Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

THE DESCRIPTION OF SELF CONTROL IN PERPETRATORS OF CYBERBULYING

View through CrossRef
Peningkatan penggunaan teknologi dan informasi dapat meningkatkan resiko terjadinya fenomena cyberbullying. Salah satu faktor dari cyberbullying adalah kontrol diri. Individu yang memiliki kontrol diri tinggi akan mampu untuk mengarahkan dan mengendalikan diri jika dihadapkan pada situasi yang tidak sesuai dengan harapan. Sebaliknya, individu yang memiliki kontrol diri rendah kurang mampu untuk mengarahkan dan mengendalikan diri sehingga cenderung berperilaku negatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif deskriptif dengan pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 88 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kontrol diri. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ialah pelaku cyberbullying berada pada kontrol diri sedang. Kontrol diri tinggi mengartikan siswa mampu mengontrol perilaku, kognitif dan keputusan sehingga mampu mengendalikan tingkah laku dalam berbagai situasi agar memperoleh konsekuensi positif. Kontrol diri rendah mengindikasikan siswa melakukan hal-hal yang kurang dapat diterima oleh lingkungan sekitar khususnya lingkungan sekolah. Semakin tinggi kontrol diri seseorang maka semakin menurun pula perilaku atau tindakan negatif yang dilakukan. Kontrol diri yang belum optimal disebabkan oleh rendahnya aspek-aspek kontrol diri berupa kontrol perilaku, kontrol kognitif dan kontrol keputusan. Aspek yang paling rendah ialah kontrol perilaku, menyatakan bahwa pelaku cyberbullying memiliki kecenderungan untuk menghabiskan waktu bersama teman sebaya sehingga tidak mampu mengontrol perilaku diri dengan optimal.
Title: THE DESCRIPTION OF SELF CONTROL IN PERPETRATORS OF CYBERBULYING
Description:
Peningkatan penggunaan teknologi dan informasi dapat meningkatkan resiko terjadinya fenomena cyberbullying.
Salah satu faktor dari cyberbullying adalah kontrol diri.
Individu yang memiliki kontrol diri tinggi akan mampu untuk mengarahkan dan mengendalikan diri jika dihadapkan pada situasi yang tidak sesuai dengan harapan.
Sebaliknya, individu yang memiliki kontrol diri rendah kurang mampu untuk mengarahkan dan mengendalikan diri sehingga cenderung berperilaku negatif.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif deskriptif dengan pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 88 siswa.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kontrol diri.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan analisis deskriptif.
Hasil penelitian ialah pelaku cyberbullying berada pada kontrol diri sedang.
Kontrol diri tinggi mengartikan siswa mampu mengontrol perilaku, kognitif dan keputusan sehingga mampu mengendalikan tingkah laku dalam berbagai situasi agar memperoleh konsekuensi positif.
Kontrol diri rendah mengindikasikan siswa melakukan hal-hal yang kurang dapat diterima oleh lingkungan sekitar khususnya lingkungan sekolah.
Semakin tinggi kontrol diri seseorang maka semakin menurun pula perilaku atau tindakan negatif yang dilakukan.
Kontrol diri yang belum optimal disebabkan oleh rendahnya aspek-aspek kontrol diri berupa kontrol perilaku, kontrol kognitif dan kontrol keputusan.
Aspek yang paling rendah ialah kontrol perilaku, menyatakan bahwa pelaku cyberbullying memiliki kecenderungan untuk menghabiskan waktu bersama teman sebaya sehingga tidak mampu mengontrol perilaku diri dengan optimal.

Related Results

Is a Fitbit a Diary? Self-Tracking and Autobiography
Is a Fitbit a Diary? Self-Tracking and Autobiography
Data becomes something of a mirror in which people see themselves reflected. (Sorapure 270)In a 2014 essay for The New Yorker, the humourist David Sedaris recounts an obsession spu...
Cudzoziemcy jako sprawcy znęcania się i zgwałcenia w kontekście przemocy „honorowej”
Cudzoziemcy jako sprawcy znęcania się i zgwałcenia w kontekście przemocy „honorowej”
The number of foreign nationals convicted of physical abuse in the period spanning 2004–2012 was around a dozen cases a year. The percentage of convicted foreign nationals in compa...
Nonlinear optimal control for robotic exoskeletons with electropneumatic actuators
Nonlinear optimal control for robotic exoskeletons with electropneumatic actuators
Purpose To provide high torques needed to move a robot’s links, electric actuators are followed by a transmission system with a high transmission rate. For instance, gear ratios of...
ALTERNATIVE SANCTION TO IMPRISONMENT IN LAW ENFORCEMENT AGAINST ILLEGAL FISHING PERPETRATORS IN INDONESIA'S EXCLUSIVE ECONOMIC ZONE
ALTERNATIVE SANCTION TO IMPRISONMENT IN LAW ENFORCEMENT AGAINST ILLEGAL FISHING PERPETRATORS IN INDONESIA'S EXCLUSIVE ECONOMIC ZONE
The problem of law enforcement against illegal fishing perpetrators in Indonesia's Exclusive Economic Zone or ZEEI needs to find a solution, especially related to imprisonment whic...
Dinamika Psikologis Pelaku Kekerasan Seksual pada Anak
Dinamika Psikologis Pelaku Kekerasan Seksual pada Anak
Nowadays cases of sexual violence against children are rife in Indonesia. Cases of sexual violence increase over time. The perpetrators of sexual violence are not only strangers wh...
An Exploratory Study of Self-Concept
An Exploratory Study of Self-Concept
The purpose of the researcher was to investigate self-concept in selected groups of college students. The impact of five independent variables upon self-concept was investigated. T...

Back to Top