Javascript must be enabled to continue!
Gambaran Possible selves Pada Remaja SMP
View through CrossRef
Possible selves are the part of the self that describe a person’s future self. The developed cognitive abilities and hypothetical thinking in adolescence allow them to conceptualize and speculate about who they are and what they hope to be in the future. Possible selves consist of two selves, the expected self (hoped-for possible selves ) and the feared self (feared possible selves). Possible selves can provide an overview of adolescent identity and what motivates their behavior at present. The relationship between possible selves and self-regulation had motivated many researchers to research possible selves in adolescents. The majority of research on possible selves in adolescents was conducted in Western countries, although social and cultural contexts also play a role in forming possible selves. This study aims to obtain an overview of the possible selves of middle high school adolescents aged 13-15 years. The study has used a survei method using an open-ended question questionnaire to get data regarding the description of possible selves from the research participants. A total of 66 participants were asked to write down a description of their possible- selves; both hoped-for possible selves and feared possible selves . The results showed that most of the participants in the study had possible selves related to work/occupation and relationships/interpersonal functions. The study has found that female participants have more interpersonal relations/functions category than men. On the other side, male participants have more occupational categories than females. None of the study participants had possible- selves regarding health; physical appearance, and sexuality Keywords: Possible selves ; Adolescent; Hoped-for possible selves ; Feared possible selves ; Self concept Possible selves adalah bagian dari self yang memberikan gambaran tentang diri seseorang di masa depan. Kemampuan kognitif dan berpikir hipotetis yang berkembang pada usia remaja memampukan remaja untuk mengkoseptualisasi dan berspekulasi dan mampu berpikir secara hipotetis memampukan remaja untuk memikirkan siapa diri mereka dan harapan akan diri mereka di masa depan. Possible selves terdiri dari dua aspek self, yaitu gambaran diri yang diharapkan di masa depan (hoped- for possible selves ) dan gambaran diri yang ditakutkan di masa depan (feared possible selves ). Gambaran diri remaja di masa depan dapat memberikan gambaran tentang identitas remaja dan hal-hal apa saja yang memotivasi perilaku remaja pada saat ini. Hal tersebut memotivasi banyak peneliti melakukan penelitian tentang possible selves pada remaja. Mayoritas penelitian tentang possible selves pada remaja dilakukan di negara Barat walaupun konteks sosial dan budaya turut memiliki peran dalam pembentukan possible selves. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang possible selves remaja SMP usia 13-15 tahun. Metode survei dengan menggunakan kuesioner pertanyaan terbuka digunakan untuk mendapatkan data mengenai gambaran possible selves dari partisipan penelitian. Sejumlah 66 partisipan penelitian diminta untuk menuliskan gambaran possible selves mereka baik hoped- for possible selves dan feared possible selves. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas remaja laki-laki dan perempuan dalam penelitian memiliki possible selves yang bekaitan dengan pekerjaan dan relasi/fungsi interpersonal. Namun demikian, kategori relasi/fungsi interpersonal lebih banyak ditemukan pada perempuan daripada laki-laki dan kategori pekerjaan lebih banyak ditemukan pada remaja laki-laki. Tidak satupun partisipan penelitian yang memiliki possible selves dalam hal kesehatan fisik, penampilan fisik, dan seksualitas. Kata Kunci: Possible selves ; Remaja; Hoped-for possible selves ; Feared possible selves ; Konsep diri
Title: Gambaran Possible selves Pada Remaja SMP
Description:
Possible selves are the part of the self that describe a person’s future self.
The developed cognitive abilities and hypothetical thinking in adolescence allow them to conceptualize and speculate about who they are and what they hope to be in the future.
Possible selves consist of two selves, the expected self (hoped-for possible selves ) and the feared self (feared possible selves).
Possible selves can provide an overview of adolescent identity and what motivates their behavior at present.
The relationship between possible selves and self-regulation had motivated many researchers to research possible selves in adolescents.
The majority of research on possible selves in adolescents was conducted in Western countries, although social and cultural contexts also play a role in forming possible selves.
This study aims to obtain an overview of the possible selves of middle high school adolescents aged 13-15 years.
The study has used a survei method using an open-ended question questionnaire to get data regarding the description of possible selves from the research participants.
A total of 66 participants were asked to write down a description of their possible- selves; both hoped-for possible selves and feared possible selves .
The results showed that most of the participants in the study had possible selves related to work/occupation and relationships/interpersonal functions.
The study has found that female participants have more interpersonal relations/functions category than men.
On the other side, male participants have more occupational categories than females.
None of the study participants had possible- selves regarding health; physical appearance, and sexuality Keywords: Possible selves ; Adolescent; Hoped-for possible selves ; Feared possible selves ; Self concept Possible selves adalah bagian dari self yang memberikan gambaran tentang diri seseorang di masa depan.
Kemampuan kognitif dan berpikir hipotetis yang berkembang pada usia remaja memampukan remaja untuk mengkoseptualisasi dan berspekulasi dan mampu berpikir secara hipotetis memampukan remaja untuk memikirkan siapa diri mereka dan harapan akan diri mereka di masa depan.
