Javascript must be enabled to continue!
Analisis Kemampuan Siswa dalam Menaksir Ukuran sebagai Salah Satu Keterampilan Proses Sains pada Materi Pengukuran
View through CrossRef
Proses pembelajaran fisika tidak hanya menekankan penguasaan konsep, tetapi juga keterampilan proses sains yang harus dimiliki siswa, salah satunya adalah kemampuan menaksir ukuran besaran fisika. Kemampuan ini memiliki peranan penting dalam kehidupan, terutama pada besaran-besaran yang kerap digunakan, seperti panjang, massa, dan waktu. Kemampuan ini sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang. Namun, belum banyak peneliti yang mengkaji kemampuan ini. Oleh karena itu, diperlukan analisis kemampuan siswa dalam menaksir ukuran besaran fisika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan siswa dalam menaksir ukuran besaran fisika, mengetahui perbedaan kemampuan menaksir ukuran antara siswa laki-laki dan perempuan, mengetahui besaran yang paling mudah dan paling sulit ditaksir, serta mengetahui acuan yang digunakan siswa dalam menaksir ukuran. Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksploratif dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan di SMAN 1 Bergas, SMAN 1 Bringin, dan SMAN 1 Ambarawa dengan subjek penelitian sebanyak 192 siswa. Instrumen yang digunakan berupa tes lisan dan lembar angket terbuka. Data yang diperoleh dianalisis dengan menghitung galat relatif hasil taksiran, analisis statistik, dan tabulasi data. Hasil taksiran pada besaran panjang, massa, dan waktu memiliki galat relatif berturut-turut sebesar 0,15, 0,17, dan 0,36. Pada besaran panjang dan waktu, hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil taksiran dengan hasil pengukuran. Dengan demikian, kemampuan siswa dalam menaksir ukuran besaran panjang dan waktu sudah baik. Sedangkan pada besaran massa, hasil uji statistik menujukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil taksiran dengan hasil pengukuran, sehingga kemampuan siswa dalam menaksir besaran massa masih rendah. Berdasarkan uji statistik, siswa laki-laki dan perempuan memiliki kemampuan yang sama dalam menaksir besaran panjang dan massa. Adapun besaran yang paling mudah ditaksir adalah panjang dan besaran yang paling sulit ditaksir adalah massa. Sebagian besar siswa menggunakan benda lain dan pengalamannya dalam melakukan pengukuran sebagai acuan untuk menaksir ukuran besaran fisika.
Title: Analisis Kemampuan Siswa dalam Menaksir Ukuran sebagai Salah Satu Keterampilan Proses Sains pada Materi Pengukuran
Description:
Proses pembelajaran fisika tidak hanya menekankan penguasaan konsep, tetapi juga keterampilan proses sains yang harus dimiliki siswa, salah satunya adalah kemampuan menaksir ukuran besaran fisika.
Kemampuan ini memiliki peranan penting dalam kehidupan, terutama pada besaran-besaran yang kerap digunakan, seperti panjang, massa, dan waktu.
Kemampuan ini sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang.
Namun, belum banyak peneliti yang mengkaji kemampuan ini.
Oleh karena itu, diperlukan analisis kemampuan siswa dalam menaksir ukuran besaran fisika.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan siswa dalam menaksir ukuran besaran fisika, mengetahui perbedaan kemampuan menaksir ukuran antara siswa laki-laki dan perempuan, mengetahui besaran yang paling mudah dan paling sulit ditaksir, serta mengetahui acuan yang digunakan siswa dalam menaksir ukuran.
Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksploratif dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan di SMAN 1 Bergas, SMAN 1 Bringin, dan SMAN 1 Ambarawa dengan subjek penelitian sebanyak 192 siswa.
Instrumen yang digunakan berupa tes lisan dan lembar angket terbuka.
Data yang diperoleh dianalisis dengan menghitung galat relatif hasil taksiran, analisis statistik, dan tabulasi data.
Hasil taksiran pada besaran panjang, massa, dan waktu memiliki galat relatif berturut-turut sebesar 0,15, 0,17, dan 0,36.
Pada besaran panjang dan waktu, hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil taksiran dengan hasil pengukuran.
Dengan demikian, kemampuan siswa dalam menaksir ukuran besaran panjang dan waktu sudah baik.
Sedangkan pada besaran massa, hasil uji statistik menujukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil taksiran dengan hasil pengukuran, sehingga kemampuan siswa dalam menaksir besaran massa masih rendah.
Berdasarkan uji statistik, siswa laki-laki dan perempuan memiliki kemampuan yang sama dalam menaksir besaran panjang dan massa.
Adapun besaran yang paling mudah ditaksir adalah panjang dan besaran yang paling sulit ditaksir adalah massa.
Sebagian besar siswa menggunakan benda lain dan pengalamannya dalam melakukan pengukuran sebagai acuan untuk menaksir ukuran besaran fisika.
Related Results
Analisis Respon Siswa Terhadap Pengoptimalan Alat Peraga Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V di SDN Koripan Bungkal Ponorogo
Analisis Respon Siswa Terhadap Pengoptimalan Alat Peraga Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V di SDN Koripan Bungkal Ponorogo
Guru di SDN Koripan menggunakan alat peraga dalam setiap pembelajarannya terumata pada mata pelajaran IPA. Guru menggunakan alat peraga sebagai alat bantu untuk menjelaskan kepada ...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Nur fitrah
Nur fitrah
Matematika merupakan salah satu cabang ilmu yang sangat penting, karena matematika sebagai mata pelajaran yang memungkinkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan merupakan sar...
EKSPLORASI KETERAMPILAN LITERASI SAINS DAN MOTIVASI SAINS SISWA SMP
EKSPLORASI KETERAMPILAN LITERASI SAINS DAN MOTIVASI SAINS SISWA SMP
Eksplorasi Keterampilan Literasi Sains dan Motivasi Sains Siswa SMP. Salah satu fokus kebijakan merdeka belajar yang digagas oleh Kemendikbud ialah peningkatan keterampilan literas...
IMPLEMENTASI ASESMEN KELAS OLEH GURU EKONOMI TERHADAP KETERAMPILAN 4C SISWA FAIZAH JURNAL
IMPLEMENTASI ASESMEN KELAS OLEH GURU EKONOMI TERHADAP KETERAMPILAN 4C SISWA FAIZAH JURNAL
ABSTRAK Faizah. 2022. Implementasi Asesmen Kelas Oleh Guru Ekonomi Terhadap Keterampilan 4C Siswa. Tesis, Program Studi Magister Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Program Pascasa...
Profil Kemampuan Literasi Sains Siswa SMA Kelas X di Kota Pekanbaru Tahun Ajaran 2017/2018
Profil Kemampuan Literasi Sains Siswa SMA Kelas X di Kota Pekanbaru Tahun Ajaran 2017/2018
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil kemampuan literasi sains siswa SMA kelas X di Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Sampel p...
KORELASI KETERAMPILAN METAKOGNITIF DENGAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI HIDROKARBON
KORELASI KETERAMPILAN METAKOGNITIF DENGAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI HIDROKARBON
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif bertujuan untuk mendeskripsikan profil keterampilan metakognitif, hasil belajar siswa, dan korelasi ket...
Analisis Kesalahan Siswa Kelas X dalam Menyelesaikan Soal Cerita Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
Analisis Kesalahan Siswa Kelas X dalam Menyelesaikan Soal Cerita Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
Kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika dalam bentuk cerita pada materi SPLTV masih sering ditemukan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menganali...

