Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Baku Gara: Perekat Hubungan Antarpribadi Masyarakat Kaili

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran Baku Gara sebagai perekat hubungan antarpribadi dengan fokus pada fenomena penggunaannya dan konsekuensinya dalam interaksi sosial dan psikologis. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memahami dampaknya pada hubungan interpersonal, dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Baku Gara adalah sebuah tradisi penting yang berfungsi sebagai perekat hubungan antarpribadi dalam masyarakat Kaili. Artikel ini mengeksplorasi peran signifikan Baku Gara dalam membentuk dan mempertahankan ikatan sosial di tengah masyarakat Kaili. Tinjauan pustaka melibatkan penelaahan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Baku Gara dapat memiliki dampak yang signifikan pada kualitas hubungan antarpribadi, menciptakan ketegangan dan konflik. Baku Gara tidak sekadar serangkaian kata-kata ejekan, tetapi juga mencerminkan kedekatan dan perekat hubungan antarpribadi. Baku Gara dianggap sebagai bentuk interaksi sosial yang menciptakan dan memelihara ikatan keakraban antara individu. Dengan melibatkan unsur humor dan keakraban, Baku Gara dapat menjadi sarana untuk mengekspresikan perhatian, kasih sayang, dan keakraban antaranggota masyarakat. Pengembangan pedoman etika terkait dengan penggunaan Baku Gara dalam bentuk kompetensi komunikasi juga diperlukan untuk memastikan respons yang bertanggung jawab dan sensitivitas sosial dalam interaksi antarpribadi. Artikel ini menyimpulkan bahwa Baku Gara adalah elemen kunci dalam menjaga kohesi sosial dan identitas budaya masyarakat Kaili, serta memberikan rekomendasi untuk mempertahankan dan mengembangkan tradisi ini di masa depan.
Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Title: Baku Gara: Perekat Hubungan Antarpribadi Masyarakat Kaili
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran Baku Gara sebagai perekat hubungan antarpribadi dengan fokus pada fenomena penggunaannya dan konsekuensinya dalam interaksi sosial dan psikologis.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memahami dampaknya pada hubungan interpersonal, dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.
Baku Gara adalah sebuah tradisi penting yang berfungsi sebagai perekat hubungan antarpribadi dalam masyarakat Kaili.
Artikel ini mengeksplorasi peran signifikan Baku Gara dalam membentuk dan mempertahankan ikatan sosial di tengah masyarakat Kaili.
Tinjauan pustaka melibatkan penelaahan literatur terkait.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Baku Gara dapat memiliki dampak yang signifikan pada kualitas hubungan antarpribadi, menciptakan ketegangan dan konflik.
Baku Gara tidak sekadar serangkaian kata-kata ejekan, tetapi juga mencerminkan kedekatan dan perekat hubungan antarpribadi.
Baku Gara dianggap sebagai bentuk interaksi sosial yang menciptakan dan memelihara ikatan keakraban antara individu.
Dengan melibatkan unsur humor dan keakraban, Baku Gara dapat menjadi sarana untuk mengekspresikan perhatian, kasih sayang, dan keakraban antaranggota masyarakat.
Pengembangan pedoman etika terkait dengan penggunaan Baku Gara dalam bentuk kompetensi komunikasi juga diperlukan untuk memastikan respons yang bertanggung jawab dan sensitivitas sosial dalam interaksi antarpribadi.
Artikel ini menyimpulkan bahwa Baku Gara adalah elemen kunci dalam menjaga kohesi sosial dan identitas budaya masyarakat Kaili, serta memberikan rekomendasi untuk mempertahankan dan mengembangkan tradisi ini di masa depan.

Related Results

TAFSIR PERIODISASI GARA-GARA: ANALISIS PENGUBAHAN GARA-GARA DALAM EMPAT LAKON WAYANG KULIT
TAFSIR PERIODISASI GARA-GARA: ANALISIS PENGUBAHAN GARA-GARA DALAM EMPAT LAKON WAYANG KULIT
“Gara-gara” is an important scene in the plot of shadow puppet plays. The diversity of playsperformed or documented in the written texts tends to result in a comparison study of th...
Representasi Komunikasi Keluarga pada Film “Gara-Gara Warisan”
Representasi Komunikasi Keluarga pada Film “Gara-Gara Warisan”
Abstract. Communication is very important in the family. By communicating, family members can know and understand roles, rules and expectations and how family members form and mana...
ANALISIS KUALITAS BIOBRIKET KARBONISASI LIMBAH BAMBU DENGAN PEREKAT TEPUNG SINGKONG DAN TEPUNG NASI AKING
ANALISIS KUALITAS BIOBRIKET KARBONISASI LIMBAH BAMBU DENGAN PEREKAT TEPUNG SINGKONG DAN TEPUNG NASI AKING
Ketergantungan yang besar pada sumber bahan bakar fosil telah menyebabkan terjadinya eksploitasi besar-besaran pada sumber bahan bakar fosil, sehingga dikhawatirkan bahan bakar fos...
BUDAYA SINTUVU MASYARAKAT KAILI DI SULAWESI TENGAH [THE SINTUVU CULTURE OF THE KAILI PEOPLE IN CENTRAL SULAWESI]
BUDAYA SINTUVU MASYARAKAT KAILI DI SULAWESI TENGAH [THE SINTUVU CULTURE OF THE KAILI PEOPLE IN CENTRAL SULAWESI]
Penelitian ini merupakan refleksi kritis tentang budaya sintuvu masyarakat Kaili di Sulawesi Tengah. Kajian budaya sintuvu dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat dewasa ini yang ...
PERAN LEMBAGA ADAT KAILI DALAM MEMPERTAHANKAN HARMONISASI SOSIAL PERSPEKTIF FIKIH SIYASAH
PERAN LEMBAGA ADAT KAILI DALAM MEMPERTAHANKAN HARMONISASI SOSIAL PERSPEKTIF FIKIH SIYASAH
In Indonesia, a country rich in cultural and customary diversity, customary institutions play a crucial role in maintaining relationships between individuals and groups. Social har...
Pola Komunikasi Antarpribadi dalam Membangun Budaya Antikorupsi pada Keluarga Pegawai Beacukai
Pola Komunikasi Antarpribadi dalam Membangun Budaya Antikorupsi pada Keluarga Pegawai Beacukai
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi antarpribadi dalam membangun budaya antikorupsi pada keluarga pegawai beacukai di Kota Medan, menganalisis bentuk pesan ...

Back to Top