Possible selves terdiri dari dua aspek self, yaitu gambaran diri yang diharapkan di masa depan (hoped- for possible selves ) dan gambaran diri yang ditakutkan di masa depan (feared possible selves ).
Gambaran diri remaja di masa depan dapat memberikan gambaran tentang identitas remaja dan hal-hal apa saja yang memotivasi perilaku remaja pada saat ini.
Hal tersebut memotivasi banyak peneliti melakukan penelitian tentang possible selves pada remaja.
Mayoritas penelitian tentang possible selves pada remaja dilakukan di negara Barat walaupun konteks sosial dan budaya turut memiliki peran dalam pembentukan possible selves.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang possible selves remaja SMP usia 13-15 tahun.
Metode survei dengan menggunakan kuesioner pertanyaan terbuka digunakan untuk mendapatkan data mengenai gambaran possible selves dari partisipan penelitian.
Sejumlah 66 partisipan penelitian diminta untuk menuliskan gambaran possible selves mereka baik hoped- for possible selves dan feared possible selves.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas remaja laki-laki dan perempuan dalam penelitian memiliki possible selves yang bekaitan dengan pekerjaan dan relasi/fungsi interpersonal.
Namun demikian, kategori relasi/fungsi interpersonal lebih banyak ditemukan pada perempuan daripada laki-laki dan kategori pekerjaan lebih banyak ditemukan pada remaja laki-laki.
Tidak satupun partisipan penelitian yang memiliki possible selves dalam hal kesehatan fisik, penampilan fisik, dan seksualitas.
Kata Kunci: Possible selves ; Remaja; Hoped-for possible selves ; Feared possible selves ; Konsep diri .
Related Results
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA DI SMP KOTA SAMARINDA
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA DI SMP KOTA SAMARINDA
Obesitas merupakan suatu kondisi di mana jumlah asupan energi melebihi kebutuhan sehingga terjadi ketidakseimbangan antara asupan energi dengan energi yang digunakan. Masa remaja m...
Pemanfaatan Media Interaktif Tentang Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Dalam Pencegahan KTD (Kehamilan Tidak Diinginkan) Di Posyandu Remaja "Healthy Teenager"
Pemanfaatan Media Interaktif Tentang Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Dalam Pencegahan KTD (Kehamilan Tidak Diinginkan) Di Posyandu Remaja "Healthy Teenager"
Seks aktif pra nikah pada remaja berisiko terhadap kehamilan remaja dan penularan penyakit menular seksual. Kehamilan yang tidak direncanakan pada remaja perempuan dapat berlanjut ...
PENYULUHAN GENRE ORANG MUDA HARAPAN BANGSA
PENYULUHAN GENRE ORANG MUDA HARAPAN BANGSA
ABSTRAK Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Menurut WHO batasan usia remaja adalah 10 tahun hingga 19 tahun. Batasan usia remaja yang digunak...
Peran Edukasi Remaja dalam Pencegahan Stunting
Peran Edukasi Remaja dalam Pencegahan Stunting
Pendahuluan : Program Generasi Berencana (GenRe) menjadi salah satu program yang dituntut untuk melakukan penyesuaian karena target Group dari program ini adalah remaja yang tidak ...
PENDAMPINGAN ANEMIA PADA REMAJA DAN PERSIAPAN MENGHADAPI MENARCHE DI SMP TRI SUKSES NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
PENDAMPINGAN ANEMIA PADA REMAJA DAN PERSIAPAN MENGHADAPI MENARCHE DI SMP TRI SUKSES NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
Dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu tentu tidak dimulai saat seorang wanita hamil saja. Diperlukan persiapan seorang remaja yang sehat agar menjadi ibu yang sehat. Remaja yang ...
Peran Kader Remaja Terhadap Perilaku Konsumsi Gizi Seimbang Dalam Kesehatan Reproduksi
Peran Kader Remaja Terhadap Perilaku Konsumsi Gizi Seimbang Dalam Kesehatan Reproduksi
Permasalahan gizi yang terjadi di Indonesia saat ini telah menjadi permasalahan gizi ganda yaitu gizi kurang dan gizi lebih. Kelompok remaja merupakan salah satu kelompok yang rawa...
Pendampingan Kader Posyandu Dalam Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja
Pendampingan Kader Posyandu Dalam Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja
Permasalahan kesehatan remaja di Indonesia semakin kompleks yang harus ditangani secara komprehensif dan terintegrasi dengan melibatkan unsur dari lintas program dan lintas sektor ...
PELATIHAN BAHAYA NARKOBA DAN KENAKALAN REMAJA TERHADAP MANAJEMEN KEUANGAN
PELATIHAN BAHAYA NARKOBA DAN KENAKALAN REMAJA TERHADAP MANAJEMEN KEUANGAN
Menurut UU No. 22 Tahun 1997, Narkotika adalah “zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintesis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan penurunan atau ...

