Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Capaian Nilai Indikator Mutu Evaluasi Penggunaan Obat Beberapa Puskesmas Kota/Kabupaten Bandung

View through CrossRef
Capaian mutu pelayanan kefarmasian mencerminkan tingkat keunggulan serta menjadi jaminan penggunaan obat yang rasional dan keselamatan pasien. Salah satu sarana pelayanan kefarmasian yang dekat dengan masyarakat adalah Instalasi Farmasi Puskesmas. Oleh karena itu, kualitas pelayanan kefarmasian di Puskesmas penting diukur untuk memastikan terpenuhinya standar pelayanan. Salah satu ukuran kualitas pelayanan kefarmasian adalah indikator mutu evaluasi penggunaan obat. Untuk saat ini, kajian tentang penilaian capaian indikator mutu evaluasi penggunaan obat Puskesmas, khususnya wilayah Bandung, masih terbatas. Secara kuantitatif, mutu pelayanan kefarmasian di Puskesmas dapat dinilai menggunakan metode Delphi termodifikasi. Penelitian ini diarahkan untuk mengkaji capaian mutu evaluasi penggunaan obat pada 4 Puskesmas yang berada di wilayah Kota maupun Kabupaten Bandung menggunakan metode Dephi termodifikasi. Capaian mutu yang dinilai terdiri dari 7 standar indikator mutu evaluasi penggunaan obat. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang dirancang mengikuti desain cross-sectional. Data yang dianalisis adalah data retrospektif berupa seluruh data resep yang dilayani masing-masing Puskesmas selama periode Oktober – Desember 2024. Data disajikan dalam bentuk deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak satupun Puskesmas yang menjadi objek penelitian ini memenuhi standar semua indikator mutu Delphi termodifikasi. Puskesmas nomor 2 memenuhi maksimal 5 standar indikator mutu penggunaan obat (71,43%). Puskesmas nomor 4 memenuhi 4 standar indikator mutu (57,14%) dan 2 Puskesmas lainnya hanya memenuhi 3 standar indikator mutu (42,86%). Indikator mutu yang dicapai yaitu peresepan Obat Generik, peresepan antibiotik pada kasus diare non-spesifik, peresepan antibiotik pada ispa non- pneumonia, jumlah obat per resep, dan peresepan Oralit serta Zink pada kasus diare non-spesifik.
Title: Capaian Nilai Indikator Mutu Evaluasi Penggunaan Obat Beberapa Puskesmas Kota/Kabupaten Bandung
Description:
Capaian mutu pelayanan kefarmasian mencerminkan tingkat keunggulan serta menjadi jaminan penggunaan obat yang rasional dan keselamatan pasien.
Salah satu sarana pelayanan kefarmasian yang dekat dengan masyarakat adalah Instalasi Farmasi Puskesmas.
Oleh karena itu, kualitas pelayanan kefarmasian di Puskesmas penting diukur untuk memastikan terpenuhinya standar pelayanan.
Salah satu ukuran kualitas pelayanan kefarmasian adalah indikator mutu evaluasi penggunaan obat.
Untuk saat ini, kajian tentang penilaian capaian indikator mutu evaluasi penggunaan obat Puskesmas, khususnya wilayah Bandung, masih terbatas.
Secara kuantitatif, mutu pelayanan kefarmasian di Puskesmas dapat dinilai menggunakan metode Delphi termodifikasi.
Penelitian ini diarahkan untuk mengkaji capaian mutu evaluasi penggunaan obat pada 4 Puskesmas yang berada di wilayah Kota maupun Kabupaten Bandung menggunakan metode Dephi termodifikasi.
Capaian mutu yang dinilai terdiri dari 7 standar indikator mutu evaluasi penggunaan obat.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang dirancang mengikuti desain cross-sectional.
Data yang dianalisis adalah data retrospektif berupa seluruh data resep yang dilayani masing-masing Puskesmas selama periode Oktober – Desember 2024.
Data disajikan dalam bentuk deskriptif kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak satupun Puskesmas yang menjadi objek penelitian ini memenuhi standar semua indikator mutu Delphi termodifikasi.
Puskesmas nomor 2 memenuhi maksimal 5 standar indikator mutu penggunaan obat (71,43%).
Puskesmas nomor 4 memenuhi 4 standar indikator mutu (57,14%) dan 2 Puskesmas lainnya hanya memenuhi 3 standar indikator mutu (42,86%).
Indikator mutu yang dicapai yaitu peresepan Obat Generik, peresepan antibiotik pada kasus diare non-spesifik, peresepan antibiotik pada ispa non- pneumonia, jumlah obat per resep, dan peresepan Oralit serta Zink pada kasus diare non-spesifik.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Pusatnya Obat Aborsi Cytotec Asli 085713148808 Pelabuhan Ratu Jual Obat Penggugur Kandungan Janin Asli Telat Bulan Di Pelabuhan Ratu
Pusatnya Obat Aborsi Cytotec Asli 085713148808 Pelabuhan Ratu Jual Obat Penggugur Kandungan Janin Asli Telat Bulan Di Pelabuhan Ratu
Pusatnya Obat Aborsi Cytotec Asli Pelabuhan Ratu 085713148808 Dan Jual Obat Penggugur Kandungan Janin Telat Datang Bulan Di kota Pelabuhan Ratu. Produk Obat Cytotec Asli Aman Sampa...

Back to Top