Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

APLIKASI METODE LEAST SQUARE PADA PEMODELAN PASANG SURUT DI PERAIRAN PEMANGKAT

View through CrossRef
Perairan Pemangkat yang terletak di Kalimantan Barat merupakan kawasan pesisir dengan berbagai aktivitas seperti perikanan, pelayaran, dan pembangunan infrastruktur. Aktivitas-aktivitas tersebut sangat rentan dipengaruhi oleh pasang surut. Dengan demikian, pengetahuan dan pemahaman karakteristik pasang surut pada perairan pemangkat menjadi sangat penting. Pendekatan yang dapat dilakukan untuk memahami karakteristik pasang surut adalah pemodelan pasang surut dengan metode least square. Pendekatan ini umum digunakan karena mampu memberikan hasil yang akurat. Pada penelitian ini, pasang surut dimodelkan berdasarkan data observasi pasang surut sepanjang 15 hari dengan luaran berupa amplitudo dan fase 9 komponen harmonik. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa komponen harmonik M2 menjadi komponen harmonik dengan nilai tertinggi. Hal tersebut menunjukkan bahwa efek gravitasi bulan sangat mempengaruhi karakteristik pasang surut perairan Pemangkat. Selain itu, penelitian ini juga memberikan nilai bilangan formzahl sebesar 0,955. Hal tersebut menunjukkan bahwa tipe pasang surut perairan Pemangkat adalah campuran cenderung harian ganda, dimana perairan mengalami pasang dan surut masing-masing dua kai dengan ketinggian yang berbeda. Selanjutnya, amplitudo dari komponen harmonik juga digunakan untuk menghitung elevasi muka air penting meliputi MHWL, HHWL, MSL, LHWL, dan LLWL. Adapun, nilai dari kelima elevasi tersebut adalah -0,525 m untuk LLWL, -0,329 m untuk MHWL, 0,555 m untuk MSL, 1,439 m untuk MHWL, dan 1,635 m untuk HHWL. Akhirnya, penelitian ini diproyeksikan bisa menjadi referensi dalam merencanakan berbagai aspek di perairan pemangkat, seperti pelayaran dan infrastruktur.
Title: APLIKASI METODE LEAST SQUARE PADA PEMODELAN PASANG SURUT DI PERAIRAN PEMANGKAT
Description:
Perairan Pemangkat yang terletak di Kalimantan Barat merupakan kawasan pesisir dengan berbagai aktivitas seperti perikanan, pelayaran, dan pembangunan infrastruktur.
Aktivitas-aktivitas tersebut sangat rentan dipengaruhi oleh pasang surut.
Dengan demikian, pengetahuan dan pemahaman karakteristik pasang surut pada perairan pemangkat menjadi sangat penting.
Pendekatan yang dapat dilakukan untuk memahami karakteristik pasang surut adalah pemodelan pasang surut dengan metode least square.
Pendekatan ini umum digunakan karena mampu memberikan hasil yang akurat.
Pada penelitian ini, pasang surut dimodelkan berdasarkan data observasi pasang surut sepanjang 15 hari dengan luaran berupa amplitudo dan fase 9 komponen harmonik.
Hasil pemodelan menunjukkan bahwa komponen harmonik M2 menjadi komponen harmonik dengan nilai tertinggi.
Hal tersebut menunjukkan bahwa efek gravitasi bulan sangat mempengaruhi karakteristik pasang surut perairan Pemangkat.
Selain itu, penelitian ini juga memberikan nilai bilangan formzahl sebesar 0,955.
Hal tersebut menunjukkan bahwa tipe pasang surut perairan Pemangkat adalah campuran cenderung harian ganda, dimana perairan mengalami pasang dan surut masing-masing dua kai dengan ketinggian yang berbeda.
Selanjutnya, amplitudo dari komponen harmonik juga digunakan untuk menghitung elevasi muka air penting meliputi MHWL, HHWL, MSL, LHWL, dan LLWL.
Adapun, nilai dari kelima elevasi tersebut adalah -0,525 m untuk LLWL, -0,329 m untuk MHWL, 0,555 m untuk MSL, 1,439 m untuk MHWL, dan 1,635 m untuk HHWL.
Akhirnya, penelitian ini diproyeksikan bisa menjadi referensi dalam merencanakan berbagai aspek di perairan pemangkat, seperti pelayaran dan infrastruktur.

