Javascript must be enabled to continue!
NYANYIAN BAODE YANG ADA DI DESA LANDONAN-BEBEAU KECAMATAN BUKO SELATAN KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang struktur secara umum baik itu bentuk dan bagaimana proses pelaksanaan nyayian Baode dalam kehidupan masyarakat Banggai Kepulauan secara khusus di Desa Landonan-Bebeau Kecamatan Buko Selatan Kabupaten Banggai Kepulauan. Permasalahan yang menjadi perhatian utama adalah bagaimana fungsi nyanyian Baode di Desa Landonan-Bebeau Kecamatan Buko Selatan Kabupaten Banggai Kepulauan dan bagaimana keberadaan nyanyian Baode pada masyarakat yang ada di Desa Landonan-Bebeau Kecamatan Buko Selatan Kabupaten Banggai Kepulauan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data. Kesenian tradisional yang ada di desa Landonan-Bebeau diantaranya, Balatindak, Salendeng, Batong, Ridan, dan juga Baode. Kesenian tersebut biasanya ditampilkan pada acara-acara tertentu, seperti acara adat ataupun penyambutan tamu daerah yang datang berkunjung di Desa Landonan-Bebeau. Salah satu kesenian yang paling sering di tampilkan pada acara atau kegiatan-kegiatan tersebut adalah nyanyian Baode. Baode merupakan syair lagu yang sederhana yang mengungkapkan pesan Moral, Nasihat, kebahagiaan, atau kesedihan, yang dituturkan dengan nada serta tempo yang berbeda. Kesenian ini tergolong sangat unik dan tentunya patut dijaga dan dilestarikan secara turun-temurun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nyayian Baode warisan budaya suku Banggai yang memegang peranan penting dalam tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Banggai Kepulauan khususnya di Desa Landonan-Bebeau. Fungsi dari nyayian Baode pada zaman dulu antara lain: sebagai mengundang roh leluhur, pelengkap upacara adat dan keagamaan, penyambutan raja atau tamu agung, sebagai sarana hiburan, sebagai sarana pertunjukan dan kebudayaan daerah. Oleh karena itu, tokoh adat, tokoh masyarakat bahkan semua pihak yang terkait diharapkan untuk dapat mengambil bagian dalam upaya melestarikan budaya nyayian Baode ini agar dapat diwariskan pada generasi berikutnya
Title: NYANYIAN BAODE YANG ADA DI DESA LANDONAN-BEBEAU KECAMATAN BUKO SELATAN KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang struktur secara umum baik itu bentuk dan bagaimana proses pelaksanaan nyayian Baode dalam kehidupan masyarakat Banggai Kepulauan secara khusus di Desa Landonan-Bebeau Kecamatan Buko Selatan Kabupaten Banggai Kepulauan.
Permasalahan yang menjadi perhatian utama adalah bagaimana fungsi nyanyian Baode di Desa Landonan-Bebeau Kecamatan Buko Selatan Kabupaten Banggai Kepulauan dan bagaimana keberadaan nyanyian Baode pada masyarakat yang ada di Desa Landonan-Bebeau Kecamatan Buko Selatan Kabupaten Banggai Kepulauan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data.
Kesenian tradisional yang ada di desa Landonan-Bebeau diantaranya, Balatindak, Salendeng, Batong, Ridan, dan juga Baode.
Kesenian tersebut biasanya ditampilkan pada acara-acara tertentu, seperti acara adat ataupun penyambutan tamu daerah yang datang berkunjung di Desa Landonan-Bebeau.
Salah satu kesenian yang paling sering di tampilkan pada acara atau kegiatan-kegiatan tersebut adalah nyanyian Baode.
Baode merupakan syair lagu yang sederhana yang mengungkapkan pesan Moral, Nasihat, kebahagiaan, atau kesedihan, yang dituturkan dengan nada serta tempo yang berbeda.
