Javascript must be enabled to continue!
Penggunaan berbagai asam organik dan bakteri asam laktat terhadap nilai nutrisi limbah ikan
View through CrossRef
Abstract. Fish silage is a liquid product from fish by product preserved in acid, and could potentially be used as feedstuff. The fish sialge can be produced through both biological andchemical methods, however to date the the quality of result was low, therefore this study was crucially needed. The research objective was to acquire the right method to improve the nutritional quality of fish silage and produce cheap fish feed ingredients. The factorial completely randomized design was used in the study. The first treatment was the effect of various types of organic acids (formic acid, propionic acid, benzoic acid, sorbic acid, citric acid, acetic acid) and LAB (Lactobacillus casei) to fish silage quality. The second treatment was the effect fermentation time (3, 7 and 14 days) to fish silage quality. The results showed that the highest protein content (45.95%) was occured on treatment using L. casei with fermentation time of 14 days. The highest fat content (5.87%) wasfound on treatment using L. casei with fermentation time of 14 days. In addition, the lower protein content (30.02%) is occured on treatment using propionic acid with fermentation time of 3 days, while the lowest fat content (4.77%) was occured on treatment using benzoic acid with fermentation time of 3 days. It was concluded that the best quality of fish silage was occured on treatment using L. casei with fermentation time of 14 days.Keywords : fish silage; organic acid; LAB Abstrak. Silase ikan merupakan produk cair dari ikan-ikan yang terbuang/rucah yang diawetkan dalam suasana asam, dan berpotensi digunakan sebagai bahan baku pakan ikan. Pembuatan silase ikan dapat dilakukan dengan cara biologis maupun kimia, dan sampai saat ini belum didapatkan metode yang optimal, sehingga mendapatkan kualitas silase ikan yang tinggi. Tujuan penelitian adalah memperoleh teknologi yang tepat untuk meningkatkan kualitas nutrisi silase limbah ikan dan menghasilkan bahan baku pakan ikan yang murah, mudah didapat dan berkualitas. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola faktorial. Perlakuan pertama adalah pemberian berbagai jenis asam organik (asam formiat, asam propionat, asam benzoat, asam sorbat, asam sitrat, asam asetat) dan BAL (Lactobacillus casei). Perlakuan kedua adalah waktu fermentasi (3, 7 dan 14 hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan protein tertinggi (45,95%) pada silase ikan menggunakan L. casei, waktu fermentasi 14 hari. Kandungan lemak tertinggi (5,87%) pada silase ikan menggunakan L. casei, waktu fermentasi 14 hari. Kandungan protein terendah (30,02%) pada silase ikan dengan menggunakan asam propionat waktu fermentasi 3 hari, kandungan lemak terendah (4,77%) pada silase ikan menggunakan asam benzoat waktu fermentasi 3 hari. Pembuatan silase ikan yang terbaik adalah dengan cara biologis menggunakan BAL (L. casei) dan waktu fermentasi 14 hari.Kata kunci :silase ikan; asam organik; BAL
Institute of Postgraduate Studies, Syiah Kuala University
Title: Penggunaan berbagai asam organik dan bakteri asam laktat terhadap nilai nutrisi limbah ikan
Description:
Abstract.
Fish silage is a liquid product from fish by product preserved in acid, and could potentially be used as feedstuff.
The fish sialge can be produced through both biological andchemical methods, however to date the the quality of result was low, therefore this study was crucially needed.
The research objective was to acquire the right method to improve the nutritional quality of fish silage and produce cheap fish feed ingredients.
The factorial completely randomized design was used in the study.
The first treatment was the effect of various types of organic acids (formic acid, propionic acid, benzoic acid, sorbic acid, citric acid, acetic acid) and LAB (Lactobacillus casei) to fish silage quality.
The second treatment was the effect fermentation time (3, 7 and 14 days) to fish silage quality.
The results showed that the highest protein content (45.
95%) was occured on treatment using L.
casei with fermentation time of 14 days.
The highest fat content (5.
87%) wasfound on treatment using L.
casei with fermentation time of 14 days.
In addition, the lower protein content (30.
02%) is occured on treatment using propionic acid with fermentation time of 3 days, while the lowest fat content (4.
77%) was occured on treatment using benzoic acid with fermentation time of 3 days.
It was concluded that the best quality of fish silage was occured on treatment using L.
casei with fermentation time of 14 days.
Keywords : fish silage; organic acid; LAB Abstrak.
Silase ikan merupakan produk cair dari ikan-ikan yang terbuang/rucah yang diawetkan dalam suasana asam, dan berpotensi digunakan sebagai bahan baku pakan ikan.
Pembuatan silase ikan dapat dilakukan dengan cara biologis maupun kimia, dan sampai saat ini belum didapatkan metode yang optimal, sehingga mendapatkan kualitas silase ikan yang tinggi.
Tujuan penelitian adalah memperoleh teknologi yang tepat untuk meningkatkan kualitas nutrisi silase limbah ikan dan menghasilkan bahan baku pakan ikan yang murah, mudah didapat dan berkualitas.
Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola faktorial.
Perlakuan pertama adalah pemberian berbagai jenis asam organik (asam formiat, asam propionat, asam benzoat, asam sorbat, asam sitrat, asam asetat) dan BAL (Lactobacillus casei).
