Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

SASTRA BANDINGAN: GAMBARAN BUDAYA DALAM FILM ANIMASI CINDERELLA DAN BAWANG MERAH DAN BAWANG PUTIH

View through CrossRef
Penelitian berjudul "Sastra Bandingan: Gambaran Budaya dalam Film Animasi Cinderella dan Bawang Merah dan Bawang Putih" ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sert menganalisis persamaan dan perbedaan budaya yang tercermin dalam film animasi Cinderella dan Bawang Merah dan Bawang Putih berdasarkan konteks budaya asalnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua film memiliki persamaan dalam penggunaan alat transportasi tradisional serta pola hubungan keluarga, yang mencerminkan nilai sosial dan struktur keluarga dalam masyarakatnya. Namun, terdapat beberapa perbedaan yang signifikan, seperti sistem religi, penggunaan alat tradisional, bahasa, kesenian, mata pencaharian, serta arsitektur bangunan atau rumah. Perbedaan ini merefleksikan karakteristik budaya dari masing-masing daerah asal film tersebut. Penelitian ini berkontribusi dalam kajian sastra bandingan dengan menunjukkan bagaimana narasi budaya dapat diadaptasi dalam berbagai media. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat menjadi referensi dalam memahami pengaruh budaya terhadap representasi cerita rakyat dalam film animasi serta memberikan wawasan mengenai perbedaan dan persamaan budaya dalam karya sastra yang diadaptasi ke dalam bentuk visual.
Title: SASTRA BANDINGAN: GAMBARAN BUDAYA DALAM FILM ANIMASI CINDERELLA DAN BAWANG MERAH DAN BAWANG PUTIH
Description:
Penelitian berjudul "Sastra Bandingan: Gambaran Budaya dalam Film Animasi Cinderella dan Bawang Merah dan Bawang Putih" ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sert menganalisis persamaan dan perbedaan budaya yang tercermin dalam film animasi Cinderella dan Bawang Merah dan Bawang Putih berdasarkan konteks budaya asalnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua film memiliki persamaan dalam penggunaan alat transportasi tradisional serta pola hubungan keluarga, yang mencerminkan nilai sosial dan struktur keluarga dalam masyarakatnya.
Namun, terdapat beberapa perbedaan yang signifikan, seperti sistem religi, penggunaan alat tradisional, bahasa, kesenian, mata pencaharian, serta arsitektur bangunan atau rumah.
Perbedaan ini merefleksikan karakteristik budaya dari masing-masing daerah asal film tersebut.
Penelitian ini berkontribusi dalam kajian sastra bandingan dengan menunjukkan bagaimana narasi budaya dapat diadaptasi dalam berbagai media.
Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat menjadi referensi dalam memahami pengaruh budaya terhadap representasi cerita rakyat dalam film animasi serta memberikan wawasan mengenai perbedaan dan persamaan budaya dalam karya sastra yang diadaptasi ke dalam bentuk visual.

Related Results

MODEL KAJIAN SASTRA BANDINGAN BERPERSPEKTIF LINTAS BUDAYA (STUDI KASUS PENELITIAN SASTRA DI ASIA TENGGARA)
MODEL KAJIAN SASTRA BANDINGAN BERPERSPEKTIF LINTAS BUDAYA (STUDI KASUS PENELITIAN SASTRA DI ASIA TENGGARA)
Kajian sastra bandingan pernah menjadi kajian yang sangat berkembang dan memberi sumbangsih pada ilmu pengetahuan sastra. Namun, kini, kajian sastra bandingan berkurang peminat kar...
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM
Bawang merah (Allium Ascalonicum L.) merupakan family dari Lilyceae yang berasal dari Asia Tengah, yaitu sekitar Bangladesh, India, dan Pakistan. Bawang merah merupakan salah satu ...
POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN SENTRA PRODUKSI BAWANG MERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN SENTRA PRODUKSI BAWANG MERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
<pre>Bawang merah memiliki peran strategis dalam perekonomian Provinsi Sumatera Utara. Bawang merah merupakan salah satu komoditas utama sebagai penyumbang inflasi. Namun dem...
Optimalisasi Petani Bawang Merah Melalui Alat Pengolah Bawang Merah 3 in 1
Optimalisasi Petani Bawang Merah Melalui Alat Pengolah Bawang Merah 3 in 1
Desa Tegalrejo merupakan salah satu desa penghasil bawang merah di daerah Tulungagung, dengan adanya kelompok tani maka pertanian di desa tersebut terbilang maju dan modern. Suko T...
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi, baik ditinjau dari sisi pemenuhan untuk konsumsi nasional, sebagai sumber peng...
Strategi Pengembangan Agribisnis Komoditas Bawang Merah di Kabupaten Banyuwangi
Strategi Pengembangan Agribisnis Komoditas Bawang Merah di Kabupaten Banyuwangi
Shallots are vegetable commodities that have long been superior and have been intensively cultivated by many farmers. They belong to the group of non-substituted spices that functi...
ESTETIKA ANIMASI: KONSEP DAN GAYA ANIMASI BUL
ESTETIKA ANIMASI: KONSEP DAN GAYA ANIMASI BUL
Animasi berjudul Bul adalah karya animasi terbaik kategori film animasi 2 Dimensi dalam lomba Animafest Film Animasi di MNCTV. Animasi ini diproduksi oleh salah satu studio animasi...
PENINGKATAN VIABILITAS BENIH PORANG MELALUI MOISTURIZING EKSTRAK BAWANG MERAH
PENINGKATAN VIABILITAS BENIH PORANG MELALUI MOISTURIZING EKSTRAK BAWANG MERAH
Perbanyakan tanaman porang dapat dilakukan dengan cara generatif menggunakan biji. Namun, kendala yang dihadapi perbanyakan secara generatif yaitu adanya masa dormansi pada benih p...

Back to Top