Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

OGOH-OGOH DAN HARI RAYA NYEPI

View through CrossRef
Dalam memeriahkan hari raya nyepi, biasanya muda-mudi pada suatu desa pakramansetelah melakukan upacara taur kesanga menggelar pawai ogoh-ogoh. Pawai ogoh-ogoh inidilaksanakan sebagai ekspresi dari nyomia bhuta kala menjadi bhuta hita. Oleh karena itu, ogohogoh yang dibuat sehubungan dengan menyemarakkan hari raya nyepi hendaknya dalam wujudbhuta kala. Ogoh-ogoh itu selanjutnya diarak keliling desa pakraman yang bersangkutan sambildiiringi oleh tetabuhan baleganjur. Agar ogoh-ogoh yang sudah selesai diarak keliling desapakraman tidak dimasuki oleh bhuta kala, maka ogoh-ogoh itu sebaiknya diprelina dengan jalanmembakar di setra atau kuburan milik desa pakraman yang bersangkutan. Ogoh-ogoh yang diarakkeliling desa pakraman sebetulnya murni merupakan kreativitas seni dan budaya desa pakramansetempat, mengingat ogoh-ogoh itu tidak ada koneksitasnya dengan hari raya nyepi.
Title: OGOH-OGOH DAN HARI RAYA NYEPI
Description:
Dalam memeriahkan hari raya nyepi, biasanya muda-mudi pada suatu desa pakramansetelah melakukan upacara taur kesanga menggelar pawai ogoh-ogoh.
Pawai ogoh-ogoh inidilaksanakan sebagai ekspresi dari nyomia bhuta kala menjadi bhuta hita.
Oleh karena itu, ogohogoh yang dibuat sehubungan dengan menyemarakkan hari raya nyepi hendaknya dalam wujudbhuta kala.
Ogoh-ogoh itu selanjutnya diarak keliling desa pakraman yang bersangkutan sambildiiringi oleh tetabuhan baleganjur.
Agar ogoh-ogoh yang sudah selesai diarak keliling desapakraman tidak dimasuki oleh bhuta kala, maka ogoh-ogoh itu sebaiknya diprelina dengan jalanmembakar di setra atau kuburan milik desa pakraman yang bersangkutan.
Ogoh-ogoh yang diarakkeliling desa pakraman sebetulnya murni merupakan kreativitas seni dan budaya desa pakramansetempat, mengingat ogoh-ogoh itu tidak ada koneksitasnya dengan hari raya nyepi.

Related Results

PERBANDINGAN AOMORI NEBUTA MATSURI DENGAN PERAYAAN OGOH-OGOH DI BALI
PERBANDINGAN AOMORI NEBUTA MATSURI DENGAN PERAYAAN OGOH-OGOH DI BALI
Abstrak: Setiap Negara memiliki bermacam-macam kebudayaan, diantaranya Jepang dan Indonesia.  Di Jepang memiliki perayaan yang bernama Aomori Nebuta Matsuri, dan perayaan tersebut ...
JURI LOMBA GAMBAR OGOH-OGOH : KREATIVITAS DIKALA PANDEMI
JURI LOMBA GAMBAR OGOH-OGOH : KREATIVITAS DIKALA PANDEMI
ABSTRAK Jurnal ini membahas tentang proses pengabdian masyrakat yakni menjadi juri lomba Gambar Ogoh-ogoh di Seminyak – Bali. Berdasarkan  Pengamatan di lapangan, situasi pandemi ...
OGOH-OGOH PARADE AS A TOURISM ATTRACTION
OGOH-OGOH PARADE AS A TOURISM ATTRACTION
Tourism is one of the driving forces of the economy and the largest contributor to foreign exchange in Indonesia which plays a very important role in providing the welfare of the c...
EVALUASI PARADE OGOH-OGOH SEBAGAI PENDUKUNG PENGEMBANGAN PARIWISATA BUDAYA DI KOTA DENPASAR
EVALUASI PARADE OGOH-OGOH SEBAGAI PENDUKUNG PENGEMBANGAN PARIWISATA BUDAYA DI KOTA DENPASAR
This article discusses the evaluation of ogoh-ogoh (giant effigies) parade based on three aspects, such as the implementation of ogoh-ogoh parade, the contribu...
Interpret Ogoh-ogoh towards Hindu Contemporary Society
Interpret Ogoh-ogoh towards Hindu Contemporary Society
The interpreting of the making ogoh-ogoh based on the perspective of the cultural studies in related to the festival day of the tawur kesanga towards Hindu society in Bali. It rece...
EVALUASI PARADE “OGOH-OGOH” SEBAGAI PENDUKUNG PENGEMBANGAN PARIWISATA BUDAYA DI KOTA DENPASAR
EVALUASI PARADE “OGOH-OGOH” SEBAGAI PENDUKUNG PENGEMBANGAN PARIWISATA BUDAYA DI KOTA DENPASAR
This article discusses the evaluation of giant effigy ogoh-ogohparade based on three aspects, such as the implementationof ogoh-ogoh parade, the contribution of ogoh-ogoh paradeto ...
PAWAI OGOH-OGOH DAN NYEPI DI PULAU SERIBU MASJID: PENGUATAN IDENTITAS AGAMA DI RUANG PUBLIK
PAWAI OGOH-OGOH DAN NYEPI DI PULAU SERIBU MASJID: PENGUATAN IDENTITAS AGAMA DI RUANG PUBLIK
The Indonesian government recognizes   six  official  religions:  Islam,  Christianity, Catholicism,  Hinduism,  Buddhism,  and Confucianism,  manifested  in  the  way  the governm...
TRADISI OGOH-OGOH DI DESA KALIPAIT KECAMATAN TEGALDLIMO KABUPATEN BANYUWANGI
TRADISI OGOH-OGOH DI DESA KALIPAIT KECAMATAN TEGALDLIMO KABUPATEN BANYUWANGI
Tradisi Ogoh-ogoh di Desa Kalipait merupakan tradisi yang tumbuh dilingkup masyarakat Desa Kalipait Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi. Tradisi Ogoh-ogoh dilaksanakan sejak ...

Back to Top