Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

IMPLEMENTASI UPACARA ADAT NYANGKU DI SITUS SITU LENGKONG PANJALU

View through CrossRef
Masyarakat di wilayah Panjalu, memiliki upacara adat setempat yang menjadi identitas masyarakat panjalu itu sendiri. Salah satu upacara adat yang dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Panjalu yaitu Upacara Adat Nyangku. Upacara Adat Nyangku adalah sebuah instrumen yang dipakai oleh nenek moyang masyarakat panjalu dalam mensiarkan agama islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Barang-barang yang di bersihkan ketika prosesi upacara adat nyangku yaitu: 1) Pedang, sebagai senjata yang digunkan sebagai sarana untuk penjagaan diri ketika menyebarkan agama islam, 2) Cis, merupakan tombak sebagai senjata yang digunkan sebagai sarana untuk penjagaan diri ketika menyebarkan agama islam, 3) Keris komando, bekas senjata yang digunakan raja panjalu sebagai alat komando dalam pemerintahan di kerajaan Panjalu, 4) Keris, merupakan pegangan atau koleksi para bupati panjalu terdahulu, 5) Pancaworo, merupakan alat yang digunakan sebagai senjata perang zaman dahulu, 6) Bangreng, merupakan alat yang digunakan sebagai senjata perang zaman dahulu, 7) Gong kecil, merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan rakyat pada zaman dahulu. Selanjutnya di hari yang ditentukan, ketika Upacara Adat Nyangku siap untuk dilaksanakan, ada syarat khusus yang harus di patuhi yaitu 1) Cara Berpakaian, 2) Tata Cara Kirab Benda-benda peninggalan Kerajaan Panjalu. Apabila di analisis lebih lanjut, pada dasarnya tidak semua benda peninggalan di bersihkan ketika prosesi Upacara Adat Nyangku. Benda-benda peninggalan yang lain biasanya dibersihkan besok harinya. Hal yang demikian tersebut bertujuan agar prosesi Upacara Adat Nyangku berjalan efektif tanpa memakan waktu yang lama. Benda peningalan yang dibersihkan ketika prosesi Upacara Adat Nyangku hanya benda peninggalan asli Kerajaan Panjalu saja yaitu: 1) Pedang, 2) Keris KomandoAbstract Communities in the Panjalu region have local traditional ceremonies which become the identity of the panjalu community itself. One of the traditional ceremonies which is guarded and preserved by the Panjalu community is the Nyangku Traditional Ceremony. Nyangku Traditional Ceremony is an instrument used by the ancestors of the panjalu community in promoting Islam. This study uses a qualitative descriptive research method. The items that were cleaned during the procession of the Nyangku traditional ceremony, namely: 1) The sword, as a weapon used as a means of self-defense when spreading Islam, 2) Cis, was a spear as a weapon used as a means of self-defense when spreading Islam , 3) Keris command, former weapons used by king Panjalu as a command tool in the government in the kingdom of Panjalu, 4) Keris, is the handle or collection of the previous long-time regents, 5) Pancaworo, a tool used as an ancient weapon of war, 6) Bangreng, a tool used as an ancient war weapon, 7) Small Gong, is a tool used to gather people in ancient times. Furthermore, on the appointed day, when the Nyangku Traditional Ceremony is ready to be carried out, there are special conditions that must be obeyed, namely 1) How to dress, 2) Procedure for Kirab Heritage objects of Panjalu Kingdom. If further analyzed, basically not all relics are cleared during the procession of my Nyangku Traditional Ceremony. Other relics are usually cleaned tomorrow. This is intended to make the Nyangku Traditional Ceremony process effective without taking a long time. Restored objects that are cleaned during the procession of the Nyangku Traditional Ceremony are only the original relics of the Panjalu Kingdom, namely: 1) Swords, 2) Keris Komando
Universitas Galuh Ciamis
Title: IMPLEMENTASI UPACARA ADAT NYANGKU DI SITUS SITU LENGKONG PANJALU
Description:
Masyarakat di wilayah Panjalu, memiliki upacara adat setempat yang menjadi identitas masyarakat panjalu itu sendiri.
Salah satu upacara adat yang dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Panjalu yaitu Upacara Adat Nyangku.
Upacara Adat Nyangku adalah sebuah instrumen yang dipakai oleh nenek moyang masyarakat panjalu dalam mensiarkan agama islam.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif.
Barang-barang yang di bersihkan ketika prosesi upacara adat nyangku yaitu: 1) Pedang, sebagai senjata yang digunkan sebagai sarana untuk penjagaan diri ketika menyebarkan agama islam, 2) Cis, merupakan tombak sebagai senjata yang digunkan sebagai sarana untuk penjagaan diri ketika menyebarkan agama islam, 3) Keris komando, bekas senjata yang digunakan raja panjalu sebagai alat komando dalam pemerintahan di kerajaan Panjalu, 4) Keris, merupakan pegangan atau koleksi para bupati panjalu terdahulu, 5) Pancaworo, merupakan alat yang digunakan sebagai senjata perang zaman dahulu, 6) Bangreng, merupakan alat yang digunakan sebagai senjata perang zaman dahulu, 7) Gong kecil, merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan rakyat pada zaman dahulu.
Selanjutnya di hari yang ditentukan, ketika Upacara Adat Nyangku siap untuk dilaksanakan, ada syarat khusus yang harus di patuhi yaitu 1) Cara Berpakaian, 2) Tata Cara Kirab Benda-benda peninggalan Kerajaan Panjalu.
Apabila di analisis lebih lanjut, pada dasarnya tidak semua benda peninggalan di bersihkan ketika prosesi Upacara Adat Nyangku.
Benda-benda peninggalan yang lain biasanya dibersihkan besok harinya.
Hal yang demikian tersebut bertujuan agar prosesi Upacara Adat Nyangku berjalan efektif tanpa memakan waktu yang lama.
Benda peningalan yang dibersihkan ketika prosesi Upacara Adat Nyangku hanya benda peninggalan asli Kerajaan Panjalu saja yaitu: 1) Pedang, 2) Keris KomandoAbstract Communities in the Panjalu region have local traditional ceremonies which become the identity of the panjalu community itself.
One of the traditional ceremonies which is guarded and preserved by the Panjalu community is the Nyangku Traditional Ceremony.
Nyangku Traditional Ceremony is an instrument used by the ancestors of the panjalu community in promoting Islam.
This study uses a qualitative descriptive research method.
The items that were cleaned during the procession of the Nyangku traditional ceremony, namely: 1) The sword, as a weapon used as a means of self-defense when spreading Islam, 2) Cis, was a spear as a weapon used as a means of self-defense when spreading Islam , 3) Keris command, former weapons used by king Panjalu as a command tool in the government in the kingdom of Panjalu, 4) Keris, is the handle or collection of the previous long-time regents, 5) Pancaworo, a tool used as an ancient weapon of war, 6) Bangreng, a tool used as an ancient war weapon, 7) Small Gong, is a tool used to gather people in ancient times.
Furthermore, on the appointed day, when the Nyangku Traditional Ceremony is ready to be carried out, there are special conditions that must be obeyed, namely 1) How to dress, 2) Procedure for Kirab Heritage objects of Panjalu Kingdom.
If further analyzed, basically not all relics are cleared during the procession of my Nyangku Traditional Ceremony.
Other relics are usually cleaned tomorrow.
This is intended to make the Nyangku Traditional Ceremony process effective without taking a long time.
Restored objects that are cleaned during the procession of the Nyangku Traditional Ceremony are only the original relics of the Panjalu Kingdom, namely: 1) Swords, 2) Keris Komando.

