Javascript must be enabled to continue!
Identifikasi Variabel Pengembangan Pariwisata Berbasis Green Tourism
View through CrossRef
Abstract. Tourism is an activity that involves people traveling to destinations outside their primary residence and contributes significantly to the global and local economy. Nonetheless, tourism in Indonesia faces challenges such as a lack of attention to the environment, inadequate infrastructure, and the low quality of human resources in the tourism sector. A case in point is the Sipin Lake Tourism Area in Jambi City, which shows problems with lake water quality, lack of facilities, and lack of coordination between stakeholders, hindering efforts to realize sustainable tourism. Sustainable tourism is important for long-term ecological, social and cultural balance. In its development, there are four main components known as 4A: attractions, amenities, accessibility, and ancillary. The concept of green tourism, which is in line with the 4As, integrates sustainability principles to create an environmentally friendly destination and contribute positively to local communities. However, there is no clear identification of variables in this green tourism-based tourism development. Therefore, this study aims to identify important variables in green tourism-based tourism development in order to achieve sustainable tourism. The research method was conducted through literature study and descriptive analysis. The result of this study is that there are seven important variables in the development of green tourism: environmental responsibility, strengthening the local economy, cultural diversity, enriching experiences, minimizing carbon emissions, waste management, and fostering long-term productivity in the development of green tourism.
Abstrak. Pariwisata merupakan aktivitas yang melibatkan perjalanan manusia ke tujuan di luar tempat tinggal utama mereka dan berkontribusi signifikan terhadap ekonomi global dan lokal. Meskipun demikian, pariwisata di Indonesia menghadapi tantangan seperti kurangnya perhatian terhadap lingkungan, infrastruktur yang kurang memadai, dan rendahnya kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata. Contoh kasus di Kawasan Wisata Danau Sipin, Kota Jambi yang menunjukkan masalah kualitas air danau, kekurangan fasilitas, dan kurangnya koordinasi antar pemangku kepentingan sehingga menghambat upaya perwujudan pariwisata berkelanjutan. Pariwisata berkelanjutan penting untuk keseimbangan ekologi, sosial, dan budaya jangka panjang. Dalam pengembangannya, terdapat empat komponen utama yang dikenal sebagai 4A: attractions, amenities, accessibility, dan ancillary. Konsep green tourism, yang sejalan dengan 4A, mengintegrasikan prinsip keberlanjutan untuk menciptakan destinasi ramah lingkungan dan berkontribusi positif pada masyarakat lokal. Namun, belum ada identifikasi variabel yang jelas dalam pengembangan pariwisata berbasis green tourism ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variabel-variabel penting dalam pengembangan pariwisata berbasis green tourism guna mencapai pariwisata berkelanjutan. Metode penelitian dilakukan melalui studi literatur dan analisis deskriptif. Hasil studi ini adalah terdapat tujuh variabel penting dalam pengembangan pariwisata berbasis green tourism, yaitu tanggung jawab lingkungan, penguatan ekonomi lokal, keberagaman budaya, memperkaya pengalaman, meminimalisir emisi karbon, manajemen limbah, dan menumbuhkan produktivitas jangka panjang.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Identifikasi Variabel Pengembangan Pariwisata Berbasis Green Tourism
Description:
Abstract.
Tourism is an activity that involves people traveling to destinations outside their primary residence and contributes significantly to the global and local economy.
Nonetheless, tourism in Indonesia faces challenges such as a lack of attention to the environment, inadequate infrastructure, and the low quality of human resources in the tourism sector.
A case in point is the Sipin Lake Tourism Area in Jambi City, which shows problems with lake water quality, lack of facilities, and lack of coordination between stakeholders, hindering efforts to realize sustainable tourism.
Sustainable tourism is important for long-term ecological, social and cultural balance.
In its development, there are four main components known as 4A: attractions, amenities, accessibility, and ancillary.
The concept of green tourism, which is in line with the 4As, integrates sustainability principles to create an environmentally friendly destination and contribute positively to local communities.
However, there is no clear identification of variables in this green tourism-based tourism development.
Therefore, this study aims to identify important variables in green tourism-based tourism development in order to achieve sustainable tourism.
The research method was conducted through literature study and descriptive analysis.
