Javascript must be enabled to continue!
Rambatan gelombang di pantai Malalayang II
View through CrossRef
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan topografi dasar perairan Pantai Malalayang II dalam bentuk peta batimetri dan menganalisis aktivitas gelombang dalam kaitannya dengan topografi dasar perairan. Kedalaman perairan Pantai Malalayang II telah berhasil ditelaah serta dianalisis dengan hasil kedalaman berkisar antara 1-31,8 m. Refraksi dimulai pada kedalaman 21,23 m saat pasang dan memasuki laut dangkal pada kedalaman 1,96 m saat surut di musim Utara, sedangkan di musim Peralihan I gelombang mulai bergesekan dengan dasar perairan dimulai pada kedalaman 20,54 m disaat pasang dan memasuki laut dangkal di kedalaman 1,85 m saat surut, kemudian di saat gelombang mulai bersentuhan dengan dasar perairan di musim Peralihan II mulai dari kedalaman 20,11 m disaat pasang dan saat memasuki laut dangkal dimulai pada kedalaman 1,96 m saat surut. Perbedaan garis kedalaman saat gelombang mempengaruhi dasar perairan ini menyebabkan perbedaan jarak dari garis pantai dan juga jarak di antara garis kedalaman laut transisi dan laut dangkal
Universitas Sam Ratulangi
Title: Rambatan gelombang di pantai Malalayang II
Description:
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan topografi dasar perairan Pantai Malalayang II dalam bentuk peta batimetri dan menganalisis aktivitas gelombang dalam kaitannya dengan topografi dasar perairan.
Kedalaman perairan Pantai Malalayang II telah berhasil ditelaah serta dianalisis dengan hasil kedalaman berkisar antara 1-31,8 m.
Refraksi dimulai pada kedalaman 21,23 m saat pasang dan memasuki laut dangkal pada kedalaman 1,96 m saat surut di musim Utara, sedangkan di musim Peralihan I gelombang mulai bergesekan dengan dasar perairan dimulai pada kedalaman 20,54 m disaat pasang dan memasuki laut dangkal di kedalaman 1,85 m saat surut, kemudian di saat gelombang mulai bersentuhan dengan dasar perairan di musim Peralihan II mulai dari kedalaman 20,11 m disaat pasang dan saat memasuki laut dangkal dimulai pada kedalaman 1,96 m saat surut.
 Perbedaan garis kedalaman saat gelombang mempengaruhi dasar perairan ini menyebabkan perbedaan jarak dari garis pantai dan juga jarak di antara garis kedalaman laut transisi dan laut dangkal.
Related Results
The Model of Tourism Management at Malalayang Beach in Manado using AHP Approach
The Model of Tourism Management at Malalayang Beach in Manado using AHP Approach
Malalayang beach is one of the tourism and recreation place for the people of Manado and its surroundings. Although morphologically coastal tourism at Malalayang Beach classified ...
Transformasi Gelombang Swell dan Gelombang Angin di Perairan Selatan Bali (Hal. 28-39)
Transformasi Gelombang Swell dan Gelombang Angin di Perairan Selatan Bali (Hal. 28-39)
ABSTRAKGelombang swell dengan energi yang besar dan dapat menjalar hingga ratusan kilometer dari daerah pembangkitannya diketahui berpotensi merusak struktur pantai dan juga dapat ...
RANCANG BANGUN ALAT PENGUKUR GELOMBANG PERMUKAAN LAUT PRESISI TINGGI (A PROTOTYPE DESIGN)
RANCANG BANGUN ALAT PENGUKUR GELOMBANG PERMUKAAN LAUT PRESISI TINGGI (A PROTOTYPE DESIGN)
Gelombang permukaan laut adalah salah satu fenomena yang sangat kompleks dan mudah berubah dibandingkan dengan arus dan pasang surut, sehingga untuk memahami secara menyeluruh tent...
DEFORMASI GELOMBANG PANTAI BAMBAHANO PASCA TSUNAMI PALU MENGGUNAKAN SOFTWARE SMS 11.2
DEFORMASI GELOMBANG PANTAI BAMBAHANO PASCA TSUNAMI PALU MENGGUNAKAN SOFTWARE SMS 11.2
Pantai Bambahano adalah salah satu pantai yang berada di Desa Sabang, Kecamatan Dampelas,
Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, sekitar 150 kilometer dari Kota Palu. Daerah pe...
Sedimentasi di Sekitar Bangunan Groin di Pantai Komodo Kota Tegal
Sedimentasi di Sekitar Bangunan Groin di Pantai Komodo Kota Tegal
Bangunan pelindung pantai berupa groin yang terdapat pada Pantai Komodo yaitu memiliki fungsi sebagai penahan aktivitas transport sedimen yang terjadi pada sepanjang pantai sehingg...
ANALISIS KESESUAIAN DAN DAYA DUKUNG KAWASAN UNTUK PENGELOLAAN EKOWISATA PANTAI KOTA BENGKULU
ANALISIS KESESUAIAN DAN DAYA DUKUNG KAWASAN UNTUK PENGELOLAAN EKOWISATA PANTAI KOTA BENGKULU
Penelitian ini dilakukan pada Maret sampai September 2020 di Pantai Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu. Dengan tujuan untuk Menganalisis kesesuain kawasan ekowisata pantai kategori re...
KARAKTERISTIK GELOMBANG DI PERAIRAN TIMUR KECAMATAN KULISUSU UTARA KABUPATEN BUTON UTARA
KARAKTERISTIK GELOMBANG DI PERAIRAN TIMUR KECAMATAN KULISUSU UTARA KABUPATEN BUTON UTARA
Kecamatan Kulisusu Utara merupakan salah satu Kecamatan yang terdapat di Kabupaten Buton Utara yang memiliki luas wilayah 339,64 km2 yang terdiri dari empat belas desa yang mana w...
ANALISIS LONGSHORE CURRENT DAN LONGSHORE SEDIMENT TRANSPORT PADA PANTAI AENG, GALESONG UTARA, KABUPATEN TAKALAR
ANALISIS LONGSHORE CURRENT DAN LONGSHORE SEDIMENT TRANSPORT PADA PANTAI AENG, GALESONG UTARA, KABUPATEN TAKALAR
Pantai Aeng merupakan bagian dari wilayah pesisir Kabupaten Takalar yang berbatasan langsung dengan Kota Makassar dan memiliki potensi kegiatan industri, perikanan, rumput laut, da...

