Javascript must be enabled to continue!
Makan sebagai sarana pengasuhan, persekutuan, dan hospitalitas: Sebuah konstruksi Teologi Makan dengan lensa trinitarian
View through CrossRef
This article raises the issue of eating, which is rarely discussed theologically, while the issue of eating has been widely discussed in various other disciplines. This article aims to construct a theology of eating through the lens of Trinitarian theology of eating. Using the doctrine of the Trinity as a lens to re-understand the theological meaning of eating, I argue that the theological meaning of eating is a means of nurturing, communion, and hospitality. This article uses a constructive theology method with a qualitative approach that examines various kinds of literature that discuss the doctrine of the Trinity and eating and the relationship between the two variables to construct a Trinitarian theology of eating. The results of this study indicate that the meaning of eating should not be reduced to merely satisfying hunger because eating is a means through which God nurtures human life and establish communion and hospitality between individuals and even with God himself. AbstrakArtikel ini mengangkat masalah makan yang jarang dibahas secara teologis, sedangkan masalah makan telah banyak dibahas di berbagai disiplin ilmu yang lain. Tujuan artikel ini adalah untuk mengkonstruksi sebuah teologi makan dengan lensa teologi makan Trinitarian. Dengan menggunakan doktrin Trinitas sebagai lensa untuk memahami kembali makna makan secara teologis, saya berargumen bahwa makna teologis dari makan adalah sebagai sarana pengasuhan, persekutuan, dan keramahtamahan. Artikel ini menggunakan metode berteologi konstruktif dengan pendekatan kualitatif yang mengkaji berbagai literatur yang membahas tentang doktrin Trinitas dan makan, dan juga hubungan antara kedua variabel tersebut dalam rangka mengkonstruksi sebuah teologi makan Trinitarian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna makan tidak boleh direduksi sekadar memuaskan rasa lapar karena makan adalah sarana yang melaluinya Allah mengasuh kehidupan manusia, dan menjalin persekutuan serta keramahan antar pribadi dan bahkan dengan Allah sendiri.
Title: Makan sebagai sarana pengasuhan, persekutuan, dan hospitalitas: Sebuah konstruksi Teologi Makan dengan lensa trinitarian
Description:
This article raises the issue of eating, which is rarely discussed theologically, while the issue of eating has been widely discussed in various other disciplines.
This article aims to construct a theology of eating through the lens of Trinitarian theology of eating.
Using the doctrine of the Trinity as a lens to re-understand the theological meaning of eating, I argue that the theological meaning of eating is a means of nurturing, communion, and hospitality.
This article uses a constructive theology method with a qualitative approach that examines various kinds of literature that discuss the doctrine of the Trinity and eating and the relationship between the two variables to construct a Trinitarian theology of eating.
The results of this study indicate that the meaning of eating should not be reduced to merely satisfying hunger because eating is a means through which God nurtures human life and establish communion and hospitality between individuals and even with God himself.
AbstrakArtikel ini mengangkat masalah makan yang jarang dibahas secara teologis, sedangkan masalah makan telah banyak dibahas di berbagai disiplin ilmu yang lain.
Tujuan artikel ini adalah untuk mengkonstruksi sebuah teologi makan dengan lensa teologi makan Trinitarian.
Dengan menggunakan doktrin Trinitas sebagai lensa untuk memahami kembali makna makan secara teologis, saya berargumen bahwa makna teologis dari makan adalah sebagai sarana pengasuhan, persekutuan, dan keramahtamahan.
Artikel ini menggunakan metode berteologi konstruktif dengan pendekatan kualitatif yang mengkaji berbagai literatur yang membahas tentang doktrin Trinitas dan makan, dan juga hubungan antara kedua variabel tersebut dalam rangka mengkonstruksi sebuah teologi makan Trinitarian.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna makan tidak boleh direduksi sekadar memuaskan rasa lapar karena makan adalah sarana yang melaluinya Allah mengasuh kehidupan manusia, dan menjalin persekutuan serta keramahan antar pribadi dan bahkan dengan Allah sendiri.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
RANCANG BANGUN ALAT PENENTU PANJANG FOKUS PADA LENSA BIKONVEKS MENGGUNAKAN SENSOR TEMT6000 DAN MOTOR STEPPER
RANCANG BANGUN ALAT PENENTU PANJANG FOKUS PADA LENSA BIKONVEKS MENGGUNAKAN SENSOR TEMT6000 DAN MOTOR STEPPER
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk merancang instrumen pengukuran panjang fokus lensa bikonveks secara otomatis. Dengan menerapkan sifat lensa bikonveks dimana berkas-be...
TEOLOGI KONTEMPORER: KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN
TEOLOGI KONTEMPORER: KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN
Teologi kontemporer merupakan teologi yang selalu mengedepankan rasio dibandingkan iman. Teologi kontemporer merupakan hasil berpikir dari historis kritis para teolog. Teologi ini ...
HUBUNGAN TEOLOGI BIBLIKA DENGAN DIVISI-DIVISI LAIN DALAM DISIPLIN ILMU TEOLOGI
HUBUNGAN TEOLOGI BIBLIKA DENGAN DIVISI-DIVISI LAIN DALAM DISIPLIN ILMU TEOLOGI
Abstract: The Bible is the holy book of Christians. In the academic field of theology, the Bible is the main capital of the book which is the subject that must be learned. Learn th...
PERANAN KAUM AWAM DALAM PELAYANAN GEREJA
PERANAN KAUM AWAM DALAM PELAYANAN GEREJA
Ungkapan ”persekutuan Roh” dalam Filipi 2:1 bisa berarti persekutuan dengan Roh yang dimungkinkan oleh Roh Kudus sendiri. Gagasan Perjanjian Baru tentang persekutuan ini sering kal...
Stres Pengasuhan Ibu dengan Anak Tunagrahita di SLB Negeri Semarang Selama Pandemi COVID-19
Stres Pengasuhan Ibu dengan Anak Tunagrahita di SLB Negeri Semarang Selama Pandemi COVID-19
Latar belakang: Anak tunagrahita adalah anak yang memiliki intelegensia rendah di bawah rata-rata (IQ≤70) yang diikuti keterbatasan fungsi adaptif dan fungsi intelektual, sehingga ...
PENGARUH PENGGUNAAN LENSA DIVERGEN SERTA KONVERGEN TERHADAP DAYA KELUARAN PANEL SURYA
PENGARUH PENGGUNAAN LENSA DIVERGEN SERTA KONVERGEN TERHADAP DAYA KELUARAN PANEL SURYA
ABSTRACT
The purpose of this research is to increase the power output of the solar panels and to know the effect on the solar panel after adding a converging lens and a dive...