The result of this study is that there are seven important variables in the development of green tourism: environmental responsibility, strengthening the local economy, cultural diversity, enriching experiences, minimizing carbon emissions, waste management, and fostering long-term productivity in the development of green tourism.
Abstrak.
Pariwisata merupakan aktivitas yang melibatkan perjalanan manusia ke tujuan di luar tempat tinggal utama mereka dan berkontribusi signifikan terhadap ekonomi global dan lokal.
Meskipun demikian, pariwisata di Indonesia menghadapi tantangan seperti kurangnya perhatian terhadap lingkungan, infrastruktur yang kurang memadai, dan rendahnya kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata.
Contoh kasus di Kawasan Wisata Danau Sipin, Kota Jambi yang menunjukkan masalah kualitas air danau, kekurangan fasilitas, dan kurangnya koordinasi antar pemangku kepentingan sehingga menghambat upaya perwujudan pariwisata berkelanjutan.
Pariwisata berkelanjutan penting untuk keseimbangan ekologi, sosial, dan budaya jangka panjang.
Dalam pengembangannya, terdapat empat komponen utama yang dikenal sebagai 4A: attractions, amenities, accessibility, dan ancillary.
Konsep green tourism, yang sejalan dengan 4A, mengintegrasikan prinsip keberlanjutan untuk menciptakan destinasi ramah lingkungan dan berkontribusi positif pada masyarakat lokal.
Namun, belum ada identifikasi variabel yang jelas dalam pengembangan pariwisata berbasis green tourism ini.
Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variabel-variabel penting dalam pengembangan pariwisata berbasis green tourism guna mencapai pariwisata berkelanjutan.
Metode penelitian dilakukan melalui studi literatur dan analisis deskriptif.
Hasil studi ini adalah terdapat tujuh variabel penting dalam pengembangan pariwisata berbasis green tourism, yaitu tanggung jawab lingkungan, penguatan ekonomi lokal, keberagaman budaya, memperkaya pengalaman, meminimalisir emisi karbon, manajemen limbah, dan menumbuhkan produktivitas jangka panjang.
Related Results
Community Group-Based Tourism Development Model: Banten Lama Tourism Area
Community Group-Based Tourism Development Model: Banten Lama Tourism Area
Tourism development in Banten Lama area has highly made significant progress after the Banten Provincial Government revitalized Banten Lama area with a budget of 80 billion in 2018...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Pemanfaatan Smiling West Java Ambassador dalam Promosi Pariwisata melalui Media Sosial
Pemanfaatan Smiling West Java Ambassador dalam Promosi Pariwisata melalui Media Sosial
Abstract. The Smiling West Java Ambassador program, conducted by the West Java Provincial Department of Tourism and Culture, aims to promote tourism in West Java through social med...
Strategi Prospektif Pengembangan Dalam Ekowisata Waduk Cirata Yang Berkelanjutan
Strategi Prospektif Pengembangan Dalam Ekowisata Waduk Cirata Yang Berkelanjutan
Pengembangan ekowisata waduk Cirata memiliki potensi besar dalam penggerak perekomian dan membangun kesejahteraan masyarakat tanpa harus mengorbankan sumber daya alam dan merusak l...
Kombinasi QFD Dan Nigel Cross untuk Perancangan Halal Tourism di Danau Toba
Kombinasi QFD Dan Nigel Cross untuk Perancangan Halal Tourism di Danau Toba
Kabupaten Simalungun merupakan salah satu kabupaten terbesar di Sumatera Utara yang memiliki pemasukan daerah berupa sektor pariwisata danau toba. Sebelum pandemi covid19, Kabupate...
Pemahaman Konsep Hospitality Pada Pelaku Pariwisata di Kabupaten Berau
Pemahaman Konsep Hospitality Pada Pelaku Pariwisata di Kabupaten Berau
Abstract: As a tourist destination, Berau Regency has experienced a significant increase in tourist visits in recent years. Tourism development in Berau Regency still faces several...
STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA BUDAYA
STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA BUDAYA
ABSTRACTCultural tourism is tourism whose main attraction is culture. Cultural tourism needs to be preserved because it can be a place for future generations to stay familiar with ...

