Javascript must be enabled to continue!
Pola dan Komposisi Pengeluaran Wisatawan Domestik di Kabupaten Bantul
View through CrossRef
Pariwisata telah menjadi pendorong penting bagi perkembangan ekonomi regional, terutama di destinasi dengan arus pengunjung domestik yang tinggi seperti Kabupaten Bantul. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pengeluaran dan komposisi pengeluaran wisatawan yang mengunjungi destinasi pariwisata di Bantul, serta mengidentifikasi implikasi kebijakan untuk meningkatkan dampak ekonomi lokal dari aktivitas pariwisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner survei yang dibagikan kepada wisatawan berusia 17 tahun ke atas yang telah mengunjungi destinasi pariwisata di Kabupaten Bantul. Data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif untuk mengeksplorasi distribusi dan proporsi pengeluaran wisatawan di berbagai kategori pengeluaran. Hasil penelitian dari 75 responden yang mengisi survei tersebut menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran wisatawan per kunjungan adalah Rp133.526,62, dengan porsi terbesar dialokasikan untuk makanan dan minuman (30,90 persen) dan transportasi (26,86 persen), diikuti oleh suvenir (14,21 persen) dan akomodasi (11,25 persen). Pengeluaran untuk atraksi wisata dan hiburan masih relatif rendah, menunjukkan diversifikasi pengeluaran wisata yang terbatas. Temuan ini menunjukkan bahwa pariwisata di Bantul masih didominasi oleh kunjungan singkat yang berfokus pada kebutuhan perjalanan dasar. Penguatan pariwisata berbasis pengalaman, pariwisata desa, dan atraksi alam dapat meningkatkan pengeluaran wisatawan dan lama tinggal.
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bantul
Title: Pola dan Komposisi Pengeluaran Wisatawan Domestik di Kabupaten Bantul
Description:
Pariwisata telah menjadi pendorong penting bagi perkembangan ekonomi regional, terutama di destinasi dengan arus pengunjung domestik yang tinggi seperti Kabupaten Bantul.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pengeluaran dan komposisi pengeluaran wisatawan yang mengunjungi destinasi pariwisata di Bantul, serta mengidentifikasi implikasi kebijakan untuk meningkatkan dampak ekonomi lokal dari aktivitas pariwisata.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner survei yang dibagikan kepada wisatawan berusia 17 tahun ke atas yang telah mengunjungi destinasi pariwisata di Kabupaten Bantul.
Data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif untuk mengeksplorasi distribusi dan proporsi pengeluaran wisatawan di berbagai kategori pengeluaran.
Hasil penelitian dari 75 responden yang mengisi survei tersebut menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran wisatawan per kunjungan adalah Rp133.
526,62, dengan porsi terbesar dialokasikan untuk makanan dan minuman (30,90 persen) dan transportasi (26,86 persen), diikuti oleh suvenir (14,21 persen) dan akomodasi (11,25 persen).
Pengeluaran untuk atraksi wisata dan hiburan masih relatif rendah, menunjukkan diversifikasi pengeluaran wisata yang terbatas.
Temuan ini menunjukkan bahwa pariwisata di Bantul masih didominasi oleh kunjungan singkat yang berfokus pada kebutuhan perjalanan dasar.
Penguatan pariwisata berbasis pengalaman, pariwisata desa, dan atraksi alam dapat meningkatkan pengeluaran wisatawan dan lama tinggal.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
RE-INVENTING GINI RASIO DATA PENGELUARAN (KONSUMSI): KETIMPANGAN HARGA (GINI BIAS) ATAU KETIMPANGAN KESEJAHTERAAN (GINI RIIL)
RE-INVENTING GINI RASIO DATA PENGELUARAN (KONSUMSI): KETIMPANGAN HARGA (GINI BIAS) ATAU KETIMPANGAN KESEJAHTERAAN (GINI RIIL)
Indeks gini menjadi salah satu sasaran pokok kinerja kabinet Presiden Jokowi, tertuang dalam RPJMN 2015-2019 dan RPJMN 2020-2024. Untuk memenuhi indikator indeks gini tersebut, dig...
Perilaku Minat Wisatawan Terhadap Ekowisata Hutan Mangrove Baros Bantul
Perilaku Minat Wisatawan Terhadap Ekowisata Hutan Mangrove Baros Bantul
Abstract - The purpose of this study was to determine the behavioral interest of tourists who visited the Baros Bantul Mangrove Forest Ecotourism destination. To this end, field su...
PROFIL KOMPETENSI DUNIA KERJA BIDANG PERBAIKAN BODI OTOMOTIF DAN TINGKAT RELEVANSINYA DENGAN DUNIA PENDIDIKAN
PROFIL KOMPETENSI DUNIA KERJA BIDANG PERBAIKAN BODI OTOMOTIF DAN TINGKAT RELEVANSINYA DENGAN DUNIA PENDIDIKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang: (1) profil kompetensi DU/DI bidang perbaikan bodi otomotif, (2) profil kompetensi TPBO pada SMK di Kabupaten Bantul, d...
Transformasi Kesiapan Atlet Korfball Kabupaten Bantul melalui Pendampingan Program Latihan Fisik Menuju PORPROV DIY 2024
Transformasi Kesiapan Atlet Korfball Kabupaten Bantul melalui Pendampingan Program Latihan Fisik Menuju PORPROV DIY 2024
Abstract: The Regional Sports Week (PORDA) of the Special Region of Yogyakarta XVI in 2022 is the first event for the corpsball sport to be competed for the first time in Yogyakart...
Pengaruh Motivasi Wisatawan Domestik terhadap Minat Kunjung ke Kuta Mandalika
Pengaruh Motivasi Wisatawan Domestik terhadap Minat Kunjung ke Kuta Mandalika
Latar belakang:
Sektor pariwisata ditetapkan sebagai sektor unggulan untuk dikembangkan secara sinergi. Melalui pendekatan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) perl...
Analisis Pengeluaran Rumah Tangga Selama Pandemi Covid –19 di Bandung
Analisis Pengeluaran Rumah Tangga Selama Pandemi Covid –19 di Bandung
Kota Bandung merupakan salah satu wilayah yang memiliki tingkat kesejahteraan yang baik jika dilihat dari pengeluaran rumah tangganya. Menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2018...
Pengeluaran Optimum dan Mampan: Aplikasi Pelan Caruman Tertakrif di Malaysia
Pengeluaran Optimum dan Mampan: Aplikasi Pelan Caruman Tertakrif di Malaysia
Perancangan persaraan Kumpulan Wang Simpanan Pekerja (KWSP) di Malaysia meliputi dua fasa utama iaitu fasa yang melibatkan pengumpulan caruman dalam tahun-tahun bekerja dan fasa ya...

