Javascript must be enabled to continue!
EVALUASI PENGARUH JARAK ANTARSIMPANG DAN RASIO ARUS LALU LINTAS TERHADAP EFEKTIVITAS KINERJA KOORDINASI GREEN WAVE
View through CrossRef
Abstract
The green wave is a signal coordination method for adjacent intersections designed to allow vehicles traveling from one intersection to the next to encounter consecutive green lights. Implementing this method yields benefits, such as reduced delay and shorter vehicle queues. This study analyzes the impact of intersection spacing and traffic flow ratios on green wave coordination performance using PTV Vissim software. Simulation results indicate that at an intersection spacing of 200 m, with traffic flow ratios ranging from 0.5 to 0.9, the improvement in delay resulting from the green wave implementation ranges from 36% to 54%. Conversely, at a spacing of 2500 m with the same flow ratios, the level of improvement drops to approximately 20% or even to zero. Furthermore, at a traffic flow ratio of 0.5 with spacing varying from 200 m to 2500 m, delay improvements range from 20% to 54%; however, at a flow ratio of 0.9 within the same distance range, the maximum improvement reaches only 29%. This study demonstrates that the effectiveness of the green wave concept diminishes as intersection spacing increases and traffic conditions approach saturation.
Keywords: Green wave; signal coordination; flow ratio; intersection spacing; delay; queue
Abstrak
Green wave adalah suatu metode koordinasi sinyal pada simpang-simpang yang berdekatan, dengan tujuan agar kendaraan yang melintas dari satu simpang ke simpang yang lain dapat memperoleh fase hijau secara berurutan. Penerapan metode ini memberi beberapa manfaat, seperti mengurangi tundaan dan mengurangi panjang antrean kendaraan. Pada penelitian ini dilakukan analisis terhadap jarak antarsimpang dan rasio arus lalu lintas kinerja koordinasi green wave, dengan menggunakan perangkat lunak PTV Vissim. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada jarak antarsimpang 200 m dengan variasi rasio arus lalu lintas antara 0,5 hingga 0,9, tingkat perbaikan waktu tundaan akibat penerapan green wave berkisar antara 36% hingga 54%. Sementara itu, pada jarak antarsimpang 2500 m dengan rasio arus lalu lintas yang sama, tingkat perbaikannya menurun menjadi hanya sekitar 20% atau bahkan tidak ada atau 0%. Selain itu, pada rasio arus lalu lintas 0,5 dengan variasi jarak antarsimpang 200 m hingga 2500 m, tingkat perbaikan tundaan berada pada rentang 20% hingga 54%, sedangkan pada rasio arus lalu lintas 0,9 dengan variasi jarak antarsimpang yang sama, tingkat perbaikannya hanya berkisar paling banyak 29%. Penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas penerapan konsep green wave semakin berkurang untuk jarak antarsimpang yang semakin jauh dan kondisi arus lalu lintas yang mendekati jenuh.
Kata-kata kunci: Green Wave; koordinasi sinyal; rasio arus; jarak antarsimpang; tundaan; antrean
Title: EVALUASI PENGARUH JARAK ANTARSIMPANG DAN RASIO ARUS LALU LINTAS TERHADAP EFEKTIVITAS KINERJA KOORDINASI GREEN WAVE
Description:
Abstract
The green wave is a signal coordination method for adjacent intersections designed to allow vehicles traveling from one intersection to the next to encounter consecutive green lights.
Implementing this method yields benefits, such as reduced delay and shorter vehicle queues.
This study analyzes the impact of intersection spacing and traffic flow ratios on green wave coordination performance using PTV Vissim software.
Simulation results indicate that at an intersection spacing of 200 m, with traffic flow ratios ranging from 0.
5 to 0.
9, the improvement in delay resulting from the green wave implementation ranges from 36% to 54%.
Conversely, at a spacing of 2500 m with the same flow ratios, the level of improvement drops to approximately 20% or even to zero.
Furthermore, at a traffic flow ratio of 0.
5 with spacing varying from 200 m to 2500 m, delay improvements range from 20% to 54%; however, at a flow ratio of 0.
9 within the same distance range, the maximum improvement reaches only 29%.
This study demonstrates that the effectiveness of the green wave concept diminishes as intersection spacing increases and traffic conditions approach saturation.
Keywords: Green wave; signal coordination; flow ratio; intersection spacing; delay; queue
Abstrak
Green wave adalah suatu metode koordinasi sinyal pada simpang-simpang yang berdekatan, dengan tujuan agar kendaraan yang melintas dari satu simpang ke simpang yang lain dapat memperoleh fase hijau secara berurutan.
