Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

BIOLOGI REPRODUKSI IKAN TENGGIRI (Scomberomorus commerson Lacepede, 1800) DI PERAIRAN TELUK KWANDANG, LAUT SULAWESI

View through CrossRef
Penelitian tentang aspek biologi tenggiri di Indonesia masih jarang dilakukan, padahal upaya pemanfaatannya telah lama dilakukan oleh nelayan. Ikan tenggiri di Teluk Kwandang penangkapannya dilakukan dengan alat tangkap purse seine dan pancing ulur. Data terkait biologi reproduksi ikan tenggiri di perairan Kwandang belum tersedia dengan baik, oleh sebab itu perlu dilakukan kajian yang lebih lengkap. Pelabuhan Perikanan Pantai Kwandang merupakan pelabuhan baru, sehingga informasi terkait perikanan tenggiri pada khususnya sangat bermanfaat dalam pendataan dan rencana pengelolaannya. Penelitian telah dilakukan pada Februari-Desember 2012 di perairan Teluk Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, dengan tujuan mengkaji aspek perikanan meliputi struktur ukuran, panjang bertama kali tertangkap dan biologi reproduksi meliputi: Tingkat Kematangan Gonad, Gonado Somatic Index (GSI), nisbah kelamin, panjang pertama kali matang gonad, diameter dan jumlah telur. Dari penelitian ini diperoleh distribusi ukuran panjang ikan pada kisaran 25-138 cmFL, dengan rata-rata modus 60 cmFL. Panjang pertama kali tertangkap dengan purse seine dan pancing ulur masing-masing 64,7 cmFL dan 71,9 cmFL. Tingkat Kematangan Gonad ikan tenggiri didominasi oleh gonad belum matang 61,2%, dan kondisi matang gonad 38,8%. Puncak Gonado Somatic Index (GSI) terjadi pada bulan Mei, sehingga ikan tenggiri di Teluk Kwandang diduga memijah pada Mei-Juli. Nilai GSI mencapai puncaknya pada panjang ikan 98 cm, dan akan turun pada panjang ikan lebih dari 100 cm. Dari hasil uji chi-square diketahui terdapat perbedaan yang nyata antara jumlah ikan tenggiri jantan dan betina. Panjang pertama kali matang gonad ikan tenggiri adalah 80,4 cm, pada kisaran 79,3-81,6 cm. Jumlah telur ikan tenggiri berkisar antara 417.360-9.476.520 butir pada panjang ikan 65-103 cmFL. Berdasarkan perkembangan diameter telur setiap bulan menunjukkan tipe pemijahan ikan tenggiri adalah asynchronous dengan pola pemijahan partial spawner. Study on biological aspects of spanish mackerel in Indonesia still rarely, whereas the utilization efforts have been done by fishermen. Spanish mackerel in Kwandang Bay are caught with a purse seine and handline. The data related to reproductive biology of mackerel fish in Kwandang waters is not yet available properly, therefore a more complete study needs to be done. Kwandang is a new port, so the information related to Spanish mackerel in particular is very useful in data collection and management plan. The study was conducted in February-December 2012 at Kwandang Bay water, North Gorontalo regency. With the aim of assessing the fishery aspects include the size structure, the length at first captured and reproductive biology aspects such as gonad maturity stage, Gonado Somatic Index (GSI), sex ratio, length at first maturity, number and diameter of oosit. From this research, the fish ditributions between range of 25-138 cmFL, with average mode 60 cmFL. The length at first capture caught with purse seine and handline respectively 64.7 cmFL and 71.9 cmFL. The gonad maturity stage of the catched spanish mackerel was dominated by 61.2% of immature and 38.8% of mature gonad. Gonado Somatic Index (GSI) peak was reached in May, and from this GSI value it is concluded that the Spanish mackerel spawned in May-July. The maximum GSI reached at fish length of 98 cm and decreased at fish length exceeded 100 cm. There was significant difference between the male and female of spanish mackerel. Length at first maturity of the gonad was approximately 80,4 cm, within the size range of 79.3-81.6 cmFL. The number of spanish mackerel oosit ranged between 417.360-9.476.520, with size ranged between 65-103 cmFL. Observed monthly fluctuations of oosit diameter lead to a conclusion that spawning type of spanish mackerel was asynchronous with partial spawner spawning pattern.
