Javascript must be enabled to continue!
Manusia Pete-Pete dan Perayaan Makassarisme
View through CrossRef
Panggung sosial yang pete`-pete` hadirkan bersifat stategis karena perjumpaan antar warga kota yang difasilitasinya, diarahkannya, didevaluasinya dan ditundanya berlangsung massif, baik secara durasional maupun secara geografis; pada hampir semua belahan tubuh Kota Makassar hadir pete`-pete` di hampir semua waktu, bukan sekadar ketika pete`-pete` jalan on the road namun juga ketika pete`-pete` terparkir. Nilai inilah yang membuat pete`-pete` bisa dikaitkan secara konseptual dan praktis dengan wacana ruang publik di Kota Makassar, yang saya sebut sebagai Makassarisme; pete`-pete` adalah sejenis mode melintasi ruang Kota Makassar bersama orang lain. Kebersamaan ini memiliki ciri khusus yakni terjadi di atas/di dalam sebuah entitas mekanik yang bergerak, dalam situasi psikologi sosial yang temporer namun intens. Kebersamaan ini, secara sosial eksistensial, banyak menyumbang kepada definisi ke-kita-an yang dihidupi oleh warga Kota Makassar, terkhusus bagaimana mendefinisikan diri sendiri di hadapan orang lain, bagaimana mendefinisikan orang lain dalam suatu perjumpaan yang berhimpitan, dan bagaimana status serta nilai kekuasaan yang hadir di dalam, di antara dan di luar pete`-pete`. Tulisan ini dibangun dalam kerangka penelitian lapangan (field research) yang menggunakan pendekatan fenomenologis etnografis. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah etnografi panggung (stagial ethnography) dalam bentuk mengendarai, memakai, memaknai (verstehen) pete`-pete` dan wawancara mendalam (deep interview) dengan subjek yang berkepentingan dengan pete`-pete`. Metode analisis data yang digunakan adalah outcroppings terhadap data lapangan dan materi wawancara untuk memperoleh data kualitatif tentang relasi pete`-pete` dengan wacana & praksis social Makassarisme. Penyelidikan yang lebih detail terhadap hal ini diharapkan mampu membantu warga Kota Makassar untuk memahami pete`-pete`nya dan konsekuensi yang dibawanya.
Title: Manusia Pete-Pete dan Perayaan Makassarisme
Description:
Panggung sosial yang pete`-pete` hadirkan bersifat stategis karena perjumpaan antar warga kota yang difasilitasinya, diarahkannya, didevaluasinya dan ditundanya berlangsung massif, baik secara durasional maupun secara geografis; pada hampir semua belahan tubuh Kota Makassar hadir pete`-pete` di hampir semua waktu, bukan sekadar ketika pete`-pete` jalan on the road namun juga ketika pete`-pete` terparkir.
Nilai inilah yang membuat pete`-pete` bisa dikaitkan secara konseptual dan praktis dengan wacana ruang publik di Kota Makassar, yang saya sebut sebagai Makassarisme; pete`-pete` adalah sejenis mode melintasi ruang Kota Makassar bersama orang lain.
Kebersamaan ini memiliki ciri khusus yakni terjadi di atas/di dalam sebuah entitas mekanik yang bergerak, dalam situasi psikologi sosial yang temporer namun intens.
Kebersamaan ini, secara sosial eksistensial, banyak menyumbang kepada definisi ke-kita-an yang dihidupi oleh warga Kota Makassar, terkhusus bagaimana mendefinisikan diri sendiri di hadapan orang lain, bagaimana mendefinisikan orang lain dalam suatu perjumpaan yang berhimpitan, dan bagaimana status serta nilai kekuasaan yang hadir di dalam, di antara dan di luar pete`-pete`.
Tulisan ini dibangun dalam kerangka penelitian lapangan (field research) yang menggunakan pendekatan fenomenologis etnografis.