Perlakuan kedua adalah waktu fermentasi (3, 7 dan 14 hari).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan protein tertinggi (45,95%) pada silase ikan menggunakan L.
casei, waktu fermentasi 14 hari.
Kandungan lemak tertinggi (5,87%) pada silase ikan menggunakan L.
casei, waktu fermentasi 14 hari.
Kandungan protein terendah (30,02%) pada silase ikan dengan menggunakan asam propionat waktu fermentasi 3 hari, kandungan lemak terendah (4,77%) pada silase ikan menggunakan asam benzoat waktu fermentasi 3 hari.
Pembuatan silase ikan yang terbaik adalah dengan cara biologis menggunakan BAL (L.
casei) dan waktu fermentasi 14 hari.
Kata kunci :silase ikan; asam organik; BAL.
Related Results
Kandungan Asam Laktat Dan Total Bakteri Asam Laktat Silase Jerami Jagung (Zea mays. L) Dengan Penambahan Aditif Yang Berbeda
Kandungan Asam Laktat Dan Total Bakteri Asam Laktat Silase Jerami Jagung (Zea mays. L) Dengan Penambahan Aditif Yang Berbeda
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kandungan asam laktat dan total bakteri asam laktat silase jerami jagung (Zea mays. L) dengan penambahan aditif yan...
PENGARUH PENGGUNAAN ASAM ASAM ASETAT, ASAM KLORIDA DAN ASAM SITRAT TERHADAP KARAKTERISTIK LEM DARI LIMBAH SISIK IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus argentimaculatus)
PENGARUH PENGGUNAAN ASAM ASAM ASETAT, ASAM KLORIDA DAN ASAM SITRAT TERHADAP KARAKTERISTIK LEM DARI LIMBAH SISIK IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus argentimaculatus)
ABSTRACT The aim of this study was to determine the effect of acetic acid, hydrochloric acid, and citric acid on the physical characteristics of glue from red snapper scale...
PENYULUHAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN PAKAN FERMENTASI TERNAK SAPI DI DESA PODA-PODA KECAMATAN TUTAR
PENYULUHAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN PAKAN FERMENTASI TERNAK SAPI DI DESA PODA-PODA KECAMATAN TUTAR
Prinsip dasar produksi silase adalah fermentasi hijauan oleh bakteri yang banyak menghasilkan asam laktat atau dikenal dengan bakteri asam laktat. Bakteri yang paling dominan terma...
KERAGAAN PEMIJAHAN BUATAN ANTARA IKAN PATIN SIAM (Pangasianodon hypophthalmus) BETINA DAN IKAN PATIN JAMBAL (Pangasius djambal) JANTAN DAN IKAN PATIN NASUTUS (Pangasius nasutus) JANTAN
KERAGAAN PEMIJAHAN BUATAN ANTARA IKAN PATIN SIAM (Pangasianodon hypophthalmus) BETINA DAN IKAN PATIN JAMBAL (Pangasius djambal) JANTAN DAN IKAN PATIN NASUTUS (Pangasius nasutus) JANTAN
Upaya pengembangan budidaya ikan patin jambal (Pangasius djambal) dan ikan patin nasutus (P. nasutus) sebagai komoditas ekspor ikan patin daging putih sulit direalisasikan, karena ...
KARAKTERISTIK SIFAT KIMIA DAN MIKROBIOLOGI SILASE AMPAS TAHU MENGGUNAKAN TAPIOKA SEBAGAI AKSELERATOR
KARAKTERISTIK SIFAT KIMIA DAN MIKROBIOLOGI SILASE AMPAS TAHU MENGGUNAKAN TAPIOKA SEBAGAI AKSELERATOR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan berbagai level tapioka terhadap kondisi kimia (pH, Bahan Kering, N-Amonia, Asam Laktat dan Nilai Fleigh) dan mikrobi...
ANALISIS SUBSEKTOR PERIKANAN DI KABUPATEN OKU TIMUR PROVINSI SUMATERA SELATAN
ANALISIS SUBSEKTOR PERIKANAN DI KABUPATEN OKU TIMUR PROVINSI SUMATERA SELATAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) Untuk mengetahui jenis ikan unggul di OKU Timur. 2) Untuk mengetahui pertumbuhan komoditas subsektor perikanan di OKU Timur. Hasil penel...
ANALISIS KELIMPAHAN BAKTERI Aeromonas hydrophila DI PERAIRAN RAWA PENING DESA KEBONDOWO, SEMARANG
ANALISIS KELIMPAHAN BAKTERI Aeromonas hydrophila DI PERAIRAN RAWA PENING DESA KEBONDOWO, SEMARANG
Rawa Pening merupakan salah satu ekosistem danau yang terletak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Desa Kebondowo merupakan perairan Rawa Pening yang berpotensi tercemar limbah org...
Implementasi Sistem Bioflok pada Budidaya Pembesaran Ikan Nila (Oreochromis sp.) Strain Merah di Kampung Kuper Kabupaten Merauke
Implementasi Sistem Bioflok pada Budidaya Pembesaran Ikan Nila (Oreochromis sp.) Strain Merah di Kampung Kuper Kabupaten Merauke
Proses dekomposisi limbah organik dari sisa pakan buatan dan feses dalam pemeliharaan ikan intensif sangatpenting untuk mencegah akumulasi dan pengendapan limbah di lingkungan budi...