Title: BIOLOGI REPRODUKSI IKAN TENGGIRI (Scomberomorus commerson Lacepede, 1800) DI PERAIRAN TELUK KWANDANG, LAUT SULAWESI
Description:
Penelitian tentang aspek biologi tenggiri di Indonesia masih jarang dilakukan, padahal upaya pemanfaatannya telah lama dilakukan oleh nelayan.
Ikan tenggiri di Teluk Kwandang penangkapannya dilakukan dengan alat tangkap purse seine dan pancing ulur.
Data terkait biologi reproduksi ikan tenggiri di perairan Kwandang belum tersedia dengan baik, oleh sebab itu perlu dilakukan kajian yang lebih lengkap.
Pelabuhan Perikanan Pantai Kwandang merupakan pelabuhan baru, sehingga informasi terkait perikanan tenggiri pada khususnya sangat bermanfaat dalam pendataan dan rencana pengelolaannya.
Penelitian telah dilakukan pada Februari-Desember 2012 di perairan Teluk Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, dengan tujuan mengkaji aspek perikanan meliputi struktur ukuran, panjang bertama kali tertangkap dan biologi reproduksi meliputi: Tingkat Kematangan Gonad, Gonado Somatic Index (GSI), nisbah kelamin, panjang pertama kali matang gonad, diameter dan jumlah telur.
Dari penelitian ini diperoleh distribusi ukuran panjang ikan pada kisaran 25-138 cmFL, dengan rata-rata modus 60 cmFL.
Panjang pertama kali tertangkap dengan purse seine dan pancing ulur masing-masing 64,7 cmFL dan 71,9 cmFL.
Tingkat Kematangan Gonad ikan tenggiri didominasi oleh gonad belum matang 61,2%, dan kondisi matang gonad 38,8%.
Puncak Gonado Somatic Index (GSI) terjadi pada bulan Mei, sehingga ikan tenggiri di Teluk Kwandang diduga memijah pada Mei-Juli.
Nilai GSI mencapai puncaknya pada panjang ikan 98 cm, dan akan turun pada panjang ikan lebih dari 100 cm.
Dari hasil uji chi-square diketahui terdapat perbedaan yang nyata antara jumlah ikan tenggiri jantan dan betina.
Panjang pertama kali matang gonad ikan tenggiri adalah 80,4 cm, pada kisaran 79,3-81,6 cm.
Jumlah telur ikan tenggiri berkisar antara 417.
360-9.
476.
520 butir pada panjang ikan 65-103 cmFL.
Berdasarkan perkembangan diameter telur setiap bulan menunjukkan tipe pemijahan ikan tenggiri adalah asynchronous dengan pola pemijahan partial spawner.
 Study on biological aspects of spanish mackerel in Indonesia still rarely, whereas the utilization efforts have been done by fishermen.
Spanish mackerel in Kwandang Bay are caught with a purse seine and handline.
The data related to reproductive biology of mackerel fish in Kwandang waters is not yet available properly, therefore a more complete study needs to be done.
Kwandang is a new port, so the information related to Spanish mackerel in particular is very useful in data collection and management plan.
The study was conducted in February-December 2012 at Kwandang Bay water, North Gorontalo regency.
With the aim of assessing the fishery aspects include the size structure, the length at first captured and reproductive biology aspects such as gonad maturity stage, Gonado Somatic Index (GSI), sex ratio, length at first maturity, number and diameter of oosit.
From this research, the fish ditributions between range of 25-138 cmFL, with average mode 60 cmFL.
The length at first capture caught with purse seine and handline respectively 64.
7 cmFL and 71.
9 cmFL.
The gonad maturity stage of the catched spanish mackerel was dominated by 61.
2% of immature and 38.
8% of mature gonad.
Gonado Somatic Index (GSI) peak was reached in May, and from this GSI value it is concluded that the Spanish mackerel spawned in May-July.
The maximum GSI reached at fish length of 98 cm and decreased at fish length exceeded 100 cm.
There was significant difference between the male and female of spanish mackerel.
Length at first maturity of the gonad was approximately 80,4 cm, within the size range of 79.
3-81.
6 cmFL.
The number of spanish mackerel oosit ranged between 417.
360-9.
476.
520, with size ranged between 65-103 cmFL.
Observed monthly fluctuations of oosit diameter lead to a conclusion that spawning type of spanish mackerel was asynchronous with partial spawner spawning pattern.