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah etnografi panggung (stagial ethnography) dalam bentuk mengendarai, memakai, memaknai (verstehen) pete`-pete` dan wawancara mendalam (deep interview) dengan subjek yang berkepentingan dengan pete`-pete`.
Metode analisis data yang digunakan adalah outcroppings terhadap data lapangan dan materi wawancara untuk memperoleh data kualitatif tentang relasi pete`-pete` dengan wacana & praksis social Makassarisme.
Penyelidikan yang lebih detail terhadap hal ini diharapkan mampu membantu warga Kota Makassar untuk memahami pete`-pete`nya dan konsekuensi yang dibawanya.
Related Results
PERBANDINGAN AOMORI NEBUTA MATSURI DENGAN PERAYAAN OGOH-OGOH DI BALI
PERBANDINGAN AOMORI NEBUTA MATSURI DENGAN PERAYAAN OGOH-OGOH DI BALI
Abstrak: Setiap Negara memiliki bermacam-macam kebudayaan, diantaranya Jepang dan Indonesia. Di Jepang memiliki perayaan yang bernama Aomori Nebuta Matsuri, dan perayaan tersebut ...
Interaksi Mualaf India dengan Keluarga Bukan Islam Ketika Sambutan Perayaan Agama Hindu
Interaksi Mualaf India dengan Keluarga Bukan Islam Ketika Sambutan Perayaan Agama Hindu
Setiap agama dan bangsa di dunia memiliki perayaan yang tersendiri disambut pada hari dan tarikh tertentu. Perayaan masing-masing disambut penuh kemeriahan yang mengandungi pelbaga...
Monograf Komprehensif Tradisi Ritual Budaya, Potensi Ekonomi, dan Penerapan Teknologi Informasi dalam Pelestarian Warisan Tionghoa melalui Perayaan Kwan Im Hud Couw pada Kota Tangerang
Monograf Komprehensif Tradisi Ritual Budaya, Potensi Ekonomi, dan Penerapan Teknologi Informasi dalam Pelestarian Warisan Tionghoa melalui Perayaan Kwan Im Hud Couw pada Kota Tangerang
Penelitian ini mengkaji pelestarian budaya Tionghoa di Kota Tangerang melalui perayaan Kwan Im Hud Couw, yang memadukan tradisi ritual, dampak ekonomi, dan penerapan teknologi info...
KONSEP MANUSIA SEMPURNA MENURUT MUHAMMAD TAQÎ MISBÂH YAZDÎ
KONSEP MANUSIA SEMPURNA MENURUT MUHAMMAD TAQÎ MISBÂH YAZDÎ
AbstrakIlmu pengetahuan dengan pelbagai metodenya, telah menempatkan manusia pada jurang keterasingan yang dalam nan gelap. Tak hanya itu, ilmu pengetahuan yang mulanya dipahami se...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
MUSIK GEREJA DAN HYMNE A.Musik GerejaMusik gereja adalah penggunaan musik yang berkembang dan digunakan di gereja musik sangat penting dalam ibadah gereja, karena sebagian besar ke...
Nilai Kearifan Lokal dan Strata Sosial Tradisi Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Kemuja, Kabupaten Bangka
Nilai Kearifan Lokal dan Strata Sosial Tradisi Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Kemuja, Kabupaten Bangka
Maulid nabi merupakan peringatan kelahiran baginda Rasul Muhammad SAW yang diadakan setiap tanggal 12 rabi’ul awal. Oleh sebagian masyarakat, maulid nabi diperingati sebagai ulasan...
Meningkatkan Partisipasi Umat dalam Mengikuti Perayaan Ekaristi pada Hari Minggu dalam Suasana Pandemi Covid-19
Meningkatkan Partisipasi Umat dalam Mengikuti Perayaan Ekaristi pada Hari Minggu dalam Suasana Pandemi Covid-19
Virus Corona atau wabah Covid-19 merupakan bencana yang mengancam beragam sendi kehidupan manusia. Munculnya Covid-19 meruntuhkan logika dan kesombongan rasionalitas manusia. Benca...