Related Results

KAJIAN SEDIMENTASI PADA SUMBER AIR BAKU PDAM KOTA PONTIANAK
KAJIAN SEDIMENTASI PADA SUMBER AIR BAKU PDAM KOTA PONTIANAK
Abstrak Peristiwa sedimentasi atau pengendapan partikel-partikel tanah yang terbawa aliran sungai seringkali terjadi di sungai-sungai, tidak terkecuali Sungai Kapuas di Pontianak K...
Observasi Pasang Surut dan Arus di Muara Porong untuk Mendukung Pengembangan Pulau Lusi
Observasi Pasang Surut dan Arus di Muara Porong untuk Mendukung Pengembangan Pulau Lusi
ABSTRACT Tides and currents are essential factors that affect activities in estuary waters. The observation of tides and currents at the estuary of the Porong River is very import...
Analisis Perhitungan Kedalaman Perairan Menggunakan Chart Datum dan Pasang Surut Di Pelabuhan Mamuju Provinsi Sulawesi Barat
Analisis Perhitungan Kedalaman Perairan Menggunakan Chart Datum dan Pasang Surut Di Pelabuhan Mamuju Provinsi Sulawesi Barat
Kedalaman perairan merupakan salah satu prasyarat penentuan pelabuhan induk nasional, hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia nomor 184 tahun 2019 t...
PERIKANAN PUKAT CINCIN DI PEMANGKAT, KALIMANTAN BARAT
PERIKANAN PUKAT CINCIN DI PEMANGKAT, KALIMANTAN BARAT
Pemanfaatan sumber daya ikan pelagis kecil di Laut Cina Selatan wilayah Indonesia (luasnya sekitar 595.000 km2), khususnya di perairan pantai Kalimantan Barat dengan sasaran utaman...
POLA ARUS LAUT PERMUKAAN DI PERAIRAN TANJUNG TIRAM KONAWE SELATAN
POLA ARUS LAUT PERMUKAAN DI PERAIRAN TANJUNG TIRAM KONAWE SELATAN
Arus laut permukaan merupakan arus laut yang bergerak pada lapisan massa air permukaan. Beberapa faktor yang membangkitkan arus permukaan pada perairan sekitar pantai umumnya bersu...
Perbandingan Koreksi Pasang Surut Terhadap Chart Datum Menggunakan Gnss Tide dan Tide Gauge (Studi Kasus Perairan Ancol Teluk Jakarta)
Perbandingan Koreksi Pasang Surut Terhadap Chart Datum Menggunakan Gnss Tide dan Tide Gauge (Studi Kasus Perairan Ancol Teluk Jakarta)
Batimetri adalah ukuran dari tinggi rendahnya dasar laut yang merupakan sumber informasi utama mengenai dasar laut. Dalam pengolahan data batimetri diperlukan beberapa koreksi, sal...
Pemetaan Suhu Permukaan Laut (SPL) dan Karakteristik Pasang Surut di Perairan Pulau Bali, Indonesia
Pemetaan Suhu Permukaan Laut (SPL) dan Karakteristik Pasang Surut di Perairan Pulau Bali, Indonesia
Dalam bidang oseanografi beberapa fenomena laut dapat dilihat menggunakan peta Suhu Permukaan Laut (SPL). Selain SPL, kondisi pasang surut juga penting untuk diketahui karena mengg...
Variabilitas Pola Arus dan Gelombang di Selat Karimata
Variabilitas Pola Arus dan Gelombang di Selat Karimata
Tulisan ini membahas mengenai kondisi parameter fisik di daerah perairan Selat Karimata, yaitu kondisi angin, kondisi pasang surut, kondisi gelombang dan kondisi arus hasil dari pe...

Back to Top