Related Results

Acculturing of Islamic Values in The Nyangku Panjalu Ciamis Tradition
Acculturing of Islamic Values in The Nyangku Panjalu Ciamis Tradition
This study examines the Islamic values ​​contained in the Nyangku ceremony in the midst of the existence of the Islamic values ​​of the Panjalu community. The Panjalu community is ...
Nilai-Nilai Pendidikan Religius dalam Tradisi Nyangku Masyarakat Panjalu Kabupaten Ciamis
Nilai-Nilai Pendidikan Religius dalam Tradisi Nyangku Masyarakat Panjalu Kabupaten Ciamis
Panjalumerupakan sebuah wilayah ibu kota kecamatan yang terletak di sebelah Utara Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat.  Dalam sejarahnya, masyarakat Panjalumemiliki sebuah budayaa...
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
AbstractAdat Positive Legal Science was initiated to simplify Western People (officer, legal enforcer, scholar) to understand adat or adat law. There are two important process to p...
Eksplorasi Etnomatematika pada Rancang Bangun Rumah Adat Lengkong
Eksplorasi Etnomatematika pada Rancang Bangun Rumah Adat Lengkong
Abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) Mengetahui makna filosofis yang terdapat pada rancang bangun rumah adat Lengkong; 2) Mendeskripsikan rancang bangun rumah adat Le...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
TARI TANDIK LAYAR DALAM UPACARA ADAT BAWANANG DI DESA MAPAT KECAMATAN HALONG KABUPATEN BALANGAN
TARI TANDIK LAYAR DALAM UPACARA ADAT BAWANANG DI DESA MAPAT KECAMATAN HALONG KABUPATEN BALANGAN
Penelitian ini berkenaan dengan Tari Tandik Layar Dalam Upacara Bawanang sebagai bagian dari upacara aruh adat bawanang. Penelitian ini dilakukan untuk menggali ingin mengetahui le...
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Tulisan ini berupaya melihat marjinalisasi adat, hukum adat serta implikasinya pada masyarakat adat. Dalam konteks Indonesia, meskipun Konstitusi dan beberapa aturan formal mengaku...
BABAD PANJALU (Kajian Struktural, Semiotik, dan Etnopedagogik)
BABAD PANJALU (Kajian Struktural, Semiotik, dan Etnopedagogik)
Babad Panjalu merupakan salah satu karya sastra kuno yang mengandung unsur sajarah yang ditulis oleh Prajadinata, koleksi C.M. Pleyte. Babad Panjalu menjadi sumber utama dalam pene...

Back to Top