Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERAN KELOMPOK WANITA NELAYAN MELALUI OLAHAN BAKSO IKAN TONGKOL SEBAGAI PRODUK BERNILAI TAMBAH (VALUE ADDED) DI KELURAHAN BUNGKUTOKO KOTA KENDARI

View through CrossRef
Peranan perempuan di rana ekonomi publik memberi kontribusi yang cukup besar bagi kehidupan keluarga, terutama bagi keluarga yang masih hidup dalam kondisi kemiskinan. Seperti di jumpai pada masyarakat nelayan di Kelurahan Bungkutoko yang mata pencahariannya tidak menentu. Ada waktu tertentu dimana nelayan harus melaut dan ada waktu nelayan tidak dapat melaut, karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Dalam kondisi yang demikian maka diperlukan peran isteri untuk membantu ekonomi keluarga dengan melakukan pekerjaan di luar rumah (publik). Ikan tongkol merupakan komoditas perikanan laut Indonesia yang utama. Daging ikan tongkol memiliki memiliki kandungan gizi dan cita rasa yang disukai oleh semua kalangan masyarakat serta merupakan bahan baku olahan makanan yang tersedia sepanjang tahun. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan cara pengolahan ikan tongkol bagi kelompok wanita nelayan sebagai produk benilai tambah di Kelurahan Bungkutoko Kota Kendari. Metode kegiatan pengabdian ini menggunakan metode ceramah untuk tranfer ilmu dan bimbingan teknis untuk praktek secara langsung. Adapun tahapannya pada kegiatan yaitu tahap pertama memberi pengetahuan dan teori tentang penanganan bahan baku dan pengolahan bakso ikan tongkol, tahap kedua memberi praktek langsung kepada kelompok wanita nelayan tentang cara pengolahan bakso ikan tongkol, dan tahap ketiga kegiatan pelatihan dilakukan melalui pendampingan kepada kelompok wanita nelayan di Kelurahan Bungkutoko mengenai proses pengemasan setelah pengolahan ikan tongkol menjadi produk bakso ikan tongkol. Pendampingan dilakukan dalam memproduksi bakso ikan tongkol baik skala rumah tangga dan juga untuk dipasarkan. Kelompok wanita nelayan di Kelurahan Bungkutoko mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir dan berhasil membuat bakso ikan tongkol sangat baik dan juga telah mampu memproduksi bakso ikan tongkol baik untuk skala rumah tangga ataupun untuk dipasarkan.
Title: PERAN KELOMPOK WANITA NELAYAN MELALUI OLAHAN BAKSO IKAN TONGKOL SEBAGAI PRODUK BERNILAI TAMBAH (VALUE ADDED) DI KELURAHAN BUNGKUTOKO KOTA KENDARI
Description:
Peranan perempuan di rana ekonomi publik memberi kontribusi yang cukup besar bagi kehidupan keluarga, terutama bagi keluarga yang masih hidup dalam kondisi kemiskinan.
Seperti di jumpai pada masyarakat nelayan di Kelurahan Bungkutoko yang mata pencahariannya tidak menentu.
Ada waktu tertentu dimana nelayan harus melaut dan ada waktu nelayan tidak dapat melaut, karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.
Dalam kondisi yang demikian maka diperlukan peran isteri untuk membantu ekonomi keluarga dengan melakukan pekerjaan di luar rumah (publik).
Ikan tongkol merupakan komoditas perikanan laut Indonesia yang utama.
Daging ikan tongkol memiliki memiliki kandungan gizi dan cita rasa yang disukai oleh semua kalangan masyarakat serta merupakan bahan baku olahan makanan yang tersedia sepanjang tahun.
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan cara pengolahan ikan tongkol bagi kelompok wanita nelayan sebagai produk benilai tambah di Kelurahan Bungkutoko Kota Kendari.
Metode kegiatan pengabdian ini menggunakan metode ceramah untuk tranfer ilmu dan bimbingan teknis untuk praktek secara langsung.
Adapun tahapannya pada kegiatan yaitu tahap pertama memberi pengetahuan dan teori tentang penanganan bahan baku dan pengolahan bakso ikan tongkol, tahap kedua memberi praktek langsung kepada kelompok wanita nelayan tentang cara pengolahan bakso ikan tongkol, dan tahap ketiga kegiatan pelatihan dilakukan melalui pendampingan kepada kelompok wanita nelayan di Kelurahan Bungkutoko mengenai proses pengemasan setelah pengolahan ikan tongkol menjadi produk bakso ikan tongkol.
Pendampingan dilakukan dalam memproduksi bakso ikan tongkol baik skala rumah tangga dan juga untuk dipasarkan.
Kelompok wanita nelayan di Kelurahan Bungkutoko mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir dan berhasil membuat bakso ikan tongkol sangat baik dan juga telah mampu memproduksi bakso ikan tongkol baik untuk skala rumah tangga ataupun untuk dipasarkan.

Related Results

Margin Pemasaran Ikan di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara
Margin Pemasaran Ikan di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara
Penelitian bertujuan untuk mengetahui 1) fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan nelayan dan pedagang perantara; 2) saluran pemasaran ikan; dan 3) margin pemasaran ikan. Metode anal...
Pengolahan Ikan di Kabupaten Bantaeng
Pengolahan Ikan di Kabupaten Bantaeng
UKM Melati dan UKM Sipatujui adalah dua mitra yang bergerak dalam bidang pengolahan ikan di Kabupaten Bantaeng. Kedua mitra selama ini hanya mengembangkan kerupuk amplang dan bakso...
PEMBERDAYAAN WANITA NELAYAN MELALUI DIVERSIFIKASI PRODUK PERIKANAN DI KOTA TERNATE
PEMBERDAYAAN WANITA NELAYAN MELALUI DIVERSIFIKASI PRODUK PERIKANAN DI KOTA TERNATE
Latar Belakang: Pengembangan dan diversifikasi usaha dinilai dapat menjadi alternatif baru guna meningkatkan pendapatan nelayan melalui diversifikasi usaha ekonomi produktif melalu...
PKM KELOMPOK NELAYAN “WIA” MELALUI PEMANFAATAN HASIL LAUT DI DESA MALAKOSA
PKM KELOMPOK NELAYAN “WIA” MELALUI PEMANFAATAN HASIL LAUT DI DESA MALAKOSA
PKM Kelompok nelayan WIA merupakan upaya untuk memberikan penguatan kepada kelompok nelayan WIA dengan melibatkan berbagai pihak yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan, ke...
PERBEDAAN HASIL ABON YANG TERBUAT DARI IKAN GABUS DAN ABON IKAN BANDENG DITINJAU DARI BIAYA PRODUKSI DAN DAYA BELI KONSUMEN
PERBEDAAN HASIL ABON YANG TERBUAT DARI IKAN GABUS DAN ABON IKAN BANDENG DITINJAU DARI BIAYA PRODUKSI DAN DAYA BELI KONSUMEN
Abon merupakan salah satu produk olahan makanan yang sudah di kenal oleh masyarakat yang umumnya, di buat dari daging sapi, nangka muda, dan kluwih. Abon ikan saat ini sudah mulai ...
PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK KAKAO DI DESA SUNGAI LANGKA KABUPATEN PESAWARAN
PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK KAKAO DI DESA SUNGAI LANGKA KABUPATEN PESAWARAN
Agribisnis kakao di Kabupaten Pesawaran masih menghadapi berbagai masalah kompleks antara lain rendahnya produktivitas kakao, mutu produk masih rendah, dan belum adanya nilai tamba...

Back to Top