Kesenian ini tergolong sangat unik dan tentunya patut dijaga dan dilestarikan secara turun-temurun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nyayian Baode warisan budaya suku Banggai yang memegang peranan penting dalam tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Banggai Kepulauan khususnya di Desa Landonan-Bebeau.
Fungsi dari nyayian Baode pada zaman dulu antara lain: sebagai mengundang roh leluhur, pelengkap upacara adat dan keagamaan, penyambutan raja atau tamu agung, sebagai sarana hiburan, sebagai sarana pertunjukan dan kebudayaan daerah.
Oleh karena itu, tokoh adat, tokoh masyarakat bahkan semua pihak yang terkait diharapkan untuk dapat mengambil bagian dalam upaya melestarikan budaya nyayian Baode ini agar dapat diwariskan pada generasi berikutnya.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
POTENSI LAHAN TANAMAN SAYURAN DI DANAU ALANI DESA BUKO KECAMATAN BUKO SELATAN KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN
POTENSI LAHAN TANAMAN SAYURAN DI DANAU ALANI DESA BUKO KECAMATAN BUKO SELATAN KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN
This study aims to determine the potential of vegetable crops in Lake Alani, Buko Village, South Buko District, Banggai Islands Regency and recommend the distribution of directions...
Kinerja Badan Permusyawaratan Desa di Desa Katela Kecamatan Tiworo Kepulauan Kabupaten Muna Barat Tahun 2023
Kinerja Badan Permusyawaratan Desa di Desa Katela Kecamatan Tiworo Kepulauan Kabupaten Muna Barat Tahun 2023
Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mendeskripsikan realisasi program kinerja Badan Permusyawaratan Desa di Desa Katela Kecamatan Tiworo Kepulauan Kabupaten Muna Barat, da...
KEANEKARAGAMAN JENIS KUPU-KUPU DIKAWASAN HUTAN BATU TIKAR KECAMATAN LUWUK KABUPATEN BANGGAI
KEANEKARAGAMAN JENIS KUPU-KUPU DIKAWASAN HUTAN BATU TIKAR KECAMATAN LUWUK KABUPATEN BANGGAI
ABSTRAKNILLA ERNI NURRACHMAH NINGSIH. 2022. Keanekaragaman Jenis Kupu-kupu di Kawasan Hutan Batu Tikar Kecamatan Luwuk Kabupaten Banggai. (Dibimbing oleh Sulasmi Anggo dan Wahyudin...
ANALISA BENTUK MUSIKAL NYAYIAN LEGO-LEGO PADA MASYARAKAT ALOR DI NTT. Jurnal FORTE Volume 1 Nomor 1 Edisi Jan-Des 2019
ANALISA BENTUK MUSIKAL NYAYIAN LEGO-LEGO PADA MASYARAKAT ALOR DI NTT. Jurnal FORTE Volume 1 Nomor 1 Edisi Jan-Des 2019
Wujud musikal merupakan gambaran ekspresif dalam sebuah nyanyian. Paradigma etnomusikologi memberikan warna yang cukup kompleks untuk dapat mendeskripsikan nyanyian dan masyarakat....
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA DESA DI KECAMATAN GUNUNGPUTRI KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA DESA DI KECAMATAN GUNUNGPUTRI KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT
Dalam Undang-undang Desa Pasal 72 menyebutkan bahwa desa mempunyai 7 sumber pendapatan,yaitu: 1. Pendapatan asli desa, yang terdiri dari hasil usaha, hasil aset, swadaya, partisipa...
PENGUATAN KEBIJAKAN PENGENDALIAN MALARIA DI KABUPATEN TOJO UNA-UNA DAN KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN PROVINSI SULAWESI TENGAH
PENGUATAN KEBIJAKAN PENGENDALIAN MALARIA DI KABUPATEN TOJO UNA-UNA DAN KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN PROVINSI SULAWESI TENGAH
Abstract
Malaria remained a public health problem at the global level, as well as in Indonesia. In Banggai Islands District and Tojo Una-una District, the API (Annual Parasi...

