Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERANCANGAN SYNCHRONOUS POWER CONVERTER TIPE BUCK BERBASIS ATMEGA16

View through CrossRef
 Ciri khas pada elektronika daya adalah efisiensi, penggunaan regulator linear dengan berdasarkan prinsip pembagi tegangan atau pembagi arus dinilai sudah tidak efisien karena banyaknya daya yang terdisipasi menjadi panas. Untuk meminimalisir daya yang terdisipasi menjadi panas, maka penggunaan regulator linear dihindari dan digantikan dengan switching regulator/MOSFET. Aplikasi penggantian dioda menjadi MOSFET merupakan dasar dari MOSFET sinkronisasi karena MOSFET sinkronisasi memiliki rugi konduksi yang lebih rendah dari dioda. Penelitian ini akan memapaparkan kinerja efisiensi dan rugi konduksi pada MOSFET sinkronisasi serta pengaruh penggunaan MOSFET sinkronisasi untuk menggantikan fungsi dioda pada topologi buck converter standard, besarnya efisiensi dan rugi konduksi pada dioda dibandingkan dan dianalisa.Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada duty cycle 20%-80% efisiensi MOSFET sinkronisasi lebih besar dari diode pada beban 48Ω dan duty cycle 30%-60% pada beban 60Ω, efisiensi maksimal yang dapat dicapai yaitu 96%. Pengujian variasi deadtime menunjukkan bahwa pada duty cycle 10%, deadtime terbesar memiliki efisiensi tertinggi yaitu 49,98%, pada duty cycle 50% ketiga variasi cenderung mempunyai nilai efisiensi yang sama yaitu berkisar antara 85%-86%, dan pada duty cycle 80%.
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: PERANCANGAN SYNCHRONOUS POWER CONVERTER TIPE BUCK BERBASIS ATMEGA16
Description:
 Ciri khas pada elektronika daya adalah efisiensi, penggunaan regulator linear dengan berdasarkan prinsip pembagi tegangan atau pembagi arus dinilai sudah tidak efisien karena banyaknya daya yang terdisipasi menjadi panas.
Untuk meminimalisir daya yang terdisipasi menjadi panas, maka penggunaan regulator linear dihindari dan digantikan dengan switching regulator/MOSFET.
Aplikasi penggantian dioda menjadi MOSFET merupakan dasar dari MOSFET sinkronisasi karena MOSFET sinkronisasi memiliki rugi konduksi yang lebih rendah dari dioda.
Penelitian ini akan memapaparkan kinerja efisiensi dan rugi konduksi pada MOSFET sinkronisasi serta pengaruh penggunaan MOSFET sinkronisasi untuk menggantikan fungsi dioda pada topologi buck converter standard, besarnya efisiensi dan rugi konduksi pada dioda dibandingkan dan dianalisa.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada duty cycle 20%-80% efisiensi MOSFET sinkronisasi lebih besar dari diode pada beban 48Ω dan duty cycle 30%-60% pada beban 60Ω, efisiensi maksimal yang dapat dicapai yaitu 96%.
Pengujian variasi deadtime menunjukkan bahwa pada duty cycle 10%, deadtime terbesar memiliki efisiensi tertinggi yaitu 49,98%, pada duty cycle 50% ketiga variasi cenderung mempunyai nilai efisiensi yang sama yaitu berkisar antara 85%-86%, dan pada duty cycle 80%.

Related Results

Design and Simulation Converter with Buck-boost Converter as The Voltage Stabilizer
Design and Simulation Converter with Buck-boost Converter as The Voltage Stabilizer
Buck-boost Converter is the device with the function to convert DC Voltage input to the setpoint DC Voltage output. Buck-boost converter can be used for regulating unstable voltage...
Design of Buck Converter Based on Maximum Power Point Tracking for Photovoltaic Applications
Design of Buck Converter Based on Maximum Power Point Tracking for Photovoltaic Applications
e MPPT converter ensures that the PV system operates at the maximum power point, which is the point where the solar panels can generate the most power. This is done by adjusting th...
Survival between synchronous and non-synchronous multiple primary cutaneous melanomas—a SEER database analysis
Survival between synchronous and non-synchronous multiple primary cutaneous melanomas—a SEER database analysis
Background There is no criterion to distinguish synchronous and non-synchronous multiple primary cutaneous melanomas (MPMs). This study aimed to distinguish synchronous and non-syn...
Katalis Plat Kuningan Berbentuk Sarang Lebah untuk Mengurangi Emisi Kendaraan Bermotor
Katalis Plat Kuningan Berbentuk Sarang Lebah untuk Mengurangi Emisi Kendaraan Bermotor
Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor berdampak langsung terhadap pencemaran udara akibat gas buang. Pencemaran udara di perkotaan didominasi oleh emisi kendaraan bermotor, disert...
Low-frequency oscillation of continuous conduction mode buck converter with pulse skipped modulation
Low-frequency oscillation of continuous conduction mode buck converter with pulse skipped modulation
Low-frequency oscillation phenomenon in pulse skipped modulation (PSM) buck converter operating in continuous conduction mode (CCM) is reported in this paper. Energy transfer diffe...
Control strategy of grid connected power converter based on virtual flux approach
Control strategy of grid connected power converter based on virtual flux approach
Distributed Generation (DG) provides an alternative to the Centralized Generation (CG) by means of generating electricity near to the end user of power with the employment of small...
Pemanfaatan Bahan PET Terhadap Daya Serap Air Pada Beton Pracetak Tipe U-Ditch
Pemanfaatan Bahan PET Terhadap Daya Serap Air Pada Beton Pracetak Tipe U-Ditch
Sampah merupakan salah satu pencemaran yang sangat umum ditemui pada saat ini. Hal ini disebabkan konsumsi plastik yang setiap tahunnya terus meningkat, salah satu jenis sampah pla...
Revolusi Hijau: Otomatisasi Baterai dalam Energi Surya
Revolusi Hijau: Otomatisasi Baterai dalam Energi Surya
ABSTRACT This research investigates a battery charging system using renewable energy with the help of a buck converter, which functions to step down the voltage from the renewable ...

Back to Top