Related Results

ANALISIS SUBSEKTOR PERIKANAN DI KABUPATEN OKU TIMUR PROVINSI SUMATERA SELATAN
ANALISIS SUBSEKTOR PERIKANAN DI KABUPATEN OKU TIMUR PROVINSI SUMATERA SELATAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) Untuk mengetahui jenis ikan unggul di OKU Timur. 2) Untuk mengetahui pertumbuhan komoditas subsektor perikanan di OKU Timur. Hasil penel...
anallisa analisa sensori stik keju dengan penambahan tepung tulang ikan tenggiri
anallisa analisa sensori stik keju dengan penambahan tepung tulang ikan tenggiri
Tulang ikan tenggiri merupakan limbah yang dihasilkan dari industri pengolahan pempek yang tidak dimanfaatkan. Tulang ikan ini dijadikan tepung dalam penggunaan bahan tambahan keda...
Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan Pelagis di Perairan Laut Kabupaten Belu Berdasarkan Data Citra Satelit
Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan Pelagis di Perairan Laut Kabupaten Belu Berdasarkan Data Citra Satelit
Perairan utara Kabupaten Belu memiliki potensi perikanan tangkap yang cukup besar, antara lain kekayaan sumber daya ikan pelagis, baik ikan pelagis kecil maupun ikan pelagis besar....
DAYA DUKUNG KERAMBA JARING APUNG IKAN KERAPU DI PERAIRAN TELUK SABANG ACEH
DAYA DUKUNG KERAMBA JARING APUNG IKAN KERAPU DI PERAIRAN TELUK SABANG ACEH
Pulau Weh merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi perikanan yang cukup besar. Akan tetapi dengan belum tersedianya kajian mengenai daya dukung pada suatu kawasan peraira...
Kandungan Arsen (As), Berbentuk Suspensi dan Terlarut, di Perairan Teluk Manado
Kandungan Arsen (As), Berbentuk Suspensi dan Terlarut, di Perairan Teluk Manado
Penelitian tentang kandungan arsen (As) di Perairan Teluk Manado dan sekitarnya telah dilakukan dengan tujuan untuk: 1) mengukur kandungan As yang terdapat dalam kolom air Teluk Ma...
KARAKTERISTIK PENURUNAN DASAR LAUT PERAIRAN TELUK JAKARTA
KARAKTERISTIK PENURUNAN DASAR LAUT PERAIRAN TELUK JAKARTA
Penurunan permukaan tanah wilayah pesisir Teluk Jakarta diyakini sebagai dampak dari pembangungan. Dari tahun 1974 sampai dengan 2010 telah terjadi penurunan permukaan tanah di sej...
DETEKSI EKTOPARASIT PADA IKAN NILA (Orechromis niloticus)DIBALAI BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DESA LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT
DETEKSI EKTOPARASIT PADA IKAN NILA (Orechromis niloticus)DIBALAI BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DESA LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT
Abstrak (Indonesia)Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan spesies ikan yang memiliki genus ikan yang dapat hidup dalam kondisi lingkungan yang memiliki toleransi tinggi terhad...

Back to Top