Javascript must be enabled to continue!
Partisipasi dan Orientasi Pemilih Pemula Memilih Calon Anggota Legislatif
View through CrossRef
Penelitian bertujuan mengetahui partisipasi pemilih pemula dan orientasi pemilih memilih sosok calon anggota legislatif setelah diselenggarakannya Pemilu Legislatif 2014. Penelitian dilakukan di Yogyakarta dengan metode kualitatif melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan adalah pemilih pemula. Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi pemilih pemula dipengaruhi oleh sosialisasi berdasarkan kebiasaan, aktivitas sosial, lingkungan sosial, relasi sosial dan media sosial. Metode sosialisasi yang digunakan melalui kampanye langsung dan media sosial. Dasar pertimbangan pemilih pemula dalam menentukan pilihan berdasarkan sosok caleg disebabkan oleh ideologi, prestasi, track record atau latar belakang caleg, metode sosialisasi. Alasan pemilih lebih memilih sosok calon anggota legislatif daripada partai politik menempatkan rasionalitas pemilih pemula yang lebih melihat pada track record calon pemimpin dan melemahnya kepercayaan terhadap partai politik, dan tidak disepakatinya sistem money politic.Kata kunci : pemilu legislatif, pemilih pemula, calon anggota legislatif AbstractThe study aims to determine the participation of voters and orientations of voters chose the figure of legislative candidates after the holding of legislative elections in 2014. The study was conducted in Yogyakarta with qualitative methods through observation, interviews and documentation. Informants are voters. Data were analyzed using data reduction, presentation, and drawing conclusions. The results showed that the participation of voters are influenced by socialization based on customs, social activities, social environment, social relations and social media. Socialization methods used by the direct campaign and social media. The basic consideration for voters in determining the choice of candidates is based on the figure due to ideology, achievements, track record or background of the candidates, the method of socialization. The reason voters preferring figure legislative candidates rather than political parties put the rationality of voters who rather look at the track record of aspiring leaders and weakening confidence in the political parties, and no agreement on the system of money politics.Keywords: participation, voters, legislative candidates
Title: Partisipasi dan Orientasi Pemilih Pemula Memilih Calon Anggota Legislatif
Description:
Penelitian bertujuan mengetahui partisipasi pemilih pemula dan orientasi pemilih memilih sosok calon anggota legislatif setelah diselenggarakannya Pemilu Legislatif 2014.
Penelitian dilakukan di Yogyakarta dengan metode kualitatif melalui observasi, wawancara dan dokumentasi.
Informan adalah pemilih pemula.
Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi pemilih pemula dipengaruhi oleh sosialisasi berdasarkan kebiasaan, aktivitas sosial, lingkungan sosial, relasi sosial dan media sosial.
Metode sosialisasi yang digunakan melalui kampanye langsung dan media sosial.
Dasar pertimbangan pemilih pemula dalam menentukan pilihan berdasarkan sosok caleg disebabkan oleh ideologi, prestasi, track record atau latar belakang caleg, metode sosialisasi.
Alasan pemilih lebih memilih sosok calon anggota legislatif daripada partai politik menempatkan rasionalitas pemilih pemula yang lebih melihat pada track record calon pemimpin dan melemahnya kepercayaan terhadap partai politik, dan tidak disepakatinya sistem money politic.
Kata kunci : pemilu legislatif, pemilih pemula, calon anggota legislatif AbstractThe study aims to determine the participation of voters and orientations of voters chose the figure of legislative candidates after the holding of legislative elections in 2014.
The study was conducted in Yogyakarta with qualitative methods through observation, interviews and documentation.
Informants are voters.
Data were analyzed using data reduction, presentation, and drawing conclusions.
The results showed that the participation of voters are influenced by socialization based on customs, social activities, social environment, social relations and social media.
Socialization methods used by the direct campaign and social media.
The basic consideration for voters in determining the choice of candidates is based on the figure due to ideology, achievements, track record or background of the candidates, the method of socialization.
