Javascript must be enabled to continue!
Dimensi Oukumenis Dalam Kepemimpinan Ezra Dan Nehemia: Pembelajaran Untuk Dialog Antar-Gereja Kontemporer
View through CrossRef
Penelitian ini menganalisis dimensi oikumenis dalam kepemimpinan Ezra dan Nehemia, dua tokoh kunci dalam pemulihan bangsa Israel pasca-pembuangan di Babel. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana kepemimpinan mereka menunjukkan prinsip-prinsip oikumenis seperti inklusivitas, toleransi, dan rekonsiliasi, serta mengungkap pembelajaran yang dapat diterapkan dalam dialog antar-gereja kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan hermeneutik, dengan sumber data utama berupa kitab Ezra dan Nehemia dalam alkitab Ibrani. Analisis teks dilakukan dalam konteks historis dan teologis, serta dukungan oleh data sekunder berupa buku-buku teologi, komentar Alkitab, dan penelitian sebelumnya. Penelitian ini menemukan bahwa kepemimpinan Ezra dan Nehemia mencerminkan dimensi oikumenis melalui pendekatan inklusif, prinsip rekonsiliasi, dan pengutamaan tujuan bersama. Ezra menekankan pentingnya hidup sesuaidengan hukum Allah, sementara Nehemia berfokus pada pemulihan fisik dan sosial. Keduanya menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan namun fokus mereka adalah memuliahkan Israel sebagai umat Allah. Penelitian ini memberikan pembelajaran penting bagi dialog antar gereja kontemporer. Kepemimpinan Ezra dan Nehemia menunjukkan bahwa membangun dialog yang menghargai perbedaan, berfokus pada misi bersama, dan berusaha mencapai konsensus dalam kerjasama sebagai kunci untuk membangun gereja yang lebih bersatu.
Sekolah Tinggi Teologi Mamasa
Title: Dimensi Oukumenis Dalam Kepemimpinan Ezra Dan Nehemia: Pembelajaran Untuk Dialog Antar-Gereja Kontemporer
Description:
Penelitian ini menganalisis dimensi oikumenis dalam kepemimpinan Ezra dan Nehemia, dua tokoh kunci dalam pemulihan bangsa Israel pasca-pembuangan di Babel.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana kepemimpinan mereka menunjukkan prinsip-prinsip oikumenis seperti inklusivitas, toleransi, dan rekonsiliasi, serta mengungkap pembelajaran yang dapat diterapkan dalam dialog antar-gereja kontemporer.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan hermeneutik, dengan sumber data utama berupa kitab Ezra dan Nehemia dalam alkitab Ibrani.
Analisis teks dilakukan dalam konteks historis dan teologis, serta dukungan oleh data sekunder berupa buku-buku teologi, komentar Alkitab, dan penelitian sebelumnya.
Penelitian ini menemukan bahwa kepemimpinan Ezra dan Nehemia mencerminkan dimensi oikumenis melalui pendekatan inklusif, prinsip rekonsiliasi, dan pengutamaan tujuan bersama.
Ezra menekankan pentingnya hidup sesuaidengan hukum Allah, sementara Nehemia berfokus pada pemulihan fisik dan sosial.
Keduanya menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan namun fokus mereka adalah memuliahkan Israel sebagai umat Allah.
Penelitian ini memberikan pembelajaran penting bagi dialog antar gereja kontemporer.
Kepemimpinan Ezra dan Nehemia menunjukkan bahwa membangun dialog yang menghargai perbedaan, berfokus pada misi bersama, dan berusaha mencapai konsensus dalam kerjasama sebagai kunci untuk membangun gereja yang lebih bersatu.
.
Related Results
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
MUSIK GEREJA DAN HYMNE A.Musik GerejaMusik gereja adalah penggunaan musik yang berkembang dan digunakan di gereja musik sangat penting dalam ibadah gereja, karena sebagian besar ke...
Gereja Visioner Panggilan Memuridkan “Bangsa”
Gereja Visioner Panggilan Memuridkan “Bangsa”
A visionary church is the dream of every pastor and church congregation, but in the current reality the church is not doing what it wants and expected so that the visionary church...
Pentingnya Penginjilan Bagi Pertumbuhan Gereja dalam Perintisan Jemaat Baru
Pentingnya Penginjilan Bagi Pertumbuhan Gereja dalam Perintisan Jemaat Baru
Gereja yang bertumbuh adalah gereja yang menjalankan tugas utamanya terhadap penginjilan. Tugas penginjilan adalah tugas semua orang percaya tanpa terkecuali. Dipertajamkan langsun...
Gereja Musafir Sebagai Antisipasi Hidup Eskatologis
Gereja Musafir Sebagai Antisipasi Hidup Eskatologis
Tujuan tulisan ini ialah untuk menggali kekayaan kazanah teologi Katolik tentang Gereja secara khusus yang akan digali dalam tulisan ini tentang Gereja musafir. Kata Musafir mau me...
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Fenomena Arsitektur Candi Prambanan adalah unik karena memenuhi kriterium dimensi makna transendental sejak awal mula pembangunannya, masa kehidupan, masa kegelapan, penemuan kemba...
Kepemimpinan Dalam Gereja sebagai pelayan dan Relevansinya Di Gereja Toraja C.K Efrata Kalpataru
Kepemimpinan Dalam Gereja sebagai pelayan dan Relevansinya Di Gereja Toraja C.K Efrata Kalpataru
Abstrak : kajian dalam tulisan ini hendak membahas kepemimpinan dalam Gereja sebagai Pelayanan dan Relevansinya di Gereja Toraja C.k Efrata kalpataru, dimana suatu pelayanan sangat...
Hospitalitas Pemimpin Rohani Dalam Gereja
Hospitalitas Pemimpin Rohani Dalam Gereja
Artikel ini membahas tentang hospitalitas peran pemimpin dalam gereja berdasarkan prinsip orang Kristen. Penulis melakukan analisis berbagai sumber pustaka baik buku maupun jurnal ...
Kajian Peran Gereja Untuk Mengatasi Kenakalan Remaja Di GKII Long Peso Kalimantan Utara
Kajian Peran Gereja Untuk Mengatasi Kenakalan Remaja Di GKII Long Peso Kalimantan Utara
Peranan gereja sangat menolong anggota jemaat untuk menghadapi masalah hidup termasuk masalah kenakalan remaja. Kajian Peran Gereja Di GKII Long Peso Kalimantan Utara. Tujuan dari ...

