Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGEMBANGAN PENJENAMAAN DIRI AUTENTIK GENERASI Z DALAM MEDIA SOSIAL

View through CrossRef
In the digital era, social media has become a central platform for Generation Z to shape their identity and public self-image. However, the rapid flow of instant content and viral trends often leads to the creation of digital personas that are misaligned with their true values and potential. Many youth, especially high school students, struggle to build an authentic and sustainable personal brand, resulting in a reliance on external validation. To address this, a community engagement initiative was conducted at SMK Negeri 1 Cimahi, aiming to support students in developing purposeful and value-based personal branding. Grounded in personal branding theory—which emphasizes value consistency, competence, and personal differentiation—the program took the form of an interactive seminar. This seminar combined presentations, group discussions, and practical exercises focused on crafting personal branding strategies using social media. Participants were encouraged to recognize their uniqueness, define core personal messages, and choose the right digital platforms to express their professional identity. The participatory and needs-based approach aimed to foster greater self-awareness, confidence, and media literacy. Evaluation results showed a significant improvement in students’ understanding, with an increase in the average awareness score from 3.08 to 4.39. Participants demonstrated better comprehension of the meaning, importance, and key components of authentic personal branding. This suggests that the program effectively met its objectives and provided students with the tools to build meaningful, authentic digital identities. ABSTRAK Di era digital, media sosial menjadi ruang utama bagi Generasi Z dalam membentuk identitas dan menampilkan citra diri. Namun, derasnya arus konten instan dan budaya viral kerap membuat mereka kesulitan membangun penjenamaan diri yang autentik dan berkelanjutan. Akibatnya, terbentuk persona digital yang tidak selaras dengan nilai dan potensi pribadi, serta ketergantungan pada validasi eksternal. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mendampingi siswa sekolah menengah, khususnya di SMK Negeri 1 Cimahi, dalam mengembangkan personal branding yang otentik dan berbasis pemahaman diri. Kegiatan ini berlandaskan teori personal branding yang menekankan konsistensi nilai, kompetensi, dan diferensiasi diri dalam membangun citra yang kredibel di ruang digital. Metode yang digunakan adalah seminar interaktif dengan pemaparan materi, diskusi kelompok, dan praktik langsung dalam menyusun strategi personal branding melalui media sosial. Peserta diarahkan untuk mengenali keunikan diri, merumuskan pesan inti personal, dan memilih platform yang tepat untuk menampilkan identitas profesional mereka. Pendekatan yang partisipatif dan berbasis kebutuhan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor rata-rata wawasan dari 3,08 menjadi 4,39, menandakan bahwa materi yang disampaikan relevan dan efektif. Peserta juga menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap pengertian, urgensi, serta komponen penjenamaan diri yang autentik. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu mentransfer pengetahuan dengan baik dan mendorong generasi muda untuk menjadi pribadi yang percaya diri, sadar nilai, dan cerdas dalam bermedia.  
Title: PENGEMBANGAN PENJENAMAAN DIRI AUTENTIK GENERASI Z DALAM MEDIA SOSIAL
Description:
In the digital era, social media has become a central platform for Generation Z to shape their identity and public self-image.
However, the rapid flow of instant content and viral trends often leads to the creation of digital personas that are misaligned with their true values and potential.
Many youth, especially high school students, struggle to build an authentic and sustainable personal brand, resulting in a reliance on external validation.
To address this, a community engagement initiative was conducted at SMK Negeri 1 Cimahi, aiming to support students in developing purposeful and value-based personal branding.
Grounded in personal branding theory—which emphasizes value consistency, competence, and personal differentiation—the program took the form of an interactive seminar.
This seminar combined presentations, group discussions, and practical exercises focused on crafting personal branding strategies using social media.
Participants were encouraged to recognize their uniqueness, define core personal messages, and choose the right digital platforms to express their professional identity.
The participatory and needs-based approach aimed to foster greater self-awareness, confidence, and media literacy.
Evaluation results showed a significant improvement in students’ understanding, with an increase in the average awareness score from 3.
08 to 4.
39.
Participants demonstrated better comprehension of the meaning, importance, and key components of authentic personal branding.
This suggests that the program effectively met its objectives and provided students with the tools to build meaningful, authentic digital identities.
ABSTRAK Di era digital, media sosial menjadi ruang utama bagi Generasi Z dalam membentuk identitas dan menampilkan citra diri.
Namun, derasnya arus konten instan dan budaya viral kerap membuat mereka kesulitan membangun penjenamaan diri yang autentik dan berkelanjutan.
Akibatnya, terbentuk persona digital yang tidak selaras dengan nilai dan potensi pribadi, serta ketergantungan pada validasi eksternal.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mendampingi siswa sekolah menengah, khususnya di SMK Negeri 1 Cimahi, dalam mengembangkan personal branding yang otentik dan berbasis pemahaman diri.
Kegiatan ini berlandaskan teori personal branding yang menekankan konsistensi nilai, kompetensi, dan diferensiasi diri dalam membangun citra yang kredibel di ruang digital.
Metode yang digunakan adalah seminar interaktif dengan pemaparan materi, diskusi kelompok, dan praktik langsung dalam menyusun strategi personal branding melalui media sosial.
Peserta diarahkan untuk mengenali keunikan diri, merumuskan pesan inti personal, dan memilih platform yang tepat untuk menampilkan identitas profesional mereka.
Pendekatan yang partisipatif dan berbasis kebutuhan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta.
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor rata-rata wawasan dari 3,08 menjadi 4,39, menandakan bahwa materi yang disampaikan relevan dan efektif.
Peserta juga menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap pengertian, urgensi, serta komponen penjenamaan diri yang autentik.
Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu mentransfer pengetahuan dengan baik dan mendorong generasi muda untuk menjadi pribadi yang percaya diri, sadar nilai, dan cerdas dalam bermedia.
 .

