Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Model Penyelenggaraan Keaksaraan Dasar Melalui Pelibatan Tokoh Agama

View through CrossRef
Produk pengembangan model pendidikan keaksaraan nantinya akan digunakan oleh tutor yang merupakan tokoh agama kepada peserta didik untuk mengurangi angka buta aksara di wilayah Sulawesi Barat khususnya Kabupaten Mamasa berdasarkan dari data Pusat Data Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (2018), Provinsi Sulawesi Barat masuk sebagai enam Provinsi dengan persentase buta aksara tertinggi atau berada pada zona merah. Buta aksara pada usia 15-59 tahun di Provinsi Sulawesi Barat, yakni mencapai 36.124 orang  atau 4,360%.Sedangkan Kabupaten tertinggi, yakni Kabupaten Majene, sebesar 9,30%. Disusul tertinggi kedua Kabupaten Pasangkayu, 7,43%, dan tertinggi ketiga Kabupaten Mamasa, 6,37%. Sementara Kabupaten terendah, yakni Kabupaten Polman,1,57%, terendah kedua Kabupaten Mamuju, 2,68%, dan terendah ketiga Kabupaten Mamuju Tengah, untuk itu model ini sangat penting untuk digunakan. Pengembangan model ini memuat hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan model ,dimulai dari kegiatan studi pendahuluan ,validasi model konseptual oleh pakar, tenaga ahli dan praktisi dan hasil uji coba model konseptual serta  hasil uji coba model operasional. Penyelenggaraan program keaksaraan dasar di Kabupaten Mamasa tidak jauh berbeda dengan daerah lainnya, dimana sebagian besar program dilaksanakan oleh PKBM dan SKB dengan sumber pendanaan menggunakan BOP dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan (Dit. Bindiktara). Sementara dukungan biaya untuk penyelenggaraan program keaksaraan dasar dari pemerintah daerah (APBD) sangat jarang.  Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (2019) jumlah PKBM di Kabupaten Mamasa, mencapai 30 satuan dan 1 SKB. Sejumlah lembaga tersebut, mestinya mampu menekan tingginya angka buta aksara, karena salah satu program utamanya adalah keaksaraan dasar. Selain itu, diberikan bantuan BOP dari pemerintah, tetapi penyelenggaraan program keaksaraan dasar belum mendapatkan hasil yang d iharapkan. Kata Kunci: Model KD, Tokoh Agama.
Title: Model Penyelenggaraan Keaksaraan Dasar Melalui Pelibatan Tokoh Agama
Description:
Produk pengembangan model pendidikan keaksaraan nantinya akan digunakan oleh tutor yang merupakan tokoh agama kepada peserta didik untuk mengurangi angka buta aksara di wilayah Sulawesi Barat khususnya Kabupaten Mamasa berdasarkan dari data Pusat Data Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (2018), Provinsi Sulawesi Barat masuk sebagai enam Provinsi dengan persentase buta aksara tertinggi atau berada pada zona merah.
Buta aksara pada usia 15-59 tahun di Provinsi Sulawesi Barat, yakni mencapai 36.
124 orang  atau 4,360%.
Sedangkan Kabupaten tertinggi, yakni Kabupaten Majene, sebesar 9,30%.
Disusul tertinggi kedua Kabupaten Pasangkayu, 7,43%, dan tertinggi ketiga Kabupaten Mamasa, 6,37%.
Sementara Kabupaten terendah, yakni Kabupaten Polman,1,57%, terendah kedua Kabupaten Mamuju, 2,68%, dan terendah ketiga Kabupaten Mamuju Tengah, untuk itu model ini sangat penting untuk digunakan.
Pengembangan model ini memuat hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan model ,dimulai dari kegiatan studi pendahuluan ,validasi model konseptual oleh pakar, tenaga ahli dan praktisi dan hasil uji coba model konseptual serta  hasil uji coba model operasional.
Penyelenggaraan program keaksaraan dasar di Kabupaten Mamasa tidak jauh berbeda dengan daerah lainnya, dimana sebagian besar program dilaksanakan oleh PKBM dan SKB dengan sumber pendanaan menggunakan BOP dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan (Dit.
Bindiktara).
Sementara dukungan biaya untuk penyelenggaraan program keaksaraan dasar dari pemerintah daerah (APBD) sangat jarang.
  Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (2019) jumlah PKBM di Kabupaten Mamasa, mencapai 30 satuan dan 1 SKB.
Sejumlah lembaga tersebut, mestinya mampu menekan tingginya angka buta aksara, karena salah satu program utamanya adalah keaksaraan dasar.
Selain itu, diberikan bantuan BOP dari pemerintah, tetapi penyelenggaraan program keaksaraan dasar belum mendapatkan hasil yang d iharapkan.
Kata Kunci: Model KD, Tokoh Agama.

