Javascript must be enabled to continue!
MYASTHENIA GRAVIS
View through CrossRef
Myasthenia gravis (MG) merupakan penyakit autoimun kronis pada neuromuscular junction yang ditandai oleh kelemahan otot yang bersifat fluktuatif dan memburuk dengan aktivitas serta membaik setelah istirahat. Salah satu komplikasi MG yang mengancam jiwa adalah krisis miastenik, yaitu perburukan akut yang melibatkan otot pernapasan dan/atau otot bulbar. Krisis miastenik memerlukan diagnosis dini dan tata laksana yang cepat serta komprehensif untuk mencegah kegagalan napas dan menurunkan angka morbiditas dan mortalitas. Penelitian ini merupakan studi kasus deskriptif pada seorang pasien perempuan berusia 39 tahun yang datang ke IGD dengan keluhan sesak, kedua mata terasa berat dan sulit menelan. Pasien sebelumnya memiliki riwayat myasthenia gravis dan sedang menjalani pengobatan. Data dikumpulkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan neurologis, pemeriksaan penunjang laboratorium, kemudian dianalisis secara deskriptif. Pemeriksaan menunjukkan pasien datang dengan keluhan sesak napas, sulit menelan, suara sengau dan melemah, ptosis bilateral, serta diplopia yang semakin memberat. Pemeriksaan neurologis menunjukkan ptosis bilateral, diplopia, paresis nervus kranialis III, IX, dan X, disartria, disfagia, serta tes Wartenberg dan single breath counting test yang positif. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan hipokalemia. Berdasarkan gambaran klinis dan pemeriksaan penunjang, pasien didiagnosis sebagai krisis miastenik grade IVB. Pasien mendapatkan terapi antikolinesterase, kortikosteroid, imunosupresan, namun belum mendapat terapi krisis miastenik berupa intravenous immunoglobulin dan plasmapheresis. Laporan kasus ini menunjukan bahwa myasthenia gravis merupakan penyakit autoimun kronis yang apabila memburuk dapat menjadi krisis myasthenia. Krisis myasthenia merupakan komplikasi berat dari myasthenia gravis yang dapat mengancam jiwa. Diagnosis yang cepat berdasarkan gambaran klinis serta penatalaksanaan yang tepat dan komprehensif sangat penting untuk mencegah kegagalan napas dan memperbaiki luaran klinis pasien.
Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Title: MYASTHENIA GRAVIS
Description:
Myasthenia gravis (MG) merupakan penyakit autoimun kronis pada neuromuscular junction yang ditandai oleh kelemahan otot yang bersifat fluktuatif dan memburuk dengan aktivitas serta membaik setelah istirahat.
Salah satu komplikasi MG yang mengancam jiwa adalah krisis miastenik, yaitu perburukan akut yang melibatkan otot pernapasan dan/atau otot bulbar.
Krisis miastenik memerlukan diagnosis dini dan tata laksana yang cepat serta komprehensif untuk mencegah kegagalan napas dan menurunkan angka morbiditas dan mortalitas.
Penelitian ini merupakan studi kasus deskriptif pada seorang pasien perempuan berusia 39 tahun yang datang ke IGD dengan keluhan sesak, kedua mata terasa berat dan sulit menelan.
Pasien sebelumnya memiliki riwayat myasthenia gravis dan sedang menjalani pengobatan.
Data dikumpulkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan neurologis, pemeriksaan penunjang laboratorium, kemudian dianalisis secara deskriptif.
Pemeriksaan menunjukkan pasien datang dengan keluhan sesak napas, sulit menelan, suara sengau dan melemah, ptosis bilateral, serta diplopia yang semakin memberat.
Pemeriksaan neurologis menunjukkan ptosis bilateral, diplopia, paresis nervus kranialis III, IX, dan X, disartria, disfagia, serta tes Wartenberg dan single breath counting test yang positif.
Pemeriksaan laboratorium menunjukkan hipokalemia.
Berdasarkan gambaran klinis dan pemeriksaan penunjang, pasien didiagnosis sebagai krisis miastenik grade IVB.
Pasien mendapatkan terapi antikolinesterase, kortikosteroid, imunosupresan, namun belum mendapat terapi krisis miastenik berupa intravenous immunoglobulin dan plasmapheresis.
Laporan kasus ini menunjukan bahwa myasthenia gravis merupakan penyakit autoimun kronis yang apabila memburuk dapat menjadi krisis myasthenia.
Krisis myasthenia merupakan komplikasi berat dari myasthenia gravis yang dapat mengancam jiwa.
Diagnosis yang cepat berdasarkan gambaran klinis serta penatalaksanaan yang tepat dan komprehensif sangat penting untuk mencegah kegagalan napas dan memperbaiki luaran klinis pasien.
.
Related Results
Study on the clinical and electrophysiological characteristics of nerve function in myasthenia gravis patients in Vietnam
Study on the clinical and electrophysiological characteristics of nerve function in myasthenia gravis patients in Vietnam
Background:
In Vietnam, there is limited research on the role of nerve conduction in myasthenia gravis and its association with clinical features.
...
Structural and functional brain alterations in patients with myasthenia gravis
Structural and functional brain alterations in patients with myasthenia gravis
Abstract
Myasthenia gravis is an autoimmune disease affecting neuromuscular transmission and causing skeletal muscle weakness. Additionally, systemic inflammation, c...
Takotsubo syndrome in patients with myasthenia gravis: a systematic review of previously reported cases
Takotsubo syndrome in patients with myasthenia gravis: a systematic review of previously reported cases
Abstract
Background
Myasthenia gravis associated takotsubo syndrome is a rare condition. This study aimed to explore its typical pres...
Management of Myasthenia Gravis through Herbomineral Drug - A Case Study
Management of Myasthenia Gravis through Herbomineral Drug - A Case Study
Ayurveda is an oldest traditional medicine system that believes on natural and holistic approach of treatment for various diseases. It is the science of healthy life. Myasthenia gr...
Thymoma and myasthenia gravis: clinical aspects and prognosis
Thymoma and myasthenia gravis: clinical aspects and prognosis
Myasthenia gravis is present in a significant proportion of patients with thymoma. We investigated particular features of the clinical behavior of thymoma and its relationship to m...
MYASTHENIA GRAVIS IN PREGNANCY: A RARE ASSOCIATION WITH AN UNPREDICTABLE EVOLUTION – THREE CASES PRESENTATION
MYASTHENIA GRAVIS IN PREGNANCY: A RARE ASSOCIATION WITH AN UNPREDICTABLE EVOLUTION – THREE CASES PRESENTATION
Myasthenia gravis is a neuro-immunological disease due to the blockage of motor plate post-synaptic receptors by antiacetylcholine receptors antibodies, causing excessive fatigabil...
A case report on primigravida with myasthenia gravis: outcome of pregnancy
A case report on primigravida with myasthenia gravis: outcome of pregnancy
Primigravida refers to a woman who is pregnant for the first time. It is a unique experience for the woman. Usually, any minor alignment during this time will lead to anxiety. The...
Diagnosis of sleepiness, fatigue and depression in patients with myasthenia gravis
Diagnosis of sleepiness, fatigue and depression in patients with myasthenia gravis
Introduction. Examination of excessive daytime sleepiness, fatigue and depression in patients with myasthenia gravis is important for differential diagnosis of other disorders, and...