The reason voters preferring figure legislative candidates rather than political parties put the rationality of voters who rather look at the track record of aspiring leaders and weakening confidence in the political parties, and no agreement on the system of money politics.
Keywords: participation, voters, legislative candidates.
Related Results
PARTISIPASI POLITIK PEMILIH PEMULA PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH KABUPATEN BOMBANA TAHUN 2017 DI KELURAHAN TAUBONTO
PARTISIPASI POLITIK PEMILIH PEMULA PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH KABUPATEN BOMBANA TAHUN 2017 DI KELURAHAN TAUBONTO
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui bentuk partisipasi politik pemilih pemula pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Bombana Tahun 2017 di Kelurahan Taubonto...
Pengaruh Sosialisasi Politik Terhadap Partisipasi Pemilih Pemula Pada Pilkada Kota Padang 2018
Pengaruh Sosialisasi Politik Terhadap Partisipasi Pemilih Pemula Pada Pilkada Kota Padang 2018
Penelitian ini didasari oleh jumlah partisipasi pemilih pemula pada pemilihan kepala daerah Kota Padang pada tahun 2018 yakni 64,05%, dimana angka ini berada dibawah target dari Ko...
PERAN PEMILIH MUDA DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT PADA PENYELENGGARAAN PEMILU
PERAN PEMILIH MUDA DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT PADA PENYELENGGARAAN PEMILU
Pemilu adalah sarana kedaulatan rakyat untuk memilih anggota DPR, anggota DPD, Presiden dan Wakil Presiden, dan untuk memilih anggota DPRD, yang dilaksanakan secara langsung, umum,...
ANALISIS PERILAKU PEMILIH TERHADAP PARTAI ISLAM PADA PEMILIHAN LEGISLATIF TAHUN 2019 DI KECAMATAN DANAU TELUK
ANALISIS PERILAKU PEMILIH TERHADAP PARTAI ISLAM PADA PEMILIHAN LEGISLATIF TAHUN 2019 DI KECAMATAN DANAU TELUK
Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi dan menganalisa bagaimana perilaku pemilih beragama islam terhadap partai islam pada Pemilihan Legislatif tahun 2019 di Kecamatan D...
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK DALAM PENCITRAAN PARTAI POLITIK DAN CALON LEGISLATIF PADA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2024 Di KABUPATEN BANYUWANGI
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK DALAM PENCITRAAN PARTAI POLITIK DAN CALON LEGISLATIF PADA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2024 Di KABUPATEN BANYUWANGI
Pembentukan citra partai dalam kajian ini diambil pada studi kasus penelitian Strategi komunikasi politik yang dilakukan oleh Partai dan calon legislatif dalam menjelang kontestas...
Pendidikan Politik Pemilih Pemula bagi Remaja di Desa Bakung Kabupaten Ogan Ilir
Pendidikan Politik Pemilih Pemula bagi Remaja di Desa Bakung Kabupaten Ogan Ilir
Kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang membahas mengenai peendidikan politik pemilih pemula bagi remaja di Desa Bakung, Kabupaten Ogan Ilir, Propinsi Sumatera S...
Perempuan Dan Politik (Analisis Partisipasi Calon Anggota Legislatif Perempuan Di Kabupaten Enrekang Pada Pemilihan Anggota Legislatif Tahun 2019)
Perempuan Dan Politik (Analisis Partisipasi Calon Anggota Legislatif Perempuan Di Kabupaten Enrekang Pada Pemilihan Anggota Legislatif Tahun 2019)
Dalam sebuah negara, perempuan merupakan salah satu elemen penting sebuah negara yang termasuk dalam anggota masyarakat. Hal tersebut sedikit banyaknya juga terjadi di Enrekang Sul...
PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DALAM PEMILIHAN LEGISLATIF 2024
PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DALAM PEMILIHAN LEGISLATIF 2024
Penelitian ini berfokus pada partisipasi politik masyarakat pada pemilu legislatif di kabupaten lombok tengah 2024. Partisipasi penting untuk dikaji mengingat keberhasilan suatu pe...