Related Results

Pengaruh Media Video Animasi Terhadap Kemampuan Keaksaraan Anak TK Kelompok A
Pengaruh Media Video Animasi Terhadap Kemampuan Keaksaraan Anak TK Kelompok A
Abstract: This research has a background on the importance of early childhood education where psychologists view the age of 0-6 years as the Golden Age, namely the golden age that ...
KARAKTER TOKOH DALAM NOVEL SOGI KARYA FAIKA BURHAN
KARAKTER TOKOH DALAM NOVEL SOGI KARYA FAIKA BURHAN
Abstract : Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana karakter tokoh dalam novel “Sogi karya Faika Burhan?”Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakter tokoh dalam novel Sog...
Peran Politik Tokoh Agama pada Pemilu
Peran Politik Tokoh Agama pada Pemilu
ABSTRAK Kajian tentang tokoh agama dan juga perananya dalam politik selalu menarik untuk dibahas.Karena tokoh agama sendiri memiliki kharismatik dan juga pengetahuan agama ya...
RELASI KUASA POLITIK TOKOH AGAMA DALAM HEGEMONI PEMILUKADA 2020
RELASI KUASA POLITIK TOKOH AGAMA DALAM HEGEMONI PEMILUKADA 2020
AbstrakArtikel ini menggambarkan relasi kuasa politik yang dilakukan tokoh agama di Kabupaten Malang dalam rangka pemilihan kepala daerah. Dalam wilayah sosial kemasyarakatan, toko...
ANALISIS KARAKTER TOKOH UTAMA WANITA DALAM CERPEN MENDIANG KARYA S.N. RATMANA
ANALISIS KARAKTER TOKOH UTAMA WANITA DALAM CERPEN MENDIANG KARYA S.N. RATMANA
Penelitian ini membahas tentang analisis karakter tokoh utama wanita dalam cerpen Mendiang karya S.N. Ratmana. Masalah penelitian ini yaitu bagaimanakah karakter tokoh utama wanita...
BENTUK RESISTANSI TOKOH-TOKOH DALAM KARYA ROYYAN JULIAN: KAJIAN RESISTANSI JAMES C. SCOTT
BENTUK RESISTANSI TOKOH-TOKOH DALAM KARYA ROYYAN JULIAN: KAJIAN RESISTANSI JAMES C. SCOTT
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana tokoh-tokoh dalam karya Royyan Julian menunjukkan bentuk resistansinya terhadap tokoh atau orang lain. Bentuk resistan...
3M dalam Pembelajaran Keaksaraan
3M dalam Pembelajaran Keaksaraan
Pembelajaran keaksaraan melalui 3M berdasarkan konsep bahwa dengan mendengar maka peserta didik hanya sekedar tahu, apabila melihat maka akan ingat, dan apabila melakukan maka akan...
PERANAN PENERAPAN METODE IQRO' TERHADAP HASIL BELAJAR WARGA BELAJAR KEAKSARAAN FUNGSIONAL DASAR MERPATI
PERANAN PENERAPAN METODE IQRO' TERHADAP HASIL BELAJAR WARGA BELAJAR KEAKSARAAN FUNGSIONAL DASAR MERPATI
Penelitian ini didasarkan atas fenomena bagaimana peranan penggunaan metode iqro� terhadap hasil belajar. Mengingat pada program Keaksaraan Fungsional dengan satuan pendidikan Kelo...

Back to Top