Related Results

Penerapan Asas Profesionalitas Pada Notaris Dalam Pembuatan Akta Autentik
Penerapan Asas Profesionalitas Pada Notaris Dalam Pembuatan Akta Autentik
This study aims to analyze the application of the principle of professionalism to notaries in making authentic deeds. Authentic deeds are considered as deeds that are perfect evide...
Penjenamaan RTM : Kajian Radio RTM Sabah
Penjenamaan RTM : Kajian Radio RTM Sabah
Penjenamaan Radio Televisyen Malaysia (RTM) bertujuan untuk menampilkan imej dan pakej baru siaran dan program RTM supaya releven dalam perkembangan dunia penyiaran masa kini. Caba...
Pemanfaatan Media Sosial Terhadap Kompetensi Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar
Pemanfaatan Media Sosial Terhadap Kompetensi Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar
Abstrak . Pesannya pengguna media sosial saat ini berpotensi untuk dimanfaatkan oleh semua profesi termasuk penyuluh sebagai sumber belajar dan media informasi pertanian. Melalui p...
Efektivitas Sistem Barcode Dalam Pengamanan Akta Autentik
Efektivitas Sistem Barcode Dalam Pengamanan Akta Autentik
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut efektivitas pemasangan sistem barcode dalam pengamanan akta autentik yang dibuat oleh Notaris. Perkembangan ini mempengaruhi ...
Analisis Integrasi Media Sosial Dalam Proses Edukasi Generasi Z
Analisis Integrasi Media Sosial Dalam Proses Edukasi Generasi Z
Kemajuan teknologi informasi saat ini selalu berdampingan dengan proses dan aktivitas manusia. Teknologi informasi telah meresap ke semua segmen masyarakat, dari generasi muda, gen...
Dismilaritas Kecanduan Pemakaian Media Sosial Generasi Y dan Generasi Z
Dismilaritas Kecanduan Pemakaian Media Sosial Generasi Y dan Generasi Z
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada/tidak adanya perbedaan ketergantungan pengunaan media sosial Generasi Y dan Generasi Z juga untuk melihat bagaimana perbedaan aplikasi...
Pengaruh Financial Literacy dan Lifestyle Terhadap Personal Finance
Pengaruh Financial Literacy dan Lifestyle Terhadap Personal Finance
Abstract. The current generation in Indonesia is more modern, previously known as the older generation and the younger generation based on the year of birth. Now the generation in ...

Back to Top