minimal side effects.
The use of medicinal plants is widespread in developing countries.
Asteraceae is one of the plant tribes known for its various secondary metabolites that possess various pharmacological activities, including in the central nervous system.
This research aims to determine the antidepressant activity of multiple plants of Asteraceae tribes and the contents that deliver the antidepressant effects.
This study started with conducting a literature study using “antidepressants” and “Asteraceae” as keywords through many reputable international journal publishers such as Science Direct (Elsevier), PubMed, and Hindawi.
The criteria used were research articles published in the last ten years.
The research was conducted through several stages: literature search and retrieve, literature review, data extraction and synthesis, and reporting.
It can be concluded that Chrysactinia mexicana A.
Gray, Tanacetum parthenium L.
Schultz-Bip, Anthemis wiedemanniana Fisch.
& Mey, Centaurea kurdica Reichardt, Taraxacum officinale, Xanthium orientale subsp.
italicum (Moretti) Greuter, Artemisia indica Linn, and Synedrella nodiflora (L.
) Gaertn have antidepressant activities that are mediated by its flavonoids, sesquiterpene lactones, and pentacyclic triterpenes.
Abstrak.
Depresi umum terjadi sebab dapat dialami oleh siapapun dari waktu ke waktu selama masa hidupnya.
Obat-obatan antidepresan sintetik terus dikembangkan untuk melahirkan obat yang efektif dengan profil efek samping seminimal mungkin.
Pada waktu bersamaan penggunaan tanaman obat umum ditemukan di negara-negara berkembang.
Suku Asteraceae (kenikir-kenikiran) merupakan salah satu suku tumbuhan yang kaya akan kandungan berbagai metabolit sekunder yang teruji memiliki berbagai aktivitas farmakologis, salah satunya pada sistem saraf pusat.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui aktivitas antidepresan dari beberapa tumbuhan suku Asteraceae beserta kandungannya yang dapat memberikan efek antidepresan.
Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan studi literatur.
Penelusuran artikel dilakukan menggunakan kata kunci “antidepressants” dan “Asteraceae” bersumber dari jurnal internasional sejumlah penerbit bereputasi seperti Science Direct (Elsevier), PubMed, dan Hindawi.
Kriteria literatur yang digunakan adalah artikel berbentuk studi eksperimental yang terbit pada sepuluh tahun terakhir.
Penelitian dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu pencarian dan pengambilan literatur, review literatur, ekstraksi dan sintesis data, dan pelaporan.
Dapat disimpulkan bahwa Chrysactinia mexicana A.
Gray, Tanacetum parthenium L.
Schultz-Bip, Anthemis wiedemanniana Fisch.
& Mey, Centaurea kurdica Reichardt, Taraxacum officinale, Xanthium orientale subsp.
italicum (Moretti) Greuter, Artemisia indica Linn, dan Synedrella nodiflora (L.
) Gaertn memiliki aktivitas antidepresan yang dimediasi oleh kandungan flavonoid, seskuiterpen lakton, dan triterpen pentasiklik.

Related Results

Studi Literatur Potensi Aktivitas Antidepresan dari Tumbuhan Suku Valerianaceae
Studi Literatur Potensi Aktivitas Antidepresan dari Tumbuhan Suku Valerianaceae
Abstract. The plants of Valerianaceae Family is a medicinal plant that has potential as an antidepressant. One of the sesquiterpenoid content of the Valerianaceae Family is valeran...
ANALISIS KEMAMPUAN MAHASISWA PG PAUD UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS
ANALISIS KEMAMPUAN MAHASISWA PG PAUD UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS
Bahasa merupakan aspek terpenting dalam hidup setiap individu. Bahasa adalah sebuah sistem yang digunakan untuk berkomunikasi antara satu individu dengan individu lainnya. Dengan m...
Potensi Aktivitas Antidepresan pada Tumbuhan Suku Malvaceae
Potensi Aktivitas Antidepresan pada Tumbuhan Suku Malvaceae
Abstrak. Depresi merupakan salah satu masalah kejiwaan yang banyak terjadi saat ini. Penggunaan antidepresan untuk mengatasi gangguan depresi memiliki efek samping yang serius bagi...
Estudios embriológicos y de desarrollo de flores e inflorescencias en Barnadesioideae (Asteraceae)
Estudios embriológicos y de desarrollo de flores e inflorescencias en Barnadesioideae (Asteraceae)
La familia Asteraceae es una de las más diversas de las Angiospermas y varios análisis filogenéticos la han ubicado como el grupo hermano de la familia Calyceraceae, en un clado bi...
Keanekaragaman Tumbuhan Berguna di Kawasan Hutan Bodogol, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Keanekaragaman Tumbuhan Berguna di Kawasan Hutan Bodogol, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Kemajuan teknologi di bidang farmakologi tidak hanya menguatkan dominasi obat modern yang berbasis bahan kimia anorganik, back to nature dengan pengobatan herbal selama dua dekade ...
SISTEM INFORMASI SEBAGAI KEILMUAN YANG MULTIDISIPLINER
SISTEM INFORMASI SEBAGAI KEILMUAN YANG MULTIDISIPLINER
Saat ini, dibandingkan dengan negara sekitar, di manakah posisi Indonesia? Tepat sesaat sebelum pandemi, World bank mengkategorikan Indonesia pada posisi upper middle income dan PB...
POLA KOMUNIKASI VERBAL DALAM HARMONIASI KOMUNIKASI SUKU JAWA DAN SUKU SERAWAI DI KABUPATEN SELUMA
POLA KOMUNIKASI VERBAL DALAM HARMONIASI KOMUNIKASI SUKU JAWA DAN SUKU SERAWAI DI KABUPATEN SELUMA
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola komunikasi antarbudaya yang dikembangkan oleh masyarakat etnis Jawa dan etnis Serawai di desa Penago I Kecamatan Ilir Talo kabupaten S...
ANJING DALAM BUDAYA PAPUA (Dog in the Papua Culture)
ANJING DALAM BUDAYA PAPUA (Dog in the Papua Culture)
Tribes in Papua consider dogs to be animals that have important values for their lives. This paper aims to determine the function of dogs for the lives of tribes in Papua and to de...

Back to Top