Penerapan metode ini memberi beberapa manfaat, seperti mengurangi tundaan dan mengurangi panjang antrean kendaraan.
Pada penelitian ini dilakukan analisis terhadap jarak antarsimpang dan rasio arus lalu lintas kinerja koordinasi green wave, dengan menggunakan perangkat lunak PTV Vissim.
Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada jarak antarsimpang 200 m dengan variasi rasio arus lalu lintas antara 0,5 hingga 0,9, tingkat perbaikan waktu tundaan akibat penerapan green wave berkisar antara 36% hingga 54%.
Sementara itu, pada jarak antarsimpang 2500 m dengan rasio arus lalu lintas yang sama, tingkat perbaikannya menurun menjadi hanya sekitar 20% atau bahkan tidak ada atau 0%.
Selain itu, pada rasio arus lalu lintas 0,5 dengan variasi jarak antarsimpang 200 m hingga 2500 m, tingkat perbaikan tundaan berada pada rentang 20% hingga 54%, sedangkan pada rasio arus lalu lintas 0,9 dengan variasi jarak antarsimpang yang sama, tingkat perbaikannya hanya berkisar paling banyak 29%.
Penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas penerapan konsep green wave semakin berkurang untuk jarak antarsimpang yang semakin jauh dan kondisi arus lalu lintas yang mendekati jenuh.
Kata-kata kunci: Green Wave; koordinasi sinyal; rasio arus; jarak antarsimpang; tundaan; antrean.
Related Results
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
ANALISIS KEBISINGAN ARUS LALU LINTAS DI LUAR DAN DI DALAM RUANGAN PADA KAWASAN SIMPANG LIMA SUNSET ROAD
ANALISIS KEBISINGAN ARUS LALU LINTAS DI LUAR DAN DI DALAM RUANGAN PADA KAWASAN SIMPANG LIMA SUNSET ROAD
Kebisingan karena lalu lintas pada daerah perkotaan di Bali menyebabkan terganggunya masyarakat sekitar dan pada sektor pariwisata. Kawasan Simpang Lima Sunset Road menjadi salah s...
PENGARUH AKTIVITAS PASAR TERHADAP KARAKTER LALU LINTAS: STUDI KASUS AREA PASAR GEDE SURAKARTA
PENGARUH AKTIVITAS PASAR TERHADAP KARAKTER LALU LINTAS: STUDI KASUS AREA PASAR GEDE SURAKARTA
<p><em>Aktivitas pasar mempengaruhi kondisi lalu lintas di sekitarnya. Karakteristik lalu lintas pada ruas jalan dan lingkungan yang pada kasus penelitian ini adalah in...
PERHITUNGAN LALU LINTAS HARIAN RATA-RATA PADA PERSIMPANGAN ADI SUCIPTO
PERHITUNGAN LALU LINTAS HARIAN RATA-RATA PADA PERSIMPANGAN ADI SUCIPTO
Lalu lintas Harian Rata-rata adalah volume lalu lintas rata-rata dalam satu hari dari cara memperoleh data dikenal 2 jenis lalu lintas harian rata-rata, yaitu lalu lintas harian ra...
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK MELALUI ANALISIS RASIO KEUANGAN TAHUN
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK MELALUI ANALISIS RASIO KEUANGAN TAHUN
Abstrak
Mengukur kinerja keuangan perusahaan adalah hal yang penting yang perlu dilakukan manajemen perusahaan. Buat melaksanakan penilaian fundamental terhadap performa peru...
PERBEDAAN KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH KABUPATEN DAN PEMERINTAH KOTA DI JAWA TIMUR
PERBEDAAN KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH KABUPATEN DAN PEMERINTAH KOTA DI JAWA TIMUR
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Kinerja Keuangan Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota di Jawa Timur tahun 2018 berdasarkan Rasio Keuangan serta menganalisis apakah ...
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA AGENSI HIBURAN KOREAN POP HYBE CORPORATION
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA AGENSI HIBURAN KOREAN POP HYBE CORPORATION
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan HYBE Corporation ditinjau dari rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas dan rasio aktivitas. Jenis ...
ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA PERUSAHAAN PADA PERUM BULOG
ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA PERUSAHAAN PADA PERUM BULOG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan pada Perusahaan yang dinilai dengan analisis rasio keuangan pada perusahaan Perum BULOG. dari tahun 2019 hingga tahun 202...

