Javascript must be enabled to continue!
KESEPIAN SEBAGAI FAKTOR RISIKO KECEMASAN REMAJA PADA SISWA SMA
View through CrossRef
Latar belakang: Kesepian merupakan salah satu masalah psikososial yang sering dialami remaja dan memiliki hubungan yang signifikan terhadap kesehatan mental. Kesepian juga berkaitan erat dengan tingkat kecemasan yang dialami remaja.
Tujuan: Studi ini bertujuan menganalisis hubungan kesepian terhadap kecemasan di kalangan remaja
Metode: Studi ini dirancang menggunakan metode analitik melalui pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian melibatkan 89 siswa SMA yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Kuesioner UCLA Loneliness Scale digunakan untuk mengukur kesepian, sedangkan kecemasan menggunakan Mini Mindhear Youth Scale V.1 (MMYS V1). Pengujian hubungan antar variabel dilakukan melalui analisis Pearson Chi-square
Hasil: Ditemukan hubungan yang bermakna antara kesepian dan kecemasan pada remaja (p = 0,040). Remaja dengan tingkat kesepian tinggi lebih banyak mengalami kecemasan ringan hingga berat
Implikasi: Sekolah dan tenaga kesehatan diharapkan dapat melakukan deteksi dini serta mengembangkan intervensi berbasis dukungan sosial, seperti program konseling sebaya atau peer-support group, untuk mengurangi kesepian dan kecemasan pada remaja. Program ini relevan diterapkan di lingkungan sekolah menengah karena remaja cenderung lebih terbuka dan nyaman berbagi permasalahan emosional dengan teman sebaya
Kata Kunci: kecemasan; kesepian; remaja
STIKes Panti Waluya Malang
Title: KESEPIAN SEBAGAI FAKTOR RISIKO KECEMASAN REMAJA PADA SISWA SMA
Description:
Latar belakang: Kesepian merupakan salah satu masalah psikososial yang sering dialami remaja dan memiliki hubungan yang signifikan terhadap kesehatan mental.
Kesepian juga berkaitan erat dengan tingkat kecemasan yang dialami remaja.
Tujuan: Studi ini bertujuan menganalisis hubungan kesepian terhadap kecemasan di kalangan remaja
Metode: Studi ini dirancang menggunakan metode analitik melalui pendekatan cross-sectional.
Sampel penelitian melibatkan 89 siswa SMA yang dipilih dengan teknik purposive sampling.
Kuesioner UCLA Loneliness Scale digunakan untuk mengukur kesepian, sedangkan kecemasan menggunakan Mini Mindhear Youth Scale V.
1 (MMYS V1).
Pengujian hubungan antar variabel dilakukan melalui analisis Pearson Chi-square
Hasil: Ditemukan hubungan yang bermakna antara kesepian dan kecemasan pada remaja (p = 0,040).
Remaja dengan tingkat kesepian tinggi lebih banyak mengalami kecemasan ringan hingga berat
Implikasi: Sekolah dan tenaga kesehatan diharapkan dapat melakukan deteksi dini serta mengembangkan intervensi berbasis dukungan sosial, seperti program konseling sebaya atau peer-support group, untuk mengurangi kesepian dan kecemasan pada remaja.
Program ini relevan diterapkan di lingkungan sekolah menengah karena remaja cenderung lebih terbuka dan nyaman berbagi permasalahan emosional dengan teman sebaya
Kata Kunci: kecemasan; kesepian; remaja.
Related Results
Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Gambaran tingkat kecemasan dengan pengukuran TMAS dan prestasi belajar siswa perempuan dan laki-laki kelas 1 SMA Negeri 1 Kawangkoan
Gambaran tingkat kecemasan dengan pengukuran TMAS dan prestasi belajar siswa perempuan dan laki-laki kelas 1 SMA Negeri 1 Kawangkoan
Abstract: Anxiety arises as a result of the response to stress or conflicts. This is commonly occurs when a person experiences any changes in his/her life and is required to be abl...
HUBUNGAN FAMILY FUNCTIONING DAN KESEPIAN PADA MAHASISWA PERANTAU
HUBUNGAN FAMILY FUNCTIONING DAN KESEPIAN PADA MAHASISWA PERANTAU
Abstrak - Remaja akhir adalah remaja dengan rentang usia 18 – 21 tahun. Ketika merantau untuk keperluan melanjutkan pendidikan tinggi, banyak remaja yang mengalami kesulitan penyes...
Sebuah Studi Mengenai Kemampuan Koneksi Matematis Siswa SMA dalam Menyelesaikan Masalah Perbandingan Trigonometri Berdasarkan Tingkat Kecemasan Matematis
Sebuah Studi Mengenai Kemampuan Koneksi Matematis Siswa SMA dalam Menyelesaikan Masalah Perbandingan Trigonometri Berdasarkan Tingkat Kecemasan Matematis
Kecemasan matematika perlu diperhatikan setelah masa pandemi Covid-19 dimana siswa melaksanakan pembelajaran secara daring. Salah satu kemampuan yang penting dimiliki siswa dalam p...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Analisis Manajemen Risiko Konstruksi Pada Proyek Konstruksi Bendungan Berdasarkan Konsep ISO 31000:2018
Analisis Manajemen Risiko Konstruksi Pada Proyek Konstruksi Bendungan Berdasarkan Konsep ISO 31000:2018
Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbanyak ke empat di dunia dan hal ini menjadi tantangan pemerintah dalam membangun infrastruktur yang memadai. Salah satu program pemer...

