Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Work-Life Balance terhadap Organizational Commitment pada Karyawan Generasi Z

View through CrossRef
Abstract. Changes in the world of work require organizations to retain committed human resources, especially from Generation Z, who are known to value work-life balance. This study aims to determine the effect of work-life balance on organizational commitment in Generation Z employees. This study uses a non-experimental quantitative approach with a cross-sectional approach. Involving 395 Generation Z employees selected using a non-probability sampling technique, with a convenience sampling method. The research instrument used the Work-Life Balance scale (Fisher et al., 2009) adapted by Gunawan et al. (2019) and the Organizational Commitment scale refers to the scale (Allen & Meyer, 1997) adapted by Sulistiawan et al. (2021). Data analysis used the Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) method using Smart-PLS. The results of the analysis show a significant influence between work-life balance and organizational commitment in Generation Z employees, with an R-Square value of 86.6%. SEM-PLS results also show that the work-life balance dimensions, namely Demands and Resources, have a significant influence on each dimension of organizational commitment. This finding supports the research hypothesis and suggests that work-life balance plays a significant role in increasing organizational commitment among Generation Z employees. Abstrak. Perubahan dunia kerja menuntut organisasi untuk mempertahankan sumber daya manusia yang berkomitmen, khususnya dari kalangan Generasi Z yang dikenal menghargai keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan atau work-life balance. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh work-life balance terhadap organizational commitment pada karyawan Generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif non eksperimental dengann cross-sectional. Melibatkan 395 karyawan Generasi Z yang dipilih menggunakan teknik non- probability sampling, dengan metode convenience sampling. Instrumen penelitian menggunakan skala Work-Life Balance (Fisher et al., 2009) yang diadaptasi oleh Gunawan et al. (2019) dan skala Organizational Commitment mengacu pada skala (Allen & Meyer,1997) yang diadaptasi oleh Sulistiawan et al. (2021). Analisis data yang digunakan adalah dengan metode Structural Equation Modelling-Partial Least Square (SEM-PLS) menggunakan Smart-PLS. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara work-life balance dan organizational commitment pada Karyawan Generasi Z, dengan nilai R-Square sebesar 86,6%. Hasil SEM-PLS juga menunjukkan bahwa dimensi work-life balance yaitu Demands dan Resource berpengaruh signifikan terhadap setiap dimensi organizational commitment. Temuan ini mendukung hipotesis penelitian dan menunjukkan bahwa work-life balance berperan sebagai faktor penting yang dapat meningkatkan organizational commitment pada karyawan Generasi Z.
Title: Pengaruh Work-Life Balance terhadap Organizational Commitment pada Karyawan Generasi Z
Description:
Abstract.
Changes in the world of work require organizations to retain committed human resources, especially from Generation Z, who are known to value work-life balance.
This study aims to determine the effect of work-life balance on organizational commitment in Generation Z employees.
This study uses a non-experimental quantitative approach with a cross-sectional approach.
Involving 395 Generation Z employees selected using a non-probability sampling technique, with a convenience sampling method.
The research instrument used the Work-Life Balance scale (Fisher et al.
, 2009) adapted by Gunawan et al.
(2019) and the Organizational Commitment scale refers to the scale (Allen & Meyer, 1997) adapted by Sulistiawan et al.
(2021).
Data analysis used the Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) method using Smart-PLS.
The results of the analysis show a significant influence between work-life balance and organizational commitment in Generation Z employees, with an R-Square value of 86.
6%.
SEM-PLS results also show that the work-life balance dimensions, namely Demands and Resources, have a significant influence on each dimension of organizational commitment.
This finding supports the research hypothesis and suggests that work-life balance plays a significant role in increasing organizational commitment among Generation Z employees.
Abstrak.
Perubahan dunia kerja menuntut organisasi untuk mempertahankan sumber daya manusia yang berkomitmen, khususnya dari kalangan Generasi Z yang dikenal menghargai keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan atau work-life balance.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh work-life balance terhadap organizational commitment pada karyawan Generasi Z.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif non eksperimental dengann cross-sectional.
Melibatkan 395 karyawan Generasi Z yang dipilih menggunakan teknik non- probability sampling, dengan metode convenience sampling.
Instrumen penelitian menggunakan skala Work-Life Balance (Fisher et al.
, 2009) yang diadaptasi oleh Gunawan et al.
(2019) dan skala Organizational Commitment mengacu pada skala (Allen & Meyer,1997) yang diadaptasi oleh Sulistiawan et al.
(2021).
Analisis data yang digunakan adalah dengan metode Structural Equation Modelling-Partial Least Square (SEM-PLS) menggunakan Smart-PLS.
Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara work-life balance dan organizational commitment pada Karyawan Generasi Z, dengan nilai R-Square sebesar 86,6%.
Hasil SEM-PLS juga menunjukkan bahwa dimensi work-life balance yaitu Demands dan Resource berpengaruh signifikan terhadap setiap dimensi organizational commitment.
Temuan ini mendukung hipotesis penelitian dan menunjukkan bahwa work-life balance berperan sebagai faktor penting yang dapat meningkatkan organizational commitment pada karyawan Generasi Z.

Related Results

Kata Kunci: Kenaikan Laba, Return Saham, Kenaikan Dividen.
Kata Kunci: Kenaikan Laba, Return Saham, Kenaikan Dividen.
  Abstract. In the company work life balance is a term for balancing personal life and work. The balance that occurs between each employee is viewed from work life and person...
Pengaruh Work Life Balance dan Self Efficacy terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) yang Berdampak pada Kinerja Karyawan
Pengaruh Work Life Balance dan Self Efficacy terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) yang Berdampak pada Kinerja Karyawan
Abstract :  The aim of this research is to analyze the influence of work life balance and self efficacy on citizenship behavior (OCB) which has an impact on employee performance. T...
Pengaruh Work Life Balance terhadap Komitmen Organisasi pada Dosen Hybrid Working
Pengaruh Work Life Balance terhadap Komitmen Organisasi pada Dosen Hybrid Working
Abstract. In the face of organizational change that continues to grow, organizations need human resources who have organizational commitment. One of the factors that can affect org...
Pengaruh Kompetensi Karyawan dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Kereta Api Indonesia Aset Daop 2 Bandung
Pengaruh Kompetensi Karyawan dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Kereta Api Indonesia Aset Daop 2 Bandung
Abstract. Competence is very important in supporting employee performance, many efforts have been made by companies to improve this competence, including through various training, ...
PENGARUH MOTIVASI INTRINSIK DAN EKTRINSIK TERHADAP KINERJA KARYAWAN KOPERASI SYARIAH DI KALIBARU
PENGARUH MOTIVASI INTRINSIK DAN EKTRINSIK TERHADAP KINERJA KARYAWAN KOPERASI SYARIAH DI KALIBARU
Keberhasilan sebuah perusahaan sangat erat kaitannya dengan kinerja karyawan yang ada di dalamnya. Karyawan merupakan penggerak dan pengendali dalam perusahaan. Meningkatnya kinerj...
Pengaruh Perceived Organizational Support terhadap Komitmen Afektif Karyawan Generasi Z
Pengaruh Perceived Organizational Support terhadap Komitmen Afektif Karyawan Generasi Z
Abstract. In a dynamic work environment, it is important for organizations to have a deep understanding of Generation Z. Allen & Meyer (1991), defined affective commitment as a...
Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan
Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan
Abstract. Human Resource Management that is managed with full effort is necessary in order to improve the results of good employee performance, because employee performance is one ...

Back to Top