Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

SIMBOLISASI BUNGA MAWAR DALAM PERTUNJUKAN PANTOMIM “BEAUTY AND THE BEAST” KARYA SHERLLY CINDYA FRANCISCA (TINJAUAN SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE)

View through CrossRef
Bunga mawar sering diartikan sebagai tanda cinta begitu pula dalam cerita dongeng “Beauty and The Beast”. Banyaknya versi dari cerita “Beauty and The Beast” menjadikan pertunjukan karya Sherlly Cindya Fancisca berbeda karena menggunakan konsep pantomim yang lebih menekankan gerak isyarat dan tanda untuk menyampaikan pesan. Kajian ini bertujuan untuk membedah tanda dan makna Bunga Mawar dalam pertunjukan “Beauty and The Beast” karya Sherlly Cindya Francisca yang berkonsep pantomim. Diharapkan dengan adanya kajian ini, masyarakat bisa lebih mudah memahami makna dari pertunjukan pantomim “Beauty and the Beast” dan menjadikan kajian ini sebagai referensi di kemudian hari. Metode deskriptif kualitatif dipilih penulis untuk mengkaji lebih detail dalam mendeskripsikan makna simbol Bunga Mawar dalam pertunjukan “Beauty and The Beast” karya Sherlly Cindya Fancisca. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi dan wawancara. Penulis mengkaji penelitian ini menggunakan analisis semiotika triadik dari Charles Sanders Pierce. Penelitian ini menghasilkan segitiga makna tanda yakni (1) Bunga mawar sebagai objek yaitu Simbol; (2) Representasi Bunga mawar yaitu kutukan; (3) Bunga mawar menimbulkan interpretasi yaitu cinta sejati. Dari ketiga unsur tersebut dapat disimpulkan bahwa bunga mawar merupakan takdir yang mempengaruhi perputaran roda kehidupan para tokoh. Hal ini memberikan pemahaman kepada penonton bahwa representasi dalam pertunjukan mempengaruhi interpretasi penonton terhadap objek, yaitu simbol Bunga Mawar.
Title: SIMBOLISASI BUNGA MAWAR DALAM PERTUNJUKAN PANTOMIM “BEAUTY AND THE BEAST” KARYA SHERLLY CINDYA FRANCISCA (TINJAUAN SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE)
Description:
Bunga mawar sering diartikan sebagai tanda cinta begitu pula dalam cerita dongeng “Beauty and The Beast”.
Banyaknya versi dari cerita “Beauty and The Beast” menjadikan pertunjukan karya Sherlly Cindya Fancisca berbeda karena menggunakan konsep pantomim yang lebih menekankan gerak isyarat dan tanda untuk menyampaikan pesan.
Kajian ini bertujuan untuk membedah tanda dan makna Bunga Mawar dalam pertunjukan “Beauty and The Beast” karya Sherlly Cindya Francisca yang berkonsep pantomim.
Diharapkan dengan adanya kajian ini, masyarakat bisa lebih mudah memahami makna dari pertunjukan pantomim “Beauty and the Beast” dan menjadikan kajian ini sebagai referensi di kemudian hari.
Metode deskriptif kualitatif dipilih penulis untuk mengkaji lebih detail dalam mendeskripsikan makna simbol Bunga Mawar dalam pertunjukan “Beauty and The Beast” karya Sherlly Cindya Fancisca.
Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi dan wawancara.
Penulis mengkaji penelitian ini menggunakan analisis semiotika triadik dari Charles Sanders Pierce.
Penelitian ini menghasilkan segitiga makna tanda yakni (1) Bunga mawar sebagai objek yaitu Simbol; (2) Representasi Bunga mawar yaitu kutukan; (3) Bunga mawar menimbulkan interpretasi yaitu cinta sejati.
Dari ketiga unsur tersebut dapat disimpulkan bahwa bunga mawar merupakan takdir yang mempengaruhi perputaran roda kehidupan para tokoh.
Hal ini memberikan pemahaman kepada penonton bahwa representasi dalam pertunjukan mempengaruhi interpretasi penonton terhadap objek, yaitu simbol Bunga Mawar.

Related Results

Kajian Tematis Term Khaḍira dalam Al-Qur’an: Analisis Semiotika Charles Sanders Pierce
Kajian Tematis Term Khaḍira dalam Al-Qur’an: Analisis Semiotika Charles Sanders Pierce
The color green is one of the most common colors, especially in nature. The Qur'an contains verses that discuss the color green using the terms khaḍira and hāmmah. There are eight ...
Skrinning fitokimia ekstrak daun kelor kombinasi sari bunga mawar
Skrinning fitokimia ekstrak daun kelor kombinasi sari bunga mawar
Indonesia memiliki banyak bahan alami seperti tumbuhan yang mengandung senyawa antioksidan yang mampu meningkatkan kualitas kesehatan dan membantu merawat kulit. Banyak berbagai ba...
STRUKTUR DRAMATIK PERTUNJUKAN DRAMA KLASIK SANGGAR TEATER MINI LAKON DEWA RUCI KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI
STRUKTUR DRAMATIK PERTUNJUKAN DRAMA KLASIK SANGGAR TEATER MINI LAKON DEWA RUCI KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI
ABSTRAK   Pada dasarnya nilai pendidikan karakter mempunyai tiga bagian yang saling bekaitan, yaitu pengetahuan moral, penghayatan moral dan perilaku moral. Oleh karena...
PROSES ADAPTASI PERTUNJUKAN PANGGUNG KE VIDEO: Studi Kasus Karya Tari COLOHOK Ciptaan Anter Asmorotedjo
PROSES ADAPTASI PERTUNJUKAN PANGGUNG KE VIDEO: Studi Kasus Karya Tari COLOHOK Ciptaan Anter Asmorotedjo
AbstrakPertunjukan panggung yang dialihmediakan menjadi video, merupakan contoh fenomena adaptasi dalam penciptaan karya seni. Begitupula yang terjadi dalam karya tari Colohok, cip...
Representasi Elemen-elemen Jurnalisme dalam Film Spotlight
Representasi Elemen-elemen Jurnalisme dalam Film Spotlight
ABSTRAK             Kejurnalistikan bisasanya identik dengan media-media mainstream seperti halnya televisi, radio, koran atau majalah. Film merupakan salah satu media massa ...
Nilai-Nilai Religius Dalam Film “Siksa Neraka” (Analisis Semiotika Charles Sanders Pierce)
Nilai-Nilai Religius Dalam Film “Siksa Neraka” (Analisis Semiotika Charles Sanders Pierce)
Melalui media film, nilai-nilai religius dapat disampaikan dengan lebih beragam dan menjangkau khalayak yang lebih luas. Film yang mengandung nilai-nilai religius seringkali digolo...
KARYA PERUPA BALI DALAM MERESPON PANDEMI COVID 19 DENGAN ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES
KARYA PERUPA BALI DALAM MERESPON PANDEMI COVID 19 DENGAN ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan analisis data kualitatif tentang Karya Perupa Bali Dalam Merespon Pandemi Covid 19 Dengan Analisis Semiotika Roland Barthes . Tuj...